
.
.
" woe ... woe.... ada yang lagi berantem tuh di kantin...... !! " ucap salah satu murid di kelas memberi tau .
semua murid pada lari menuju ke kantin sementara itu Nada , Rara dan Tata hanya melihat sekilas kemudian kembali mengerjakan tugas yang di berikan pak agung kepada mereka, berhubung pak agungnya lagi keluar sebentar dan hanya sempat memberikan tugas kepada murid-murid .
beberapa murid yang tidak ada guru di kelas semuanya pada lari ke kantin, termaksud beberapa murid dari kelas Nada .
Dengan berlari sangat cepat terlihat salah seorang murid masuk ke kelas Nada sambil ngos-ngosan .
" Nad ..... , Nad.... " ucap akil salah seorang teman sekelas Nada sambil mencoba menarik napas kembali .
" Nad..... Al sama Deva lagi berantem di kantin " sambung Akil yang langsung membuat ketiganya spontan berdiri dan langsung berlari menuju kantin .
Sesampainya di kantin Nada melihat beberapa murid mencoba melerai perkelahian itu namun tetap saja keduanya tetap berkelahi sampai pada saat Al ingin memukul Deva dengan spontannya tangan Al terhenti karena Nada yang tiba-tiba berdiri tepat di depan Deva .
" loe kenapa ..... ! kenapa berhenti ! " ucap Nada lantang sambil menatap lekat mata Al .
Al menatap Nada sekilas kemudian dia berjalan pergi meninggalkan kantin dengan menunjukkan wajah kekesalannya .
******
" Dev..... , loe kenapa sih pake acara berantem sama Al , loe ngga sayang apa sama wajah loe , coba deh loe lihat wajah loe udah babak belur kayak gitu " ucap Nada sambil terus membersihkan wajah Deva yang di penuhi dengan darah yang mengalir dari luka-luka kecil di wajahnya .
sementara itu Tata dan Rara hanya memperhatikan keduanya . Namun deva sesekali terlihat melirik ke arah Tata .
*******
Bel pulang berbunyi Tata langsung bergegas pergi meninggalkan kelas .
" Nad....Ra..., gue duluan ya..... " ucap Tata berjalan pergi .
Tata berjalan pergi menghampiri Deva yang saat ini terlihat sendirian di dalam Ruang osis .
" Dev..... , " ucap Tata yang langsung membuat Deva terkejut dengan kedatangannya Namun Deva sama sekali tidak menghiraukan keberadaan Tata .
" Dev... gue perlu ngomong sama loe " ucap Tata sekali lagi Namun lagi-lagi Deva tidak menghiraukannya Deva terus saja membersihkan buku-buku yang berceceran di atas meja .
" Dev .... loe kenapa sih ..... kenapa loe pake acara berantem sama Al , Dev.... ini tuh bukan loe banget . Deva yang gue kenal tuh bukan kayak gini " ucap Tata lantang dan kali ini dia benar-benar mendapat respon dari Deva .
" Terus .... ! " ucapnya datar sambil menatap tajam mata Tata .
" Dev ..... loe kenapa sih .....kenapa loe jadi berubah kayak gini " ucap Tata mencoba menarik pergelangan tangan Deva namun tanpa aba-aba Deva malah balik menarik tangan Tata dan menyudutkannya ke tembok .
mulutnya Seperti terkunci Tata hanya terdiam melihat pergerakan cepat yang di tunjukan Deva kepadanya .
" maksud loe .... ! gue berubah gitu..., eh... Ta.... yang berubah tuh loe....! loe yang buat gue kayak gini....! emangnya loe ngga sadar apa ! semua ini gara-gara loe ! " ucap Deva yang kini mulai kehabisan kata-kata dan dia pun melepaskan genggaman tangan Tata . sesaat Tata terlihat terdiam kemudian dia kembali berkata .
" Dev .... , gue ngga ngerti sama semua omongan loe " ucap Tata bingung .
" Ta....DIAM ! gue bilang D..I..A..M..... !! " ucapnya sambil menunjuk .
" Dev .... "
" Ta....gue bilang diam ya diam " kali ini dengan nada suara yang makin di tinggikan .
" Dev .... "
" Tata ..... loe benar-benar ya ....! "
kali ini Deva terlihat kembali mendorong tubuh Tata sampai ke Dinding sambil menatap lekat mata Tata , Deva berkata .
" Ta.... jujur, gue benar-benar Ngga tau sama perasaan gue sendiri tapi yang gue tau saat ini gue pengen lindungi Nada , Ta.... seperti ucapan loe beberapa bulan yang lalu saat di kafe , loe ngga lupa kan ...? loe bilang sama gue kalau loe Ngga bisa karena loe ngga mau lihat Nada sedih karena hubungan kita berdua , loe masih ingat itu kan .... dan saat ini gue benar-benar mau jagain dia seperti ucapan loe waktu itu . apalagi semenjak kecelakaan itu gue jadi benar-benar pengen jagain dia dan gue harap loe baik-baik saja sama seperti apa yang loe perlihatkan selama ini " Ucap Deva dan air mata membayang di matanya lalu ia berjalan pergi keluar dari ruang osis sementara itu setelah mendengar semua perkataan Deva , Tata terlihat terdiam seperti mematung sama seperti Deva , Tatapun meneteskan air mata bahkan sekarang dia tampak sangat terpukul dengan apa yang di ucapkan Deva .
