
.
.
Al menatap tajam mata Nada kemudian dia berkata .
" Nad .... ," Ucap Al yang langsung mendapat respon tamparan dari Nada dan Al pun menatapnya lagi .
Al terlihat menunduk kemudian dia mencoba memandang lagi wajah perempuan yang kini berada di depannya .
Al sempat meringis kesakitan namun kemudian dia mencoba buang jauh-jauh emosinya itu .
" Nad .... " belum lagi Al melanjutkan ucapannya tiba-tiba saja Nada ingin menampar wajah Al untuk ketiga kalinya namun di tepis oleh Al kini kedua tangan Nada sudah berada di genggaman tangan Al .
" loe ..... " ucap Al singkat sambil memandang lekat mata Nada dan mata Nada pun terlihat berair dan itu yang membuat Al kesal sampai akhirnya dia memutuskan untuk melepaskan genggaman tangan Nada dan mencoba berjalan pergi .
Namun saat Al membalikkan badannya dan melangkah pergi tiba-tiba saja dia mendengar suara tangisan dari seseorang yang berada di belakangnya dan suara itu nampak semakin besar Namun Al tetap saja berjalan pergi sampai pada saat dia berada di tangga , dia mendengar suara rintihan hujan yang mulai berjatuh lagi setelah tadi sempat berhenti .
" aaahhhh ..... " Al meringis kesal karena dia tau seseorang yang berada di atap itu phobia sama hujan .
memang terdengar aneh masa ada orang yang phobia sama hujan tapi hal itu yang di yakini Al karena setiap kali hujan dia melihat Nada selalu merasa kesulitan bahkan bisa membuatnya pingsan dan hilang kendali dan hal itulah yang tanpa di sadarinya selalu membuat dia teringat akan Nada dan selalu perduli sama perempuan itu .
Ternyata Dugaan Al benar .
Seperti kejadian yang sudah-sudah namun kali ini tidak sampai membuatnya histeris atau pingsan yang ada dia malah terlihat berdiri terdiam menunduk seperti mematung , lain dari yang sebelumnya hal ini malah membuat Al Takut . takut bukan karena dia akan membuat heboh seisi sekolah lagi jika melihat mereka berdua bersama . Namun dia takut karena perempuan yang sedang di pandanginya ini terlihat aneh .
memang ada sedikit perasaan takut di dalam hatinya tapi Al mencoba memeberanikan diri untuk mendekati Perempuan yang sedari tadi hanya terdiam .
Perlahan Al melanglahkan kakinya berjalan ke tempat di mana Nada berada .
Saat ini Al terlihat sudah berada tepat di depan Nada . Al menarik napas perlahan kemudian menghembuskannya lagi , belum lagi Al mengeluarkan kata pertama tiba-tiba Nada mengangkat wajahnya dan di pandanglah sosok laki-laki yang di depannya dengan seksama . dia terlihat begitu serius memandang sosok laki-laki itu seperti ada sesuatu yang di carinya tapi entah apa itu .
" Kamu .... ! " ucapnya Datar sambil terus memandang Al .
Al tercengang kaget ketika mendengar perkataannya . kemudian keduanya terdiam untuk beberapa menit namun masih saling menatap .
Entah apa yang sedang terjadi tapi kini Nada mulai masuk lagi ke lorong-lorong masa lalu yang masih terlihat samar-samar baginya dan untuk kesekian kalinya Nada merasa kakinya mulai lemas dan Al yang melihat gerakannya itu akhirnya secara spontan dia pun langsung menolong Nada yang terlihat hampir jatuh .
kini mereka berdua dalam posisi seperti berpelukan dan saling menatap .
Dengan tatapan sayu Nada berkata .
" Lepas .... " Ucap Nada sambil mencoba melepas tangan Al dari badannya .
Al tidak merespon perkataan Nada dan dia pun masih dalam posisi yang sama .
" gue bilang lepasin gue ! " Ucap Nada sekali lagi Namun tak mendapat respon dari Al Dan kali ini Keduanya dalam keadaan sama-sama keras kepala .
" gue bilang lepasin gue! LEPASIN GUEEEE ! " kali ini Nada terlihat memberontak sambil terus berusaha melepaskan diri dari pegangan Al Namun Al Sama sekali tidak melepas pegangannya , sambil menatap mata Nada, Al berkata .
" Diam ! gue bilang Diam ! " bentak Al .
