
Nada Langsung mematikan handphonenya ketika untuk pertama kalinya lagi dia mendengar suara yang sudah lama tidak di dengarnya .
.
aku tidak tau apa yang sedang ku rasakan tapi kamu tau ....? kamu adalah sumber inspirasi dalam menulisku dan kamu sudah berhasil membuat aku jatuh cinta , aku adalah salah seorang penggemar yang diam-diam sangat jatuh cinta dengan suaramu dan semua saran dan masukan yang kamu berikan kepada setiap penggemarmu . entah sejak kapan kamu menghilang tapi yang jelas saat ingin ku dengar lagi suaramu kamu sudah menghilang . aku berharap kabut gelap itu segera pergi dari kamu .
.
.
.
Nada menjatuhkan handphonenya ketika suara yang bersumber dari radio itu di dengarnya lagi .
Bagaikan angin Nada merasa Rindunya kini sudah tersampaikan .
" Dj Bin...tang.....? " Ucap Nada gagap ketika mendengar suara yang bersumber dari radio itu .
****
" woi .... Ngelamun aja .... awas ke sambet loh " Ucap Rara yang tiba-tiba datang mengagetkan Nada Namun tak ada respon darinya .
" hey.... serius amat muka loe "
" lagi mikirin apa sih " Ucap Rara lagi .
" hmhm .... o iya semalam loe kenapa sih langsung matiin telpon gue , Ngga sopan tau " Ucap Rara Ngambek Namun Nada masih saja terpaku dengan lamunannya .
" Ni anak lagi mikirin apa sih " Ucap Rara dalam hati sambil memandang sahabatnya .
" hmhm Ra loe tau Ngga.... , hmhm ngga jadi deh " Ucap Nada yang langsung menghentikan ucapannya .
" iiiih loe kenapa sih .... Aneh banget Tau ... ! "
" gue udah dengerin dengan seksama, eh .... loe nya yang malah ngga jadi cerita " Ucap Rara kesal .
******
Di samping jendela di dekat tumpukan buku nampak seorang perempuan sedang duduk dan menyandarkan tubuhnya ke tembok . saat itu yang terlihat sesekali dia memalingkan pandangannya ke luar ruangan kemudian untuk beberapa menit dia mulai terpaku lagi dengan lamunannya .
Dari penampilannya dia amat sedikit terpengaruh dengan apa yang di dengarnya semalam .
" gue yakin dia itu Bintang , Bintang si penyiar itu " Ucap Nada mencoba mengingat kembali suaranya .
Nada terlihat menempelkan wajahnya di Meja yang seharusnya menjadi pengalas untuk dia menulis di bukunya .
Dia terlihat berpikir keras sambil memejamkan matanya dia mencoba meresapi dan masuk kembali ke lorong-lorong masa lalu untuk bisa mendengar kembali Suara yang dulu sangat di sukainya .
Suaranya terdengar samar-samar .
Di dalam ingatannya terdengar suara ketawa dari keduanya yang saling berinteraksi , mereka terdengar cukup akrab Namun tiba-tiba Ingatan itu menghilang dan membawanya pada satu tempat di sebuah jalan Raya dan di sana dia nampak sendiri dan tiba-tiba saja sebuah mobil melaju dengan cepatnya mengarah ke dia dan....Nada pun terbangun dari mimpinya .
" aaaaah .... " Nada terbangun dari tidurnya sementara itu dia terlihat berkeringat dan matanya berair, dia terlihat seperti ketakutan dan di lihatnya di luar jendela sedang hujan deras , Nada mencoba menenangkan dirinya sementara itu di tempat lain nampak seseorang sedang memperhatikannya dan akhirnya mereka berduapun saling bertatapan Namun tatapan dari sosok laki-laki itu nampak dingin kepadanya Namun Nada tak menghiraukan tatapan itu dan akhirnya dia memutuskan untuk melangkahkan kakinya pergi dari perpustakaan Namun belum lagi melangkah keluar Nada sudah jatuh tergeletak di samping kursi yang tadi di dudukinya .
langsung saja sosok yang tadi di lihat Nada dengan spontannya langsung mengangkatnya dan segera membawanya ke UKS .
**************
Di ruang UKS Rara dan Tata sudah berada di samping Nada . Dengan wajah yang tegang keduanya saling bertukar pandang.
" Nad , udah jagan bangun dulu " Ucap Rara ketika melihat Nada yang mencoba bangun dari posisi tidurnya .
Nada nampak terdiam , dia hanya terlihat menatap kedua sahabatnya .
