The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
part 3



" Nad ..... "


teriak seseorang dari belakang .


Nada terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan itu . Nada masih ragu untuk membalikkan badannya karena nada takut suara itu berasal dari Al . Laki-laki yang tiga hari lalu membuatnya malu di depan semua orang .


Nada terus melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah dan sosok yang meneriakinya masih mengikutinya dari belakang hingga saat nada ingin melangkah sosok laki-laki itu mencegat jalannya . Kini laki-laki itu sudah berada di depannya dan langkah nada pun terhenti . sambil menunduk malas Nada menghembuskan nafasnya . Dalam hati ia berkata " aduh siapa lagi nih " dengan ragu nada mendongak dan di dapatilah sosok yang sangat di kenalnya .


" Deva ....... " Ucapnya tersenyum dan langsung memeluk sosok yang berhasil membuatnya terkejut.


Dan Deva pun  tersenyum sambil memeluknya .


" loe kenapa sih kok tadi muka loe di tekuk kayak gitu...... " tanya Deva .


" hmhm gue baik