To Be My Princess Forever

To Be My Princess Forever
diundang



Pada suatu siang hari yang cerah......


Baji mendatangi Gaeun dan Lin di rumah mereka. saat sudah sampai, Baji tidak melihat gaeun, dia hanya bertemu dengan Lin saja.


" hai Lin"(panggil Baji sambil melambaikan tangannya dari kejauhan)


" hah~ monyet itu lagi"


" kau sendirian Lin?"(mendekat)


" iya. kenapa?"(cuek)


" aku ingin bertemu dengan gaeun, eh maksudku kau juga sih"


" ada apa? penting?"


" iya Lin nanti malam ada acara di balaikota. ada acara api unggun. daaannnn kalian diundang yeyy"


" kami? sungguh?"(tanya Lin)


" tentu saja, kalian datang yah. haruss!! ini undangannya jangan sampai hilang!"(memberikan dua undangan)


" lalu kami pakai apa?"(tanya Lin)


" ahahaha ya yang bagus dong. pergilah ke pasar dan beli baju kalian"( ucap baji sambil menepuk pundak Lin)


" ya sudah Jan lupa itu yah. aku masi harus menyebar undangan. dadahhhh"( tambahnya dengan pergi)


" baiklah sebaiknya aku ke pasar bertemu gaeun "


Sesampainya di pasar......


terlihat Gaeun sedang sibuk membantu Yiyi berjualan ikan.


Yiyi adalah anak dari orang yang menjual rumah kepada Gaeun dan Lin. Yiyi dan Gaeun sangat berteman baik. apalagi Gaeun yang selalu membantu Yiyi dan ibunya berjualan membuat mereka menjadi seperti keluarga.


" huh akhirnya ludes juga ikan kita kak gaeun"(ucap Yiyi)


" iyaa seneng deh jam segini sudah habis aja"


" kalau begitu kalian pulang lah. ibu yang bereskan "


" ayo kak gaeun pulang"


" Gaeun "(panggil Lin)


" Wahhh udah habis aja "(tambahnya)


" iya kak Lin, sudah beberapa hari ini kita jualan selalu habis cepat! gak sampe sore lagi deh"(kata Yiyi bahagia)


" Benar Yiyi..... semenjak nak Gaeun membantu kita disini, jualan kita selalu laris dan ludes"(ucap ibu yiyi)


"ahhh kalian bisa saja....itukan karena kita penjual terbaik ahahaha"(kaya Gaeun)


" ahahaha sudah sudah Gaeun. ini"(Lin yang menyerahkan sebuah undangan)


" apa ini Lin?"


" itu undangan dari Baji, katanya balaikota mengadakan pesta dan kita diundang nanti malam"


" sungguh??! waw"(sambil membaca undangan)


" oiya benar..... banyak orang disini diundang ke balaikota, nanti kita juga pergi"(ucap ibu yiyi)


" kalau begitu kita bisa berangkat bersama sama"(kata Lin)


"eh bentar kita pakai apa nanti malam??"( tanya gaeun)


" nah itu dia, karena kita dipasar sebelum pulang kita beli dulu baju kita"( ajak Lin )


" oiya benar kita kan di pasar"


" ya sudah ayo gaeun "


" ayoo.......yiyi ikut?"


" duluan saja kak gaeun"


" yasudah.....aku duluan yiyi, bibi"


" iya hati hati"(ucap ibu yiyi)


setibanya di toko pakaian.....


" Kita harus pakai apa Lin?"


" kau suka warna apa?"(tanya gaeun iseng)


" aku? emmm hitam"


" iiiuu(mengejek) coba ini ( mengangkat satu set baju cokelat) Bagaimana?"(tanya gaeun)


" Bagus.....cocok dengan ku?"


" pasti cakep buat kamu. Nanti malam kamu bakal kaya pangeran ahahaha"


" bullshit /////" (blush)


" beneran loh"(ucap gaeun yang membuat Lin tambah merah)


" ih..... bagaimana menurutmu dengan ini?"(Gaeun menunjukkan gaun kepada Lin)


" itu cantik......coba dengan sepatu yang sama warnanya"(sarannya)


" benar!! dengan supatu ini? bagaimana?"


" matching "(Lin mengkedipkan sebelah matanya)


" Aku beli"


" Aku juga bi....berapa totalnya?"


Sesudah mereka membeli baju dan membayarnya...... ditengah jalan saat hendak pulang mereka tidak sengaja bertemu dengan seseorang lelaki tua, nampak seperti bapak bapak yang sedang mencari tongkatnya.


mereka pun mendekati bapak tersebut karena nampak kesulitan.


" Permisi paman, apa ada yang bisa kami bantu?"(tanya Lin )


" oh saya sedang mencari tongkat saya yang jatuh"(jawabnya sambil meraba raba tanah)


" ini tongkatnya paman" ( ucap gaeun sembari menyerahkan tongkat paman itu)


" wah terimakasih anak muda, kalian baik sekali"


" ahahaha bukan apa apa paman, paman mau kemana biar kami antar" (kata Lin menawarkan)


" iya paman, apa rumah paman jauh?"( ucap gaeun bertanya)


" rumah paman dekat kok, paman sudah hafal jalan, kalian tenang saja, lanjutan saja jalan kalian hahaha"


" paman yakin?"( tanya gaeun memastikan)


" sungguh, pergilah.......paman sudah baik baik saja"


" baiklah kalau begitu kami duluan paman, permisi"(ucap Lin ramah)


" duluan paman "(katanya gaeun dengan senyum manisnya)


saat sudah terasa jauh..........


" eh Lin"


" ada apa?"


" seberapa berharga pedangmu?"


" pertanyaan random?"


" sudah siii jawab saja"


" emmm berharga seperti harta Karun"


" kenapa?"


" Pakek nanyaa....... ya karena aku sudah berjuang mati matian untuk mendapatkan pedang basoka woi! dan pastinya itu karena pemberian dari guruku"


" itu bukan pemberian Lin, itu usaha mu, takdirmu.....kau tuannya "


" iya......kau benar......ini semua tentang takdir........ takdir kita"(jawab Lin yang mendongakkan kepalanya melihat langit senja)


" dan kau? seberapa berharganya zines bagimu?"(tambahnya bertanya kepada gaeun)


" haha......Zines? menurut mu, berapa harga untuk seorang teman?"


jawab gaeun dengan senyum manisnya lalu jalan mendahului Lin .


"