Untuk sesaat Tata terdiam kemudian dia mencoba berlari mengikuti langkah Deva Namun sosok yang di lihatnya tadi itu sudah hilang dari pandangannya .
.
.
Tata mengingat semua perlakuannya selama ini kepada Deva . selama ini Tata mendiami Deva karena suatu alasan yang bagi deva adalah sebuah alasan yang di buat-buat .
Dia benar-benar ngga sadar kalau dalam diamnya itu tersimpan bumerang di hati seseorang .
Dia bukannya menolak hanya saja dia lebih memilih untuk mencintai dalam diam dari pada harus menyakiti sahabatnya tapi dia sendiri lupa kalau sebenarnya ada orang lain yang juga merasa terluka dengan keputusannya itu dan seseorang itu adalah Deva .
*******
jawabanmu ingin ku dengar tapi bukan itu.....,
tidakkah semua terasa sulit tapi kenapa begitu gampang kau ucapkan .....,
kata itu .... kenapa .... ?
kenapa itu harus terucap dari bibirmu ......,
dari semua ucapanmu yang menykitiku bukanlah jawabanmu melainkan ucapanmu yang mendoakanku agar baik-baik saja .
aku .....
sekali lagi aku merasa terluka dalam diamku .
.
.
Di sudut tempat di suatu taman terlihat seorang perempuan sedang duduk di ayunan sambil sesekali menggoyakan ayunannya , perempuan itu masih memakai seragam sekolah lengkap dengan tas di punggungnya .
" hey.... sendiri .....? " tanya Rio yang kini berada tepat di samping Tata yang terlihat sedang berada di ayunan juga .
suara Rio cukup membuat Tata kaget. dengan ekspresi kaget yang terlihat jelas di wajahnya,Tata pun membalas perkataan Rio dengan senyuman simpul .
untuk beberapa menit suasana menjadi hening tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya , yang terdengar hanyalah hembusan angin yang sempat membuat Tata merasa kedinginan .
" hm balik yuk " ucap Tata yang kini terlihat berdiri sambil menatap laki-laki yang sedari tadi menemaninya dan Rio pun hanya mengangguk mengiyakan .
karena rumah mereka berdua yang berdekatan membuat keduanya berjalan bersama .
Kini Tata terlihat berjalan di depan dan Rio pun mengikuti langkah perempuan yang berada di depannya dari belakang .
Suasana pada malam itu tanpa bintang namun juga tak hujan yang ada hanyalah suara angin yang seakan terus mengikuti keduanya . Di trotoar terlihat dedaunan berjatuhan dari pohonnya .
" Rio .... " ucap Tata yang kini berjalan di sudut trotoar sambil merentangkan kedua tangannya .
" yo .... loe ingat ngga kapan terakhir kita berdua jalan bareng " ucap Tata membalikkan badannya tapi masih dalam posisi yang sama dan Rio pun merespon balik dengan senyuman tanpa berkata apa-apa .
" yo.... " tiba-tiba ucapan Tata pun terhenti .
" eh.... Ta.... hati-hati dong " ucap Rio yang dengan reflekanya langsung menarik tangan Tata yang hampir saja terjatuh dan kini Tata berada di pelukannya .
" loe .... tuh ya... ngga bisa apa buat gue ngga khawatir " ucap Rio spontan yang langsung membuat suasana menjadi hening untuk sesaat .
" hm Ngga , maksud gue loe tuh kalau jalan hati-hati " ucap Rio yang terlihat gagap sambil mencoba melepas pelukannya , Namun saat Rio mencoba melepas pelukannya di lihatnya wajah Tata sudah di penuhi dengan air mata .
Rio terlihat kikuk dia tidak tau apa yang harus di lakukannya . kepalanya terus di penuhi dengan berbagai macam pertanyaan .
" aduh gue harus gimana nih .... gue pengen meluk loe .... tapi gue takut entar gue salah lagi ... "
pokoknya saat ini Rio terlihat bimbang dia benar-benar tidak tau harus berbuat apa , sementara perempuan yang sedang berada di hadapannya kini terlihat menangis dan saat Tata ingin melangkahkan kakinya berjalan pergi, tiba-tiba dengan refleksnya Rio menarik pergelangan tangan Tata dan untuk kedua kalinya Tata berada di pelukan Rio .
***
" untuk kesekian kalinya gue harus lihat loe kayak gini , menangislah jika itu bisa membuat loe baikan tapi cukup untuk hari ini " ucap Rio dalam hati