
Semenjak kejadian ini, banyak Raja Raja dan Pangeran datang untuk menjenguk Raja Magzines dan Putri Chantika.
setelah Raja benar benar sembuh, tabib Buck pun dijemput oleh Raja Buck dan Pangeran Kenth. Pangeran Kenth pun meminta izin untuk menjenguk sang putri. dikawal oleh shoma, Pangeran Kenth menuju kamar Putri Chantika. melihat tidak ada dikamarnya, shoma pun membawa Pangeran Kenth ke taman belakang.
Dan ternyata benar saja, Putri Chantika sedang memberi makan Zines bersama dengan Lin. melihat jalan putri Chantika tertatih tatih, Lin pun menghiburnya.
" selamat siang putri Chantika"
" pangeran Kenth, kak shoma. sejak kapan kalian datang"
" ahaha sudah lama, bagaimana kabarmu sekarang tuan putri?"
" iyaaa sudah baikan kok aku sudah bisa berjalan"
" kamu begitu sangat hebat dan berbakti. bahkan aku pun tidak memiliki nyali dan tekad sebesar dirimu"(ucap Pangeran Kenth sambil mendekati Putri Chantika)
" eitss jangan dekat dekat (shoma menarik baju Pangeran Kenth dari belakang). orang awam dilarang dekat dekat tuan putri demi keselamatan"
" aku tidak memberi racun atau aura negatif panglima"
"bisa saja kan, siapa yg tau"
" sudah sudah.....maaf ya Pangeran Kenth saya tidak bisa menyambut Anda dengan baik"(ucap Chantika)
" tidak apa apa tuan putri justru saya takut mengganggu anda........ ngomong-ngomong itu siapa?"
"Ooh dia Lin, dia yang jadi temanku saat mengambil bunga itu. dia rekanku selama ini"
" Lin dia Pangeran Kenth dari kerajaan Buckinggam "(tambahnya)
" selamat siang Pangeran, perkenalan saya Lin dari timur"
"iya iya..... terimakasih sudah membantu tuan putri Lin"
" apa kamu seorang pangeran?"(tambahnya)
" bukan Pangeran, saya hanya anak seorang prajurit"
" ooh jadi begitu (fiuhh dia bukan sainganku) "
setelah berbincang-bincang, Pangeran Kenth dan ayahnya berpamitan untuk pulang. Beberapa saat kemudian, Pangeran Khram menemui Raja di ruang kamarnya.
" ayah apa kamu baik baik saja?"
" iya tentu saja"
" ayah apa ayah tau? Chantika lah yang mendapatkan bunga itu hanya untuk dirimu. bukankah itu bakti yang luar biasa "
" dia seorang anak dan memang harus berbakti kepada ku"
" ayah kau....."
" tinggalkan kami berdua disini"(raja mengusir pergi orang orang didalam kamarnya)
" ayah! Chantika hampir kehilangan nyawanya hanya untuk bunga itu. tidaklah ayah memberinya hadiah atau ucapan terimakasih!!"
" tidak perlu!!"
" ayah!!! ayah kenapa anda begitu kejam kepadanya "
Raja dan Pangeran Khram pun bertengkar. dan disaat itu Putri Chantika yang sangat ingin melihat keadaan ayahnya pun pergi ke kamar yang mulia ditemani oleh shoma. sambil tertatih-tatih dia berjalan dan dituntun oleh shoma yang penuh sabar dan kasih sayang.
" aku? kejam? aku tidak kejam padanya. dia memang harus berbalas Budi padaku bahkan walau nyawa bayarannya, itu memang kewajibannya"
" ayah cukup! Anda sudah meremehkan Chantika. dia menganggap mu sebagai ayahnya yang paling dia hormati. walaupun tidak pernah kau peluk ataupun kau sayang!'
" Khram! justru dia yang membuatmu jadi lemah! dia membuat mu membangkang kepadaku!"
" ayah tidak bisakah melupakan masa lalu?"
