The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 9



Hari ini cuaca di luar begitu cerah setelah kemarin hujan turun dengan begitu derasnya .


Semua Guru dan murid SMA Pelita sedang berada di tengah lapangan saat Ini mereka semua sedang melaksanakan kegiatan upacara setiap hari senin .


.


.


Dari jauh terlihat seorang perempuan sedang berjalan di koridor sekolah menuju kelasnya .


perempuan itu kini sudah memasuki pintu kelas, untuk sesaat langkah kakinya terhenti . dia terlihat sedang memegang dinding kelasnya dari raut wajahnya dia tampak sedikit pucat dan matanya kedalam . dia terlihat seperti tidak tidur semalaman .


saat dia memasuki kelas dia menyadari tatapan - tatapan aneh dari teman-teman sekelasnya , namun lagi-lagi dia tak menghiraukan itu, dia terus berjalan menuju tempat duduknya dan sesampainya di tempat duduk. dia langsung menjatuhkan dirinya di kursi dengan posisi duduk tangan di lipatkan di atas meja dan kepala yang berada di atasnya , Nada terlihat begitu lemas .


Di sampingnya tampak Rara dan Tata sedang memperhatikannya sedari tadi .


" Nad ... loe kenapa ? " tanya Rara mencari tau namun tak di respon oleh Nada .


" Nad.... " ucap Tata lembut .


" Nad ..., loe ngga pa-pa kan ... ? loe kelihatan pucat loh .... " ucap Tata sekali lagi namun lagi-lagi dia tak merespon .


" Nad ..... , loe sakit .... ? " ucapnya yang kini nampak terlihat panik karena sedari tadi tak mendapat jawaban dari sahabatnya .


" Nad ..... " ucap keduanya spontan .


" Nad...,kalau loe sakit loe ke UKS aja "


ucap Rara sambil mengelus-ngelus Rambut Nada , kali ini usahanya berhasil Nada memalingkan wajahnya dan di pandanglah kedua sahabatnya itu dengan lekatnya, tapi saat ini yang terlihat matanya berkaca-kaca , kedua sahabatnya pun saling bertukar pandang mereka berdua sangat kaget dengan apa yang di perlihatkan Nada pada mereka karena untuk pertama kalinya dia kelihatan sedih semenjak beberapa bulan yang lalu .


Dalam hati Rara berkata " Nada menangis .... ? " ucapnya sambil menatap tajam mata Nada begitupun dengan yang di rasakan Tata " sudah lama aku tak pernah lihat tangisan mu itu " ucapnya dalam hati sambil memegang tangan sahabatnya .


" Aku ke UKS aja ya...., kalau ada yang nanya , aku harap kalian bisa sedikit berbohong " ucapnya sambil memperlihatkan senyum simpul sembari berjalan pergi menuju ke UKS .


Selang beberapa menit setelah kepergianya, tiba-tiba saja Al terlihat sedang memperhatikan ruangan kelas Nada .


" eh Ra .... , tuh anak kenapa berdiri di situ " ucap Tata sambil terus melihat ke luar jendela samping pintu masuk .


Rara hanya melihat sekilas kemudian sosok yang di lihatnya berjalan pergi meninggalkan ruang kelas mereka .


" tumben tuh kaka kelas main ke kelas kita " ucap Tata sambil terus mencatat .


**


Tata dan Rara terlihat memasuki kantin namun di sana tak nampak sosok yang di nantikan Al .


" Ra .... , coba deh loe lihat tuh kaka kelas dari awal kita masuk sampai udah duduk di sini , tuh anak masih saja lihatin kita emangnya ada yang aneh ya dari kita berdua " ucap Tata sambil memperhatikan seragamnya takutnya ada yang aneh-aneh .


Rara terus memandang ke arah di mana Al dan teman-temannya berada , Rara merasa ada yang aneh dari sikap yang di tunjukan oleh Al hari ini " pertama dia tiba-tiba muncul di kelas gue , kedua dari tadi dia duduk di sana matanya terus memandang ke arah kita sambil memasang muka kesal . sebenarnya apa yang terjadi sih apa lagi tadi saat lihat wajah Nada tumben-tumbennya dia kelihatan sedih kayak gitu and kalau di lihat-lihat ini bukan suatu kebetulan, toh sikap yang di tunjukan mereka berdua aneh banget apa ada keterkaitan satu sama lain " ucapnya dalam hati mencoba memastikan tebakannya .


*********


" Nad .... , maaf ya .... gue lagi ada urusan jadi loe pulang duluan aja ya..." ucap Rara yang kini terlihat sedang berjalan beriringan bersama kedua sahabatnya menuju parkiran .


" hmhm Ngga pa-pa kok bentar lagi kak adi datang jemput gue " ucapnya sambil tersenyum .


Adi pradana sosok kakak yang jadi penyemangat dan berperan besar dalam kehidupan Nada . Dia adalah satu-satunya kakak laki-laki yang di miliki Nada .


" loe kenapa ... ? " ucap Rio kepada Al yang sedari tadi memperhatikan arah pandang sahabatnya .


" eh BTW .... itu kakaknya " ucapnya sambil menatap Al sekilas sambil cengengesan .


" Ngga ada yang nanya " ucap Al datar sambil terus memandang ke arah Nada .


" eh tapi kalau di lihat-lihat dia kelihatan pucat ya .... apa jangan-jangan dia lagi sakit " ucap Rio lagi .


" udah gue bilang Ngga ada yang Nanya !!!! udah kita pergi aja " ucap Al kesal sambil mencoba menstater motornya .


" loe mau Naik apa gue tinggalin loe disini " ucap Al yang terlihat sangat kesal sembari melajukan motornya keluar gerbang sekolah .


sebenarnya ada kesenangan sendiri yang di rasakan Al di balik Rasa kekesalannya melihat Nada hari ini . Dia cukup senang karena Nada terlihat baik-baik saja walaupun dia sedikit pucat .


********


Malamnya Nada kelihatan masih pucat kali ini dia benar-benar udah Ngga bisa bangun dari tempat tidurnya . dari wajahnya menampakkan kalau dia dalam keadaan tidak baik-baik saja .


sebenarnya Nada ingin di temani oleh kakaknya tapi karena kakaknya lagi keluar kota akhirnya Nada sendirian di rumah .


Sebenarnya kakaknya begitu berat meninggalkan adik perempuannya yang lagi sakit tapi berhubung ada kerjaan di luar kota akhirnya mau tidak mau kakaknya harus tetap pergi .


" aduh Non , panasnya kok ngga turun-turun apa kita ke dokter aja " ucap mbo sambil terus mengompres Nada .


" udah dari tadi sore tapi panasnya ngga turun-turun juga " ucap mbo yang mulai panik sambil terus memandang majikannya yang sudah di anggap seperti Anak sendiri .


Nada masih bersikuku dengan pendirianya dia tetap tidak mau pergi ke dokter walaupun kondisinya saat ini benar-banar tidak fit .


" Non apa mbo telpon Mas Adi aja " ucap mbo bertanya .


" Ngga usahlah mbo lagian Mas Adinya Lagi di luar kota kan .... ? jadi ngga usahlah , Nada juga ngga mau repotin siapa-siapa " ucap Nada pelan sambil melihat mbo dengan mata sayunya .


" mbo .... , mbo jangan kemana-mana ya....mbo tidur di samping Nada aja ya...... Di sini ...... Di ranjang " ucapnya sambil menunjuk ranjangnya .


*********


Di jalanan kota yang sunyi dan sepi terlihat seorang perempuan sedang berdiri di tengah jalan . perempuan itu nampak seperti kebingungan matanya terus saja berkeliaran memandang dari satu tempat ke tempat yang lain , tiba - tiba saja dari sudut tempat yang lain nampak sebuah mobil melaju dengan cepatnya dan akhirnya ......


" aaaaaaaaa "


terdengar suara teriakan yang langsung saja mengagetkan seseorang yang berada si sampingnya . langsung saja mbo terbangun setelah mendengar suara teriakan dari nada .


Dia terlihat begitu berkeringat sampai membuat dia sendiri mengeluarkan air mata , entah apa yang dia mimpikan tapi dari raut wajahnya menampakkan mimpi itu benar-benar mimpi buruk baginya .


" Non kenapa ..... ? " ucap mbo yang langsung saja mendapat pelukan dari nada .


" mbo ..... " ucap Nada dan di barengi dengan air mata yang terus menerus saja mengalir membasahi pipinya .


Nada tak henti - hentinya menangis walaupun mbo sudah menenangkannya dan akhirnya mbo memutuskan untuk membiarkannya sendiri dulu agar dia bisa menenangkan diri , selang beberapa menit kemudian terdengar suara rintik-tintik hujan turun membasahi jendela kamarnya . malam itu setidaknya dengan mendengar suara rintik hujan bisa sedikit menetralisir perasaannya .


.


.


pada kenyataannya semua mimpi itu bukan hanya sekedar mimpi dan terkadang mimpi menyimpan banyak rahasia .