" loe kenapa sih , apa yang terjadi sama loe ! kenapa loe kayak gini ! " Ucap Al kesal .
" gue ngga tau gue punya salah apa sama loe , ya .... mungkin dulu awal pertemuan kita tidak menyenangkan dan gue pernah marah-marah sama loe tapi itu dulu dan gue udah ngelupain semua itu "
" loe ! " Ucap Nada singkat .
" semua gara-gara loe ! "
" loe yang udah buat gue kayak gini "
" iya loe , loe yang udah buat gue harus mengalami mimpi buruk setiap harinya , loe yang udah buat gue jadi bahan gosip di sekolah ini , loe yang udah buat gue di benci sama fans loe dan seolah-olah gue ngerebut loe dari mereka trus loe juga yang udah buat gue harus mengalami hal-hal aneh dan salah satunya ini, DAN SATU LAGI ,SEMENJAK LOE HADIR DALAM HIDUP GUE . GUE JADI SEMAKIN SIAL "
" Gue ?! " Ucap Al bingung .
" iya ! loe , loe dan loe ! loe yang udah buat gue jadi kayak gini ! jujur gue sendiri ngga ngerti sama apa yang terjadi sama gue tapi kenapa gue harus merasa sesakit ini , gue merasa sesak seakan gue susah untuk bernapas " Ucap Nada sambil meneteskan Air mata .
Seperti dinginnya Air hujan yang masuk sampai ke tulang-tulang seperti itu pula dia harus berjuang melawan sakitnya .
" loe , gue benci banget sama loe "
" loe , loe yang waktu itu nolongin gue juga kan , saat di lampu merah itu " Ucap Nada lagi dan kali ini dia terlihat seperti kehabisan nafas dan akhirnya dia pun pingsan .
tak ada pertemuan yang kebetulan yang ada adalah pertemuan yang sudah di atur dan itu di namakan takdir .
*******
Di sudut tempat duduk samping pintu terlihat seorang pria sedang duduk dengan posisi wajah yang menunduk dan kedua tangan yang menutup wajahnya . pria itu nampak seperti menahan kekesal dan amarahnya . dalam kekesalannya terlihat seorang Pria parubaya menghampirinya .
" Mas .... "
" oh iya dok , gimana keadaannya " ucap Al spontan dan langsung berdiri .
" oh .... dia baik-baik saja mungkin dia hanya sedikit demam " Ucap dokter memberitahu .
" oh ... oke , makasih dok "
" iya mas , kalau gitu saya pulang dulu ya .... " Ucap sang dokter yang tak lain adalah dokter pribadi keluarganya .
Perlahan Al berjalan mendekati perempuan yang kini terlihat sedang terbaring lemas tak berdaya di atas tempat tidur miliknya .
" loe kenapa sih .... " Ucap Al lirih .
" kenapa sekarang gue ngerasa gue seperti terikat sama loe , gue ngga tau apa itu tapi yang jelas saat ini loe udah buat gue makin penasaran akan diri loe yang sebenarnya " Ucap Al tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun .
" h....um... " Nada terlihat seperti mengingau dan mengkerutkan dahinya . Al yang melihat kejadian itu pun langsung meletakkan jari telunjuknya di tengah-tengah keningnya Nada .
" apa yang sedang loe mimpikan sih sampai membuat loe ketakutan begitu " Ucap Al pelan sambil terus memandang Nada .
" ahh .... hum.... " Ucap Nada lagi .
Al yang melihat kejadian itu pun dengan spontannya langsung mengenggam tangan Nada dan dia pun mencoba menenangkannya .
" hus... hus ... hus ( seperti bersiul ) "
" semuanya baik-baik saja "
" gue pikir , gue adalah orang yang paling ngga beruntung karena gue udah di tinggalin sama seseorang yang gue sayang Namun di bandingkan gue ternyata loe yang paling tersiksa, gue harap loe bisa maafin gue " Ucapnya dalam hati .
" dulu gue pernah terpuruk sampai membuat gue menghindari segala hal tentang dia dan karena itu gue bersikap dingin seperti ini "
terkadang ada sebagian orang yang berusaha ingin terlihat tegar di depan orang lain padahal dia sendiri berada dalam keadaan yang sangat rapuh .
.
.
Jika lorong waktu itu ada aku ingin kembali ke masa itu masa di mana aku tidak pernah merasakan sakit seperti ini .
by : Nada .