Tata dan Rara juga nampak saling bertatapan karena melihat Nada yang nampak terdiam sambil mencoba memalingkan pandangannya dari kedua sahabatnya .
Dalam diamnya Nada teringat akan kejadian tadi waktu di Perpustakaan .
" Tatapan itu .... ? " Ucap Nada pelan .
" BTW siapa yang bawa gue ke sini " Ucapa Nada to the poin .
" Al... " Ucap Rara singkat dan Nada hanya berpikir sesaat kemudian dia mengangguk .
"hmhm " Nada mencoba bangun dari tidurnya , kini dia sudah terlihat berdiri .
Kedua sahabatnya sudah mencoba membujuknya untuk berbaring sebentar tapi itulah Nada sosok Cewek yang tak ingin terlihat lemah di mata orang . saat mereka ingin keluar Ruang UKS tiba-tiba saja terdengar suara bel berbunyi dan tandanya pulang .
" Nad , loe mau kemana ? " Tanya Tata yang langsung memberi tas kepada Nada .
" Ngga .... gue ada urusan bentar " ucap Nada yang langsung berjalan pergi meninggalkan kedua sahabatnya .
Nada berjalan pergi ke kelas Al .
" kak .... lihat Al ngga ! " tanya Nada kepada salah satu kakak kelas yang berada di dalam kelas .
" Oh .... Al , tadi kayaknya dia ada di lapangan basket deh kalau ngga salah" ucap salah satu kakak kelas .
" oh.... makasih " ucap Nada sambil memperlihatkan senyum di wajahnya sembari berjalan pergi meninggalkan Ruang kelasnya Al .
Nada terlihat berjalan melewati lorong demi lorong koridor sekolah sampai pada saat dia sudah mulai melihat pintu masuk ruangan basket kakinya pun terhenti untuk sesaat . Dalam diamnya dia mulai mengumpulkan kembali tenaga yang mulai menghilang .
Kini Nada sudah berada di pintu masuk Lapangan basket di lihatlah sosok yang di carinya sedang asyik duduk sambil bercanda-canda dengan rekan yang lainnya , sepertinya mereka baru saja habis latihan .
Dengan mengumpulkan tenaganya Nada berjalan pergi ke tempat di mana Al berada .
pada saat Nada sedang berjalan menuju tempat di mana Al berada semua mata tertuju pada Nada Namun Nada sama sekali tidak menghiraukan tatapan yang di berikan anak-anak lain ke padanya , kini Nada sudah berada tepat di depan Al .
Al yang terlihat sedang duduk akhirnya berdiri ketika melihat Nada sudah berada di depannya , Dengan wajah yang masih nampak pucat Nada menatap lekat mata laki-laki yang kini sedang berada di depannya .
" Plakkkkkkk " Nada mendaratkan sebuah tamparan keras di wajah Al .
Nada terlihat menampar Al dan semua mata kini tertuju pada mereka berdua termaksud murid-murid yang terlihat sedang menonton latihan mereka yang notabennya adalah rata-rata penggemarnya Al . sementara itu Al hanya terdiam sembari terus memandang sosok cewek yang kini berada di depannya dengan tatapan tajam .
Untuk sesaat mereka berdua nampak terdiam kemudian Nada mencoba melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat di mana Al berada , Namun usahanya untuk pergi malah di cegah oleh Al dan kini dia terlihat memegang pergelangan tangan Nada .
Nada pun mencoba melepaskan tangan Al namun usahanya tak berhasil dan kini Al terlihat sangat kesal begitu juga dengan Nada yang terlihat kesakitan karena genggaman Al .
Kini Al terlihat berjalan pergi keluar ruangan lapangan basket sambil terus memegang erat tangan Nada yang kini terlihat mulai menjerit karena merasa kesakitan .
Kini mereka berdua sedang berada di atap sekolah .
sesampainya di atap sekolah Al langsung menyandarkan tubuh Nada ke tembok dan terlihat masih menggenggam tangan Nada .
Kini wajah keduanya kurang dari satu jingkal sampai Nada pun dapat merasakan hembusan Nafas Al .
Al mencoba mengatur Nafasnya sebelum ia harus mulai berbicara lagi ke pada perempuan yang berada di depannya .
Al menatap lekat mata Nada dan Nada pun juga terlihat menatapnya kemudian saat Nada ingin berbicara, Al dengan cepatnya langsung memotong ucapannya dengan cara medekatkan jari telunjuk di bibirnya dan seketika Nada pun terdiam untuk sesaat suasana menjadi canggung Namun Al nampak tidak melepaskan genggamannya .