
.
.
" Nada .... " terdengar suara seseorang yang cukup keras dari arah belakang . Dan teriakan itu menarik perhatian beberapa orang yang berada di tempat itu.
Nada terdiam sesaat. kemudian ia berbalik dan ingin melihat siapakah gerangan sosok laki laki yang memanggil namanya dengan tidak sopan seperti itu. dahi nada mengkerut kebingungan, ia menatapnya sesaat kemudian ia mencoba mengingat-ngingat kejadian beberapa hari yang lalu sampai saat ini tapi sayangnya sosok laki laki itu tak ada dalam ingatannya.
" gue ... ? " tanya Nada bingung sambil menunjuk dirinya .
" iya , loe .... " ucap laki-laki itu menekankan sambil menunjuk ke arah Nada .
Nada terdiam dan menatapnya lagi dengan seksama.
Dalam hati Nada berkata .
" Ni Cowok bukannya yang waktu itu ya , yang gue lihat sedang main basket seminggu yang lalu "
Laki-laki itu berjalan perlahan mendekati Nada .
Semua orang yang berada di koridor sekolah menatap penuh serius ke arah mereka berdua .
" loe , Nama loe nada kan .... " tanya Laki-laki itu yang kini sudah berada tepat di depannya dan di sertai dengan anggukan Nada .
Alfandy Giovani Biasa di panggil oleh teman-temannya dengan sebutan Al .
Al merupakan murid baru di sekolah Angkasa walaupun terbilang masih baru Namun Al sudah sangat populer di kalangan Anak-anak , bagaimana tidak Al dengan postur tubuh yang tinggi mencapai 175 Cm merupakan Laki-laki idaman semua wanita bukan hanya itu dia juga memiliki wajah yang tak bosan di lihat serta dia juga karismatik . kulit putih bersih , hidung mancung , bibir seksi serta mempunyai warna bola mata yang tatkala indah yaitu berwarna kecoklatan dan bukan hanya itu dia juga termaksud salah satu orang yang bergabung dalam klub basket sekolah . kalau di lihat-lihat siapa saja juga pasti mau menjadikannya sebagai pacar .
Untuk beberapa menit Nada terdiam, matanya terus memandang Laki-laki yang kini berada tepat di depannnya .
Nada mendongak lalu ia menatap Al dengan tatapan ragu.
" loe , loe ini Reporter dari klub majalah sekolah ini kan ...( biasa di sebut mading atau majalah dinding ) ? dan loe juga salah satu penyiar di sekolah ini kan " ucapnya sambil menunjukkan wajah yang terlihat sangat kesal .
" Nih , Coba loe lihat apa yang udah loe tulis di sini " sambungnya sambil menunjuk lalu melempar kembali sebuah kertas yang di pegangnya ke wajah Nada .
Untuk Sesaat Nada terdiam seperti mematung , entah apa yang sedang terjadi tapi dari raut wajah Nada tergambar jelas bahwa dia sedang kebingungan .
Nada menatap kembali wajah laki-laki yang berada tepat di depannya . kali ini tatapan Nada begitu tajam hingga membuat semua anak-anak banyak yang berkomat-kamit bahkan terdengar dari salah satu murid di situ yang sedang berbisik ( yang cukup membuat nada mendengar pembicaraan mereka ) menyebutkan . " loe tau ngga kertas yang di buang dia itu adalah kertas yang terpajang di mading sekolah dan kalau tidak salah kertas itu bahas soal kegiatan anak-anak klub basket " . " terus " sambung salah seorang dari mereka . " loe tau ngga kalau Al si murid baru itu dia paling ngga suka kalau ada orang yang membahas soal dirinya apalagi mencari tau soal dirinya . katanya nih dia itu orangnya dingin, misterius, dan paling ngga suka kalau ada orang yang ngebahas soal kehidupan nya apalagi nulis yang enggak enggak tentang dirinya " .
Nada menunduk dan mencoba mengambil selembar kertas yang tadi di buang oleh Al kemudian ia berdiri kembali dengan posisi yang sama dan dengan senyuman yang hambar .
Nada mengalihkan pandangannya ke selembar kertas yang kini sudah berada di jemari tangannya ,kemudian ia membukanya perlahan dan mencoba melihat apa isi tulisan dari selembar kertas itu hingga membuatnya marah seperti itu . Nada mengerutkan kening wajahnya nampak kebingungan sebab sepanjang yang ia lihat tidak ada yang salah dari tulisan itu sebab di sana tidak ada unsur menghina atau yang lainnya.
" Nama Lengkap : Alfandy Giovani , tempat tanggal lahir ...... ? "
" Stop !!! "
tiba-tiba terdengar suara Al yang mencoba menghentikan ucapan Nada .
" enam februari seribu sembilan ratus sembilan puluh tu ..... juh .... ? "
" apa...., gue ngga salah lihat nih kan.."
lanjut nada sambil memegang kertasnya kemudian kembali melihat ke arah Al .
" loe .....! " ucap nada dengan wajah kesal kemudian berlalu pergi .
" buang-buang waktu gue aja ! " Ucapnya dalam hati sambil mengepal kembali kertas yang berada di tangannya.
Belum lagi ia melangkah pergi Al sudah berhasil meraih tangannya dan kini Al berada tepat di depannya bahkan kini ia bisa merasakan hembusan nafas Al.
" hei.... tunggu , gue belum selesai ngomong " Ucap Al dengan sangat Kasar , Namun belum lagi mendengar ucapan Al , bel tanda masuk berbunyi.
" lepasin ... , gue mau masuk ke kelas " ucapnya ketus . Nada terus berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Al .
" loe ingat ini ya .... , jangan pernah lagi loe campurin hidup gue . ingat itu !!!! " ucap Al sambil menunjuk mencoba menegaskan dan langsung melepas tangan Nada yang tadi di pegangnya .
sementara itu anak-anak yang juga mendengar suara bel berhamburan masuk ke kelas .
.
.
" loe kenapa Nad " tanya Rara .
" iya , loe kenapa sih dari tadi mondar-mandir mondar-mandir udah kayak strikaan aja " timpal Tata keheranan .
" Ngga ..... gue sebel aja ..... , Ni orang nih .... Namanya siapa tuh " ucap Nada yang penuh emosi sambil menunjuk ke arah selembar kertas yang di pegangnya yang di kertas itu terdapat profil tentang Al beserta fotonya .
Sementara itu Tata dan Rara menghentikan kegiatan mereka lalu memalingkan pandangan mereka ke arah selembar kertas yang kini sudah berada di atas meja kerja mereka .
" loe tau ngga gue ngga habis pikir aja sama tuh anak , udah sombong blagu pula . dia pikir dia siapa coba , kalian dengar nih ya .... gue tarik kata-kata gue yang gue bilang bahwa dia itu cakep and kegantengannya itu kayak aktor-aktor korea idola gue , ingat tuh ya " ucap Nada dengan raut wajah yang mulai memerah sembari menegaskan kata-katanya tadi .
" gue heran aja , ternyata di dunia ini masih ada orang seperti dia "
" emangnya apa masalah loe sama dia sampai dia membuat loe jadi marah seperti ini "
" loe aja bingungkan gue jadi marah seperti ini " ucap Nada sambil menatap kedua sahabatnya .
" loe tau ngga , tadi pagi pas gue lagi jalan di koridor sekolah mau menuju ke kelas, gue mendengar ada seseorang yang manggil nama gue dan secara refleks gue berbalik dong . dan kalian tau ngga ternyata yang manggil nama gue itu adalah Al . cowok yang berada di gambar itu . singkat cerita nih gue yang ngga tau apa permasalahannya tiba-tiba di marah-marahin dan di kata-katain ngga jelas trus di lempari sama kertas ini di depan semua orang . kalian tau ngga betapa malunya gue saat itu karna semua mata tertuju pada kita berdua . ya Allah ra...., rasa-rasanya nih ya .... gue pengen jambak rambut tuh orang . ya Allah gue emosi emosi , sabar....sabar , Nad loe harus sabar " ucap Nada mencoba menenangkan dirinya yang makin terbawa emosi mengingat ulang semua kejadian tadi pagi .
" jujur ya .... gue sama sekali ngga ngerti sama apa yang membuat dia marah sama loe " ucap Tata bingung .
" makanya itu gue sendiri bingung, trus pada saat gue coba baca profilnya eh ..... dia lebih marah lagi dan nyuruh gue stop baca . Loe tau ngga suaranya tuh bikin gue kaget setengah mati .eh..... btw tadi gue dengar dari murid-murid yang lain kalau dia itu ....." ucap Nada mencoba menjelaskan Namun kemudian dia menghentikan omongannya karena dia teringat dengan apa yang tadi di dengarnya dari murid-murid yang lain .