" melupakan hah?! tidak akan pernah!!! gara gara dia ibumu meninggalkan!! gara gara bocah itu...."
" CUKUP!!! cukup ayah!"
" apa kau lupa hah! apa kau lupa dia penyebab orang yang kucintai hilang tiada! dia beban dia PEMBUNUH!"
" AYAHH!"
" DIA HANYALAH ANAK SEORANG PELAYAN, dia bukan adikmu jadi tidak perlu terus berpura pura Khram "
" aku tidak berpura-pura. aku mencintainya"
" itu yang membuatmu menjadi bodoh, jika kau terus mempersoalkan ini, lama lama ayah akan mengusir anak pelayan itu".
" mungkin begitu, tapi dia bukan pelayan! dia kesayangan ibunda!"
mendengar apa yang sudah dilihatnya, Putri Chantika langsung mematung. Shoma yang sudah tahu akan fakta ini pun tidak tega melihat expresi Putri Chantika. akhirnya dia menggendong Chantika pergi ke kamarnya.
" tuan Putri dengar.....apa itu tadi semuanya gak bener"
" bohong!...... semuanya bohong! hiks hiks kalian semua pasti sudah tau akan fakta ini tapi kenapa kalian semua diam hah"
" putri Chantika dengar....iya memang begitu tapi kau adalah seorang putri, kamu semua mencintaimu dan tidak melihat latar belakangmu"
" terjawab sudah semua pertanyaan ku selama ini"
" tidak tau putri kamu harus....".
" cukup kak shoma...... tinggalkan aku sendiri. aku ingin tidur"
dengan lesunya putri Chantika pun berbaring tidur denga Isak tangisnya. Shoma yang sedih pun segera menemui Pangeran Khram dan menceritakan semuanya bahwa Putri Chantika mendengar pertengkarannya dengan raja.
Terkejut dengan hal itu Pangeran Khram segera menemui adiknya untuk meluruskan, untuk menghiburnya agar dia tidak percaya akan hal itu. namun shoma menghentikan Pangeran Khram karena putri Chantika sedang sedih dan sebaiknya jangan diganggu.
Akhirnya Pangeran Khram menunggu waktu untuk menjelaskan kepada adiknya. dengan amarah dan rasa sakitnya. segera dia memerintahkan Shoma untuk meminta Lin agar kembali ke negerinya. takut kalau Lin membawa kabur adiknya yang sedang sedih itu.
Shoma pun segera pergi ke kamarnya shoma dan menyuruhnya kembali. terlalu mendadak akan hal itu, Lin merasa curiga namun karena benar dia sudah sembuh dan sudah waktunya dia kembali.
sebelum dia pergi, dia meminta izin untuk berpamitan kepada Gauen namun dilarang oleh shoma denga alasan hanya mengganggu waktu istirahatnya. akhirnya Lin pun pergi dengan pesan untuk disampaikan kepada Gaeun, dia pergi menuju timur.
bukan kerumahnya.....Lin memutuskan untuk berkelana. karena dia sudah tidak mau ke bukit Huangshan yang membuat flashback ingatan tentang Chantika. dia memilih berkelana. Lin juga tidak ingin kembali ke rumahnya karena sebenarnya orang tua dan keluarganya sudah tidak ada.
dia dibesarkan oleh seorang guru di desanya. ayahnya yang seorang prajurit gugur dalam perang. keluarganya yang lain meninggal karena terjebak dalam peperangan. ledakan dan api dimana mana saat itu.
ibunya membawa Lin yang masih kecil ke sebuah tempat yang jauh. Sampai akhirnya mereka tiba di rumah seorang guru. ibunya Lin pun memberikan Lin kepada guru tersebut. setelah itu ibunya Lin meninggal.
" hah~ apa yang harus aku lakukan sekarang? tidak ada...... mending berkelana saja! aku akan menjelajahi seluruh negeri"
ucapnya dengan penuh semangat mengingat akan semangat Gaeun.