To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
Jauh



" ini tidak benar"(kata gaeun lirih)


" apah? ada apa gaeun? " (tanya Lin )


" kita harus cepat cepat pergi dari sini Lin, pergi sejauh jauhnya! ayo"(desak gaeun yang menarik tali kuda zines)


" tapi kenapa Gaeun? bukankah Raja tidak akan mau menjemputmu! eeee....maksudku kau tidak akan kembali kesana"


" tidak Lin bukan yang mulia Raja, tentu beliau tidak akan mau, tidak mungkin pangeran membujuk yang mulia Raja"


" ya sudah bukankah itu bagus?"(tanya Lin)


" Lin.....kenapa kau tidak mengerti?! Pangeran Khram dia.....dia akan mendesak yang mulia untuk segera menjadikannya Raja yang baru!!


" APAHH!!"


" iya Lin, pasti....pasti itu rencananya! setelah ia jadi Raja maka dia....."


" dia akan membawamu pergi dariku.........eh!! maksudku Pangeran akan membawamu kembali"


" IYA!! karena itu kita harus pergi sejauh jauhnya"(kata gaeun cemas).


" baiklah gaeun, lihat aku (sambil memegang pundak gaeun) percaya padaku gaeun aku akan menemanimu kemana pun kau pergi"


" aku percaya padamu Lin"


Segeralah mereka berdua kembali ke penginapan. sesampainya........mereka segera mengemasi barang barang mereka.


" nak, kau mau pergi kemana? kenapa kau mengemasi barang-barang mu?"(tanya janda tua)


" ibu.... oh aku....aku akan pergi. sudah waktunya aku melanjutkan perjalanan ku"(jawab gaeun)


" tapi kau baru beberapa hari disini nak, tinggal lah lebih lama"(rayu si janda tua)


" Gaeun ayoo"( panggil Lin dari luar)


" ibu..... terimakasih karena sudah menerimaku tinggal disini, maaf aku sering merepotkan mu Bu....... tapi aku harus pergi "(pamit Gaeun)


" ibu akan sangat merindukan mu nak...... baiklah..... jaga dirimu baik baik"


akhirnya janda tua itu mengizinkan Gaeun pergi, saat Gaeun sudah menaiki zines, janda tua memanggil gaeun dan memberikan sesuatu padanya.


" nak, ambillah caping ini"


" untukku? ini cantik, terimakasih "


" pakailah dan....... dan semoga kau dapatkan apa yang kau cari"(kata si janda tua sambil membelai rambut zines)


" terimakasih banyak Bu..... kami pergi....."


Lin pun pergi mendahului,


Gaeun hanya melambaikan tangannya pada janda tua itu lalu pergi...... hanya dalam hitungan detik mereka sudah tidak terlihat dimata si janda tua, dengan mengedipkan matanya........meneteslah air mata melihat sisa debu dari jejak mereka yang berterbangan.


Gaeun terus mengembara jauuuh tak terhitung jaraknya sampai berminggu-minggu dan hingga berbulan-bulan lamanya, Gaeun dan Lin terus mengembara tanpa berhenti tuk menetap, agar mereka tidak dapat dijangkau oleh Pangeran Khram.


Sementara itu............benar saja Pangeran Khram meminta kepada ayahnya untuk segera menobatkan dirinya sebagai Raja. Namun Yang mulia Raja tidak begitu saja menyerahkan tahtanya Karena beliau merasa curiga.


Maka Raja memberikan syarat kepada putranya itu jika dia ingin menjadi Raja selanjutnya, maka dia harus bisa menaklukkan 100 kerajaan lebih untuk menambah wilayah kekuasaannya nanti.


Demi hasratnya untuk segera menjadi Raja, maka Pangeran Khram tidak pernah absen dari berperang. dia sibuk dengan perang dan latihannya. tidak ada waktu baginya tuk bersenang senang.


Apa memang sudah tidak ada keceriaan diwajahnya?


Mungkin sudah tidak ada nafsu untuknya beristirahat


Mungkin kebahagiaan nya sudah lenyap terbawa angin


Mungkin.........................


.


.


.


Hingga setelah satu tahun lamanya Gaeun dan Lin berjalan, tibalah mereka disebuah desa di bangsa timur yang bersalju. Desa itu bernama Desa Xuexiang.


" disini....sangat....di...ngiiin"(ucap gaeun menggigil)


" tenang Gaeun, sebaiknya kita beli dulu jaket tebal dan penginapan disini"


" baiklah aku....setuju"


Setelah berjalan cukup lama memutari Desa Xuexiang akhirnya mereka menemukan pasar dan membeli beberapa pakaian tebal juga mendapat penginapan untuk disewa.


Gaeun yang cukup senang tinggal di Desa Xuexiang itu pun memutuskan untuk menetap.


" Lin, bagaimana pendapatmu jika kita menetap saja di sini?"


" kenapa gaeun? apa kau suka tempat ini?"


" kita sudah disini seminggu. Dan tempat ini sudah sangat jauh dari kerajaan, Pangeran Khram tidak akan menduga kita disini............. Lin ayo kita menetap saja, aku sudah lelah terus mengembara"


" Kau benar gaeun, tempat ini tidak akan mungkin terjangkau oleh mereka. Di sini juga menyenangkan "


" Bernarkan xixixi kita bisa beradaptasi disini Lin"(kata gaeun yg bergembira)


" hahaha itu benar"


Terlihat mereka begitu gembira dan bersemangat.


mereka memutuskan untuk berhenti mengembara dan menetap di Desa Xuexiang. Bisa dilihat dari awan rumah Lin Dan Gaeun bersebelahan, bisa dilihat keseharian mereka yang sudah membaur dengan orang orang disana.


sudah terasa oleh diri Gaeun rasa aman dan tenang dan telah hilang pula rasa kegelisahannya itu.