
****
Tak teras, sudah beberapa hari ini gue ngga bertemu dengan Al . gue maklumilah soalnya sekarang ini dia lagi sibuk dengan nilai-nilainya karena berhubung bentar lagi ujian kelulusan jadi dia agak sedikit sibuk, dan otomatis intensitas pertemuan kita pun akhirnya jadi berkurang tapi walaupun begitu , nyatanya dia masih sempat-sempatin ucapin selamat malam menjelang tidur walaupun bukan dengan suara melainkan lewat sms tapi hal itu yang masih jadi favorit gue , dan nyatanya gue jadi terbiasa dengan ucapan menjelang tidur itu .
Al Giovani , dia adalah sosok yang selalu buat hidup gue jadi tambah indah dan menarik. walaupun terkadanag dalam setiap perjalanan pasti akan selalu ada lika-likunya dan itulah yang membuat semuanya menarik karena kalau tidak ada lika-likunya maka akan datar-datar saja dan itu tidak menarik dan tidak berwarna . bukankah hidup itu harus penuh warna dan Al membawa warna baru dalam hidup gue .
*****
" yeah......asyik , coba aja setiap hari kayak gini pasti senang banget . iya ngga " Ucap Tata tersenyum bahagia saat pak Adi memberikan pengumuman pulang padaahal waktu baru menunjukkan pukul 09:45 pagi .
" loe pikir nih sekolah punya bokap loe apa ! ini juga kalau bukan karna guru-guru pada mau rapat pasti kita ngga bakal di suruh pulang . " Ucap Rara mematahkan kesenangan Tata .
" yeh.... biasa aja dong " ucap Tata .
" eh BTW kita mau kemana nih..... " ucap Tata lagi .
" kita ke toko buku aja yuk, soalnya gue lagi mau nyari buku untuk baca-baca " ucap Nada .
" oke , kita ke situ aja. soalnya gue juga lagi mau nyari alat untuk menggambar . " Ucap Rara .
" oke , kita ke situ tapi nanti kita mampir makan ya......" Ucap Tata tersenyum .
" loe tuh kalau soal makan juaranya " timpal Rara lagi .
" yeh.... sirik aja loe " Ucap Tata lagi .
" udah....udah kalian berdua tuh kerjaannya berantem mulu " Ucap Nada melerai .
*****
Saat ini Nada terlihat sedang berdiri sambil membaca salah satu buku yang terpajang di salah satu rak buku di toko tersebut . sementara Tata dan Rara juga terlihat lagi sibuk dengan kegiatannya mereka sendiri .
setelah memilih-memilih akhirnya dia ketemu dengan salah satu buku yang menurutnya sangat menarik .
" Garis Waktu , sebuah perjalanan menghapus luka . FIERSA BESARI " dari cover depannya saja sudah berhasil mencuri perhatian Nada .
" KETEMU .....!!! " teriak Nada spontan sambil memegang buku tersebut yang menurutnya sangat menarik . tanpa di sadari semua mata kini tertuju padanya dan dia pun menjadi salah tingkah .
" maaf......maaf...." ucapnya kepada beberapa orang yang sedang melihatnya dengan wajah kebingungan. sambil berjalan menuju tempat di mana kedua temannya berada .
" loe kenapa .......?" Ucap Tata tersenyum ketika Nada sudah berada di depan mereka .
" gue baru sadar ternyata ada orang yang lebih gila lagi dari pada gue....." Ucap Tata lagi .
" nih gue udah ketemu sama buku yang mau gue baca " Ucapnya sambil memperlihatkan buku karya FIERSA BESARI kepada kedua sahabatnya .
****
kini ketiganya sudah terlihat berada di sebuah tempat makan .
" Nad, makan dulu gih ...... setelah itu baru lanjut bacanya " Ucap Rara memberi tahu .
" iya Nad , makan dulu gih " sambung Tata .
dan Nada hanya tersenyum sembari meletakkan buku yang baru saja di belinya di atas meja makan .
Dalam setiap acara makan pasti ada aja hal yang menjadi topik pembicaraan begitu pun juga bagi ketiganya , tapi bagi ketiganya mereka lebih suka membahas tentang diri mereka sendiri dari pada harus membahas tentang orang lain atau menggosipkan orang lain sebab itu tidak ada faedahnya dan malah menambah dosa .
" eh..... gimana hubungan loe sama Rio , gue dengar kalian berdua lagi dekat ya......" Ucap Nada spontan yang malah membuat Tata keselek mendengar pertanyaannya . dan Rara hanya tersenyum .
" hati-hati loh makannya " Ucap Rara sambil menyodorkan minuman kepada Tata .
" Nad , loe gimana sih . tuh coba loe lihat dia jadi salting kan ...... " Ucap Rara yang tak henti-hentinya mengejek Tata . dan Tata pun hanya terdiam sambil melihat kedua sahabatnya yang kini sudah terlihat menunggu jawaban darinya .
" baik...." Ucap Tata singkat .
" baik, apanya yang baik " Ucap Nada menggoda .
" oh.....hubungannya ya..... yang baik " timpal Rara yang kembali menggoda .
" NGGA !!!!! Aduh...... gimana nih pokoknya gue susah ngejelasinnya " Ucap Tata yang sudah mulai pusing sendiri .
dan kedua sahabatnya serentak tertawa terbahak-bahak .
" hahahaha aduh..... sumpah coba tadi di rekam ekspresi muka loe , pasti loe sendiri bakal ketawa sama kayak kita....." Ucap Nada lagi .
ketika ketiganya sedang menikmati minuman tiba-tiba saja dengan spontannya Tata berkata .
" Rio.... dulu ngga pernah terbesit di kepala gue , kalau gue bakal sedekat ini sama dia . kita berdua memang tinggal searah bahkan tetanggaan dan kita berdua juga tumbuh dan besar bersama , tapi....gue ngerasa kita berdua tuh ya hanya sebatas itu doang...... sebatas tau nama dan tau kalau gue hanya tetangga dia . karena dulu saat duduk di bangku SMP gue ngerasa kita itu makin jauh dan pada akhirnya memang jauh tapi ternyata tanpa sepengetahuan gue ternyata diam-diam dia selalu merhatiin gue . sampai pada akhirnya.....ada satu kejadian yang di mana buat kita berdua menjadi dekat lagi dan ya..... sampai sekarang ini . pokoknya semuanya berjalan sesuai apa adanya aja ...... dan gue harap ke depannya akan semakin membaik . " Ucap Tata cerita panjang lebar dan kedua sahabatnya pun setia mendengar .
" trus hubungan kalian berdua tuh apa ...... apa udah ada Namanya atau gimana..... " tanya Rara mencoba mencari tau .
" maksud loe , nama apa sih " ucap Nada mengejek .
" oh.... kalau itu sih ..... seperti yang gue bilang tadi , biarlah semua berjalan sesuai apa adanya toh kalau emang kita berdua berjodoh sejauh apa pun gue pergi tetap gue juga bakal kembali kepadanya . and bagi gue status dari sahabat menjadi pacar itu ngga penting yang penting itu status dari teman menjadi halal dan sah alias suami istri gitu "
" aduh......pusing....pusing....pusing....., mulai deh ......" ucap Rara yang mulai gerah mendengar ucapan sahabatnya, Tata .
" iya deh tau..... mentang-mentang gue single " mendengar Ucapan Rara ketiganya pun tertawa serentak .