The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 8



.


.


Langit Di luar terlihat mendung tapi Nada tetap memutuskan untuk pergi ke kafe .


kafe yang di kunjungi Nada ini adalah kafe yang cukup unik karena di dalam kafenya terdapat beberapa buku pokoknya di kafe itu udah kayak toko buku yang membedakan adalah kalian bisa memesan makanan atau minuman dan suasananya benar-benar membuat kalian nyaman dan ingin berlama-lama di sana.


berhubung hari ini hari libur akhirnya Nada memutuskan untuk pergi ke kafe tersebut .


Nada memutuskan berjalan kaki menuju tempat tersebut tapi belum lagi kakinya melangkah ke arah sebrang jalan tempat di mana kefe itu berada . tiba-tiba saja hujan turun dengan derasnya hingga membuat Nada harus berteduh di halte bus.


**


Di sudut tempat terlihat seorang perempuan sedang berteduh karena hujan turun dengan begitu derasnya .


Dari penampilannya dia terlihat begitu cantik walaupun gaya berpakaiannya hanya dengan atasan putih dan di baluti dengan switer panda favoritnya dan bawahan celana jeans hitam serta tatanan rambut seperti biasanya yaitu di ikat .


perempuan itu dia terlihat sedang menatap dengan saksama jalanan kota yang saat ini terlihat sunyi karena turunnya hujan .


Dari raut wajahnya dia tampak begitu senang karena pada dasarnya dia sangat menyukai hujan , sambil berdiri perlahan dia mulai merentangkan tangannya sambil menutup mata dia mulai merasakan debaran yang begitu kencang saat satu persatu tetesan air hujan membasahi telapak tangannya, untuk sesaat dia memang merasakan debaran jantungnya namun kemudian dia mulai merasa sesak seperti beberapa hari yang lalu . Nada mulai merasa aneh dengan perubahan yang terjadi pada dirinya ketika hujan turun ada beberapa hal yang tidak bisa ia jelaskan tapi dia benar-benar merasakan sakit itu . kemudian untuk mencari tau apa yang terjadi pada dirinya Nada mencoba berjalan di tengah tengah hujan dan saat itu sedang lampu merah .


seperti ada ketakutan tersendiri dalam dirinya namun Nada tetap memberanikan diri untuk berjalan di tengah hujan , perlahan tapi pasti dia mulai melangkahkan kakinya Namun sudah setengah jalan Nada merasa kakinya lemas seolah dia tak mampu menompang beban tubuhnya. kali ini dari bola matanya terlihat jelas dia mengeluarkan air mata walaupun tetesan hujan menutupinya .


kini Nada terlihat terdiam seperti mematung matanya menatap dengan seksama , di segala sudut tempat dia terlihat seperti sedang mencari berjuta jawaban yang dia sendiri tak tau apa pertanyaannya karena yang dia tau saat ini dia merasa sesak dan kakinya terasa lemas , Dia melihat sekeliling dan saat ingin melangkah lampu hijau menyala dan akhirnya seseorang terlihat menarik pergelangan tangannya dan secara spontan tubuhnya pun ikut berbalik .


Saat ini Nada terlihat sedang berada di pelukan seorang pria dan pria itu adalah Al .


Untuk beberapa menit mereka berdua terlihat berpelukan Namun kemudian Al melepas pelukan itu dan yang terlihat saat ini adalah tampak raut kekesalan dari wajah Al, sambil berjalan menyebrangi jalan Al terlihat terus saja memegang tangan Nada .


Kini hujan sudah berhenti .


Sesampainya di trotoar, Al langsung melepaskan genggaman tangannya pada Nada . Al menatap lekat wajah Nada yang saat ini terlihat sedang mematung sambil menunduk .


Dari raut wajahnya dia terlihat begitu kesal rasa-rasanya dia ingin memarahi seseorang yang berada tepat di depannya Namun belum lagi dia mengeluarkan kekesalannya tiba-tiba saja Nada bersuara .


Nada mengangkat wajahnya kemudian dia menatap lekat mata seseorang yang berada di depannya sambil mengeluarkan Air mata dia berkata .


" Makasih..... " ucap Nada datar kemudian dia melangkahkan kakinya berjalan pergi meninggalkan sosok laki-laki itu .


