To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
Hidup baru



" Linnnn ahaha bagaimana? udah dapet iklannya?"


ucap gaeun yang sengaja meledek Lin


" diam saja kau haciuhhh.....aku tidak bisa memancing di es woilahh dingin juga" (ucap Lin kesal)


" huh makanya belajar dulu ke seseorang bodoh"(hina Gaeun)


" oiyaaaaaa kalau begitu siapa hah?!'(tanya Lin kesal)


" ikut aku"


Gaeun pun mengajak Lin ke sebuah rumah tidak jauh dari pasar.


" sampaiiiii"


" heh ini rumah siapa? ngapain kita kesini? minta tutor mancing?"(tanya Lin heran)


" husttt diam............Bajiiii...... Bajiiii" (teriak gaeun memanggil)


" HAH??? WOI DONGO!! SIAPA BAJI WOI? BAPAK KAU?!!!"


" apa sih Lin!!!! tunggu aja deh"


" eh kamu...... ada apa gaeun?" tanya seseorang dari sebalik pintu yang terbuka.


" hai baji, maaf ganggu yah hehe"( menggaruk kepalanya)


" gak apa apa gaeun. jadi ada apa?"(tanya baji)


" oiya sebelumnya kenalin ini temanku namanya Lin, Lin ini Baji"


" hai Lin salam kenal"


" hemmm"(cuek)


" Baji kita kesini mau minta diajarin mancing di es dong"(ucap gaeun)


" ahahaha boleh boleh.........tunggu sebentar yah"


Baji pun kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil peralatan mancingnya. Setelah itu, mereka bertiga pun kembali ke danau yang beku.


Saat mereka sedang asik memancing, tiba tiba Baji menatap Gaeun seakan ingin mengatakan sesuatu. sedangkan dia sendiri tidak menyadari kalau dia terus di liatin Lin dengan seriusnya.


" Gaeun"(panggil baji tiba tiba)


" eh iya?"


" ada yg ingin aku tanyakan kepada mu"


" apa?"


" monyet satu ini berani berulah yahhhh" (ucap Lin dalam batinnya )


" sebenarnya.........kau itu dari mana?"


" ha"(Gaeun langsung kaget ditanya seperti itu)


" ngga maksudku itu kamu berasal dari mana? dan kenapa kau bisa sampai disini?"


" eh tapi jika kau merahasiakan nya juga tidak apa apa. itu tidak terlalu penting ahahah"(tambahnya baji)


"monyettt monyeeettt "(ucap Lin dalam hati yg makin kesal)


" aku......aku sebenarnya dari tempat yang sangaaat jauh, aku tidak punya alasan yang begitu serius kok. aku hanya ingin berpetualang "


Jawab gaeun yang terus melihat ke arah umpannya yang belum dimakan ikan.


" dan......disini sangat menyenangkan, damai, dan tenang. aku bisa melakukan apa saja tanpa khawatir hihi"( tambahnya sambil tersenyum kepada baji)


" kalau begitu.......... tetaplah disini Gaeun. Aku akan menjadi temanmu yg setia. jika kau perlu apa tinggal bilang saja, pasti aku lakukan"( kata baji sombong)


" ahahaha oke oke pasti akan selalu ku andalkan"(jawab gaeun)


Disaat dua orang sedang asik mengobrol sambil tertawanya yang riang, ada pemuda malang yang dilupakan sesaat seperti tiang.


.


.


.


.


pagi pagi sekali gaeun membawa sarapan untuk tetangga sebelah nya itu.


tok tok tok


" Gaeun?!"(senang)


" nih buat kamuu"


" wah makasihhh"(tambah senang)


" aku boleh masuk?"(tanya gaeun)


" gak boleh"(jawab Lin dengan jutek)


" kenapa???"


" gak papa"


" apasii Lin, kamu cuek gitu, jutek amat"


" gak kok"


" kamu marah ke aku?" (tanya gaeun)


" gak"


" Liiinnnn"( nyubit pipi Lin)


" aawww sakit woi "(megang pipinya)


" yaudah bilang kenapa?" ( balik kesal dengan kedua tangannya di pinggang)


" kemarin aku di kacangin! bagus? bangetttt" ( Akuan Lin sambil menatap lantai)


" oooouh maap atuh, bajinya ngajak ngobrol aku nya ya jawabin. maap ya......maap ya Lin "


Dengan wajah sok imut dan satu tangan memegang tangan Lin Dan satunya lagi mengelus elus pipi Lin yang dia cubit, membuat Lin mematung.


" cakit yahh, maapin yaaa"( ucap gaeun )


DEG-DEG DEG-DEG


"astaga! kenapa ini??? jantung ku sedang tidak baik baik saja. kaya mau turun ke ginjal "(kata Lin dalam hati yang tidak karuan)


" i-i-iya iyaa dimaapin"


" yeeey makasih....yaudah dimakan atuh itu"


" iya. sini masuk aja"


Lin pun langsung duduk dan menyantap sarapannya dan Gaeun bantu bantu Lin membereskan rumahnya yang CUKUP berantakan.....yah hanya CUKUP.


Tanpa sengaja mata Lin terfokus pada sosok perempuan di depannya itu. begitu fokus sampai dia terlihat melamun......


DEG-DEG DEG-DEG


DEG


DEG


" kenapa?"


" ada apa?"


" perasaan apa ini hah?! "


" bukan sakit tapi kaya penyakit"


" Gaeun...... bisakah kita seperti ini suatu saat? bisakah kita seperti ini selamanya?"


" apa bisa kau tidak pergi pergi lagi? bisakah kau tetap di pandanganku?......Gaeun?"


" sepertinya aku mencintaimu"


" sepertinya kau sudah mencuri separuh perhatian ku"


" sepertinya.......aku ingin menjadikan mu RUMAH"