
Pangeran kembali ke kamarnya dan dia langsung menuju ke adiknya yang masih belum siuman juga. menatap adiknya itu Pangeran berucap" Chantika ku" sambil mengelus pipinya. Pangeran pun tertidur di samping Chantika sambil menggenggam tangan Chantika.
Keesokan paginya......
" Kakak...."
Chantika membuka matanya dan menoleh ke samping. melihat Pangeran Khram tertidur ditas telapak tangannya, Chantika tersenyum dan terus memandangi wajah Kakaknya yang tertidur.
" akhirnya aku bisa melihat mu lagi kak. aku sangat merindukanmu"
" eh bentar tapi kok pirasatku gak enak"(tersadar sesuatu karena dia kabur)
terdengar samar samar suara halus Chantika, Pangeran Khram terbangun dan dia menoleh menatap adiknya yang sudah sadar itu. Chantika hanya tersenyum manis dan Pangeran yang terdiam tanpa kata kata itu pun.
"jangan melotot pliss"(ucap Chantika sambil membelai rambut Kakaknya)
" cha- cha- Chantika"(Pangeran Khram langsung memelukn erat adiknya)
" aww sakit kak aduhh"
" hiks....hiks....kenapa kenapa kamu begitu"
" kakak.....jangan nangis kumohon"
" plis Chantika pliss jangan lakukan hal konyol begini lagi.....aku....aku tidak bisa melihat mu begini"
" apanya yg konyol?! ini bakti"
" tapi kau membuat kakakmu ini sedih"
" maaf kak..... maapin yah"
"iya kakak maapin kok asal kamu janji untuk tidak pergi dari sisihku lagi"
" ahahaha iya janji"
"eh bunganya"(tanya Chantika panik)
" sudah.... bunganya sudah diberikan pada ayahanda. bunga itu juga yang mengobati mu"
" apa? jadi tidak seutuhnya diberikan kepada ayah"
" kenapa kamu cas Chantika..... aku hanya mengambil beberapa helai saja untuk mu kok"
" tapi apa ayah sudah siuman?"
" sepertinya belum....tapi tenang saja. tunggu disini akan kupanggilkan bibi Chang"
Chantika pun diperiksa oleh bibi Chang. Dan dia divonis sembuh(anjaii divonis gak tuh). kemudian bibi Chang meninggalkan ramuan dan obat untuk diminum Chantika kemudian beliau pergi. tiba-tiba shoma datang menghadap. kedatangan shoma ingin menyampaikan pesan bahwa yang mulia Raja sudah siuman tapi dia dibuat terkejut saat melihat Tuan Putri nya sudah duluan siuman.
" Chantika kamu sudah bangun?! sedari kapan hah? kenapa tidak ada yg memberi tahu ku"( kata shoma tengan tangis)
" aku benar-benar merindukan mu my lady"(tambahnya sambil mengusap air mata)
" cieee yang kangen"
" pokoknya jika kamu mau pergi kemanapun, katakanlah padaku. aku akan menemanimu "(ucap shoma sambil menggenggam tangan Chantika)
" iya iya dasar cengeng"
" ada apa kamu kesini?"(tanya Pangeran Khram)
" oiya sampe lupa aku. jadi gini Yang Mulia sudah siuman Pangeran "(jelasnya)
" wah syukurlah "(ucap Chantika bahagia)
" lihat Chantika, usahamu begitu keras ini tidaklah sia sia. aku bangga padamu "(kata Pangeran Khram langsung mengelus kepala Chantika)
" kakak! dimana Lin?"
" Lin? maksudmu pria rambut panjang dari China itu"
"iya betul, oiya Zines mana?"
akhirnya Chantika, shoma ,dan Pangeran Khram pergi menuju taman belakang. disana ada Zines yang sedang tertidur. seketika Chantika memanggil Zines. tentu saja kuda hitam itu menoleh dan dia terkejut langsung berlari menuju Chantika. dengan terheran heran Chantika bertanya
" haha bukan, dia Zines adikku"
" HAH!!! Zines....ini kamu? bagaimana mungkin"
" kamu akan tau jika mendengarkan penjelasannya"
" penjelasannya? Lin? oiya dimana Lin?
" dia ada di ruang kejaman"(balas shoma)
" kakak dia orang baik kenapa dia dibawa kesana"
" Chantika kita juga perlu mengintrogasi orang asing"(jawab shoma)
" shoma, apa kamu membawa dia kembali ke ruang kejaman"
"iya"
" bukankah kusuruh tabib mengobatinya "
" tapi Pangeran dia....."
" cukup shoma bawa dia kembali ke kamarnya "
"hah baiklah "
akhirnya Shima pergi ke ruang kejaman dan membawa kembali Linn ke kamarnya. kemudian Chantika dan Pangeran Khram pergi melihat keadaan Lin.
" Lin "
" Gaeun"
" kamu baik baik saja?"
" iya aku baik baik saja kok"
" kamu pasti disiksa sama kak shoma yah, dia emang jahat sii"
" haha gak papa aku paham kok*
" kamu baik baik saja Gaeun "
" HEH KAMU! SOAPANKAH BEGITU KEPADA TUAN PUTRI KERAJAAN MAGZINES "( tegur shoma)
" oiya..... kamu berbohong kepadaku Gauen eh maksudku Tuan Putri. bukankah sekarang aku harus memanggil mu begitu"
" gausah dengerin kata dia Lin, kamu gak perlu memanggil ku begitu karena kamu bukan bagian rakyat "
" apa kamu sudah merasa lebih baik "(tanya pangeran Khram)
" iya saya sudah mendingan Pangeran, terimakasih untuk belas kasih anda"
" Lin ayahku sudah bangun, terimakasih yaa"
"itu usaha mu sendiri bukan karena aku"
" tanpa kamu aku gak bisa pulang "
" itu juga berkat Zines bukan aku"
" oiya ngomong-ngomong tentang Zines, kenapa dia berubah jadi hitam?"
Chantika pun bertanya tanya tentang Zines dan bagaimana Lin tau kerajaannya. Lin pun dengan senang hati menjelaskan kejadian detailnya kepada Chantika dari bagaimana keajaiban yg terjadi setelah dia pingsan, Zines yang berubah, sampai pulang dan diintrogasi oleh shoma dan lainnya.
mendengar semua baik baik saja tentu Chantika begitu amat lega dan bahagia. dia juga meminta agar shoma berhenti mengintrogasi Lin Dan membebaskan nya. dengan terpaksa shoma mengiyakan nya. sebagai rasa terimakasih atas kebaikan dan ketulusan Lin, putri Chantika meminta Lin untuk tinggal sampai ia benar-benar sembuh total. hal itupun disetujui oleh kakaknya, Pangeran Khram.
Akhirnya Lin menginap dan terus mendapatkan perawatan dari tabib istana. dia juga mendapat pelayanan yang baik selama disana.
seluruh anggota istana pun melakukan pesta besar-besaran sebagai keberhasilan dan kesembuhan bagi Raja dan Tuan Putri Chantika. dia mendapatkan banyak penghargaan dan semua orang memuji muji Chantika sampai banyak rakyat rakyat yang datang ke pesta memberikan hadiah untuk sang putri.
seketika itu Putri Chantika semakin terkenal dan berita Sampai ke kerajaan Belle dan negeri negeri lain. kabar tentang berhasilnya seorang tuan putri mendapatkan bunga Dark Lotus yang aman syulit didapatkan.