Untuk sesaat Al terlihat seperti mematung Namun kemudian dia melangkahkan kakinya mengikuti langkahan kaki perempuan yang kini terlihat sedang berada di depannya .


Al tau benar kalau seseorang yang di depannya itu adalah seseorang yang sangat di bencinya namun sekaligus seseorang yang tak bisa ia biarin terluka walaupun pada dasarnya Al tau kalau dia selalu buat seseorang itu merasa marah kepadanya .


Di sepanjang jalan yang di lewati oleh keduanya, beberapa kali Nada terlihat seperti mau jatuh dan secara refleks Al juga ingin membantunya Namun lagi-lagi upayanya itu di urungkan. mengingat Nada sendiri tidak tau kalau dia sedang di ikuti .


Saat ini Nada terlihat terdiam untuk beberapa menit . begitupun dengan Al dia hanya bisa melihatnya dari kejauhan . setelah beberapa menit berdiri seperti mematung akhirnya Nada pun memutuskan untuk duduk sebentar , sambil menunduk Nada terlihat terus mengahapus Air matanya yang entah kenapa tak bisa berhenti .


Dari arah kejauhan Al terus memantau perempuan yang berada di depannya . Al terus berjalan mengikuti kemana langkah kaki perempuan itu melangkah .


Suasana menjadi hening karena kini waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam . kini Nada sudah berada tepat di depan rumahnya dan saat ini dia terlihat membuka pintu gerbang dan berjalan masuk menuju teras rumah . ternyata di balik pintu itu sudah terlihat perempuan parubaya yang memandangnya dengan tatapan kaget .


" Non.... , Nada ? " ucapnya dengan suara yang agak di besarkan .


" hmhm .... " ucap Nada datar . kemudian dia mencoba memperlihatka senyumnya kepada mbo yang agak sedikit di paksakan .


" udahlah mbo .... , aku ngga pa-pa kok " ucapnya sambil berjalan pergi meninggalkan mbo .


Al sendiri tidak tau kenapa dia bersikap seperti itu tapi yang jelas yang dia tau dia harus memastikan kalau Nada dalam keadaan baik-baik saja .


.


.


ada sedikit rasa benci namun tak jarang rasa suka pun meyelinap masuk menembus dinding hati ku .


aku sudah berusaha menutupinya namun tiba-tiba dia muncul dengan sendirinya bahkan sampai membuatku sulit mengartikan semua rasa ini .


.


.


kata orang akan datang saatnya di mana kata cinta bisa berubah menjadi benci begitupun sebaliknya .


.


.


aku ingin berjalan menyusuri tempat dimana tidak adanya pertanyaan dan tidak adanya jawaban sebab sekarang aku sudah tak mampu lagi untuk bernapas .


**


Di atas tempat tidur terlihat seorang perempuan sedang duduk sambil menyandarkan tubuhnya di dinding , perempuan itu nampak sedang menulis karena di kedua tangannya terdapat buku dan pena . selesai menulis dia mulai mematikan lampu kamarnya dan yang menyala hanya bintang-bintang di langit-langit dinding kamarnya .


Dia menatap lekat ke atas langit-langit kamarnya , untuk sesaat dia teringat akan kejadian tadi , namun kemudian dia mulai merasakan seluruh badannya sakit dan dia mulai menggigil . perlahan Nada mulai menutup matanya .


Di tempat lain juga terlihat seseorang yang sedang duduk dengan posisi yang sama seperti Nada , seseorang itu tampak terlihat sedang memegang gitar dan sesekali dia terlihat menyanyi .


Dia memulai lagunya dengan Reef dan dia mulai memainkan melodinya .


LIRIKNYA 🎶🎶🎶🎼


ingatkah kamu saat kita bersedih


ingatkah kamu saat kita bahagia ....


ingatkah kamu ....


janji bersatu ...


demi kasih sayang kita menuju hari esok berdua .....


teringat akan masa lalu yang kita lewati.... terasa indah .....


sejuk meresap di dalam sanubari walau luka sempat singgah....


hadapi bersama bahagia selalu di hatiku ......


kini hilanglah sudah kisah tinggalah kenangan .....


saatnya luka menghampirimu dengan


segala janji berikan sudah semua atas nama cinta hapuskan cerita kitaaaa