
" Soma! kau sudah siapkan burungnya? "
" Sudah Pangeran, ini " (sambil menyerahkan sangkar burung gagak)
" pengawal.....bawa burung gagak ini! jika disaat kau mendaki mendapat bahaya atau kesulitan, terbangkan gagak ini sebagai pertanda.
gagak ini akan kembali ke istana sebagai pesan darurat"
" Baik yang mulia Pangeran Khram. kami pamit pergi! kami berjanji akan semaksimal mungkin menjalankan tugas ini!!"
" pergilah "
" Aku tahu ini sia sia Soma "
" Pangeran jangan putus asa seperti itu, mereka terlatih mereka pasti bisa kembali!"
" kamu tidak tahu Soma, mereka tidak memiliki kekuatan atau semacamnya, mereka tidak akan bisa kembali "
Lalu Pangeran pergi meninggalkan Soma sendirian dan pergi menuju tempat keputrian.
......................
......................
......................
Putri Chantika yang sedang membantu tabib Buck merawat Raja, terus menerus menanyakan obat penawarnya lainnya
yaaa tapi ujung-ujungnya tabib hanya menjawab hal yang sama
yaitu hanya bunga Dark Lotus saja yang mampu.
Dengan hati yang cemas dan gelisah,
Chantika pamit pergi sambil memasang wajah seperti memikirkan sesuatu,
" ya sudah tabib, saya pamit pergi dulu. jika perlu bantuan ku panggil saja, aku akan kembali lagi nanti"
" tentu tentu , istirahatlah putri "
Putri Chantika yang terus memikirkan sesuatu itu melihat Kakaknya yang ternyata sedang duduk di ayunan belakang kamarnya.
" Kakak "
" apa kakak menungguku?" ( tersenyum manis dan duduk di pangkuan Pangeran Khram.
" ahaha iya... kamu lama banget,. darimana saja?"
" aku..... emm aku bantu bantu tabib tadi"
" bantu bantu atau mengganggu tabib ?!"
" aku bantuin loh yah. huh..."
" ahahaha iya iya...percaya ( sambil mencubit pipi Chantika)
" ada apa mencari ku "
" tidak....hanya...... merindukanmu"
Khram lalu memeluk Chantika,
" semuanya akan baik baik saja kan??"
" semua akan baik baik saja kak"
......................
" Pangeran!!!" Soma yang berlari tergesa-gesa
" eh....maaf Pangeran, Putri....."
" ada apa Soma"
" Pangeran, Raja Fredric meminta perang!"
" apahhh?!! Raja Fredric pasti tau tentang ayahanda, ya sudah siapkan saja semua kita terima perang nya"
" Baik Pangeran..... saya permisi dulu Tuan Putri"
" kakak.....ini sungguhan? bagaimana kalau..."
" semuanya bisa kutangani sayang, Raja Fredric tidak tahu siapa aku "
" kalau begitu aku yakin pasti kamu menang, ayoo aku bantu bersiap" ( Chantika bersemangat)
" ahaha oke oke...... pulang nanti kamu mau dibawain apa?"
( tanya Pangeran Khram sambil berjalan menuju kediamannya dengan putri Chantika )
" hemmm......apa yah??"
" kuberi satu permintaan? Monggo"
" aku mau......mau....... oiya!!! mau pedang!!!!"
" hah? buat apa?"
" ahahaha mau yang kaya apa? "
" aku mau yang seperti milikmu, yang simpel ajah"
" okeyy nanti kakak Carikan"
Chantika mulai membantu kakaknya bersiap, dari memakaikan jubah, menyiapkan bekal, dan persiapan lainnya.
" kira-kira berapa lama kakak pergi?"
" apa?! aku takut kau sakit karena merindukanku hahaha"
" aku tanya bener bener yah!"
" hemm.... mungkin Satu bulan "
" lama banget weee!!!!.... memang selama itu?"
" aku akan mempercepat nya, tunggu aku dan jangan kemana mana".
" aku niatnya mau pergi ke rumah putri Belle"
" ooh ya syudah.....tapi Jangan pergi terlalu jauh..."
......................
......................
Kemudian Putri Chantika mengantarkan kakaknya ke depan gerbang sekaligus untuk berpamitan.
" janji loh hadiahku jangan lupa"
" iya tentu saja..... ingat!! Jan pergi terlalu jauh..."
" iya~" " kak Soma hati hati"
" tentu Putri (sambil puk-puk kepala Chantika)".
Melihat Kakaknya sudah jauh, Chantika segera masuk dan berlari menuju kediaman ayahnya untuk bertemu tabib.
......................
......................
......................
Brakkkk (suara pintu terbuka)
" Tabib!!!"
"Tabib tabib tabib tabib"
" Taabiiiiiiiiiiiiibbbb"
" Iya Putri saya disini (buset deh toak)....ada apa putri?"
" tabib aku mau tanya!"
" silahkan putri, dengan senang hati saya akan menjawabnya"
" apa hanya seseorang yang memiliki kekuatan saja yang bisa kembali dari bukit Huangshan? orang biasa seperti aku apa tidak bisa?"
" eee...."
" trus kalo kesana berapa lama? sehari? dua hari? satu Minggu? sebulan? seabad?" (langsung nyrocoss kek minyak panas dingin)
" mendakinya pake apa? apa ada jalannya? atau terbang? ada gua-nya tidak?
" begini put...."
" terus terus....kalo misal bawa kuda tuh manjatnya gimanaa?!! apa kuda bisa mendaki? pasti ada jalan condol nya! iya kan ? iya kan?!!"
"-_- dengan senang hati tai lancung!!! tanya apa nagih hutang"
" Ahahaha tuan putri, anda begitu ingin tahu yah?
jadi begini....Pada zaman dahuluuuu"
( EH BUKAN SATTTT)
( RALATT )
" Begini putri, jika seseorang itu memiliki kekuatan supranatural, maka mereka bisa melewati segel yinyang yang melumpuhkan bagi mereka yg dekat dengan bunga Dark Lotus.
untuk pergi ke Bukit Huangshan paling satu hari dari sini, tapi untuk mendakinya kan cukup sulit tentu akan makan waktu berhari hari. jika orang yang memiliki kekuatan mungkin mereka bisa terbang saja hahaha"
" yang gak bisa terbang harus mendaki gitu?"
" ya tentu tidak sepenuhnya mendaki, tentu ada jalan nya juga,. dan gua pastinya ada putri "
" oooooooohhh begituuu, syulit juga. terimakasih kasih tabib jawabannya saya pamit ke kamar dulu"
" silakan tuan putri (sambil tersenyum lega)"