
*****
malam ini hujan. dan samar-samar Nada jadi teringat kejadian pada malam itu , mungkin karena tadi lampu mobil dari pengemudi lain yang mengenainya . tiba-tiba Al menepikan motor yang di kendarainya dan mereka berdua pun berteduh di salah satu kafe yang sudah tidak ada lagi pengunjungnya mungkin karena sudah larut atau mungkin juga karena hujan yang begitu lebatnya hingga membuat siapapun orang enggan untuk keluar .
Al terlihat sibuk merapikan rambutnya yang sudaah mulai memanjang . dan Nada , Nada sedang sibuk tersenyum sambil memandanginya .
" loe kenapa ......? " tanya Al ke Na sa . karena saat ini Nada kedapatan sedang tersenyum sambil memandanginya .
" gue .....? lagi mandangin suatu keindahan "
" kan mata fungsinya untuk mandangin yang indah-indah " kata Nada yang spontan buat dia tertawa terkekeh .
" aneh loe ah....." kata Al yang mulai tersipu malu .
malam itu di tengah derasnya hujan , mereka berdua sedang berdiri sambil berpegangan tangan dan tersenyum satu sama lain sambil menunggu hujan yang entah kapan akan berhenti . tidak banyak kata yang terucap dari bibir keduanya untuk menepis keheningan pada malam itu . tapi Nada tau seseorang yang sedang berdiri di sampingnya sambil megang tangannya ini , sedang mencoba buat dia merasa nyaman dan tidak lagi takut akan hujan karena ada Al di sampingnya .
hampir setengah jam sudah mereka bedua berdiri dan menunggu hujannya berhenti namun sampai waktu sudah menunjukkan pukul 22:35 malam, nyatanya hujan belum juga berhenti dan akhirnya mereka berdua sedikit menepi dan medapati tempat yang bisa untuk di duduki . dan keduanya pun duduk . malam itu masih sama , entah kenapa Al menjadi pendiam saat hujan dan Nada yang harus membuka pembicaraan .
sambil bersandar di punggungnya Nada berkata .
" Al , kamu ingat ngga , saat itu di tengah derasnya hujan tiba-tiba kamu hadir dan nolongin aku. jujur sampai sekarang nih aku masih bertanya-tanya kenapa aku jadi seperti itu ketika hujan padahal seingat aku , dulu selain senja dan langit aku suka banget sama hujan bahkan aku suka menari di bawah derasnya hujan , tapi entah kenapa semenjak kecela.....ka....an...itu..... "
" hmhm..... hujan udah berhenti " ucap Al spontan langsung berdiri dan membuat Nada kaget sambil memandanginya .
" yuk....." ucap Al mengulurkan tangannya sambil menyuruh Nada berdiri .
" Dia selalu bersikap aneh di saat-saat seperti itu , dia tau gue takut hujan tapi dia tidak pernah bertanya kenapa ? padahal dia lah orang yang selalu nolongin gue di saat-saat seperti itu . kalau orang lain mungkin akan bertanya contohnya Rara dan Tata . tapi dia tidak , dia sama sekali tidak pernah bertanya bahkan untuk membahasnya saja dia enggan . contohnya seperti kejadian yang tadi gue tau dia sedang menghindar tapi ......gue juga enggan untuk bertanya kenapa ? karena bagi gue jika sudah saatnya dia pasti akan bertanya sendiri tanpa gue harus memulainya . " Ucap Nada dalam hati sambil memeluk erat Al .
di tengah dinginnya malam pada malam itu , perlahan satu per satu ingatan Nada mulai di ingatnya samar-samar kejadian tadi terbawa sampai ke dunia mimpi, yang dia pikir sudah menghilang semenjak ada Al di sampingnya tapi ternyata mimpi itu terulang lagi . bahkan kini di dunia mimpinya samar-samar dia melihat ada Al di sana dan akhirnya dia pun terbangun lagi dengan wajah yang sudah di penuhi air mata .
" Al...... " teriak Nada .
kini dia sudah terbangun dari mimpi buruknya dan waktu menunjukkan pukul 03:30 malam .
perlahan dia menangis sambil memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak .
" apa....? kenapa.....? "
" kenapa harus terulang lagi ......."
" kenapa .......?" Ucapnya sambil mengusap air matanya yang berjatuhan tak henti .
****
keesokkan harinya saat Nada lagi sibuk dengan pikirannya tiba-tiba saja seseorang mencegat jalannya .
" hei , kalau jalan lihat ke depan jangan nunduk " Ucap seseorang itu yang ternyata adalah Aldy .
Nada mendongak dan di pandangilah sosok laki-laki itu .
" ada apa " ucap Nada malas sambil melangkahkan kakinya perlahan .
" loe kenapa ? " tanya Aldy .
kini keduanya terlihat berjalan berdampingan .
" ngga , gue baik "
" pacar loe mana....? "
" kenapa..... ? " tanya Nada balik dan Aldy malah tersenyum .
" kenapa loe , ada yang lucu " ucap Nada lagi .
" loe bahagia ? " tanya Aldy spontan . dan Nada menatapnya sesaat .
" pertanyaan loe tuh aneh " jawab Nada yang malah membuat Aldy makin tertawa .
" hahahahaha "
" heh..... loe tuh kenapa ......? " tanya Nada makin bingung .
" gue ..... ? gue bingung aja, gue nanya tapi loe malah jawabnya kayak gitu , seakan loe ngga siap sama pertanyaan gue . kenapa ..... ? pertanyaan itu wajarkan . kalau loe bahagia kenapa harus berkata lain . kalau bahagia ya bahagia aja ngga usah berkata lain selain kata itu . " Ucapa Aldy malah membuat Nada untuk sesaat terdiam dan terlihat seakan sedang berpikir .
" gue bahagia cuman belum seutuhnya " Ucapnya dalam hati . sambil menatap Aldy dan memperlihatkan senyum di wajahnya .
" loe sahabatnya Al tapi Al tidak pernah cerita tentang loe ke gue " Ucap Nada spontan . dan kini giliran Aldy yang menghentikan langkah kakinya . Nada yang menyadari hal itu , dia pun berbalik badan dan berkata .
" hei ..... ngapain loe di situ . sini ......" Ucap nya sambil memanggil Aldy .
semenjak pertengkaran itu , Nada dan Aldy hubungannya makin baik . Aldy tau ada sesuatu yang terjadi tapi dia juga tau sesuatu itu akan menyakiti Nada jika Nada mengetahuinya dan sekarang dia lebih memilih untuk diam dan membiarkan semuanya berjalan sesuai apa adanya . karena bagi dia , kebahagiaan Nada itu lebih penting dan sebenarnya cinta itu bukan karena kita memilikinya melainkan karena kita memiliki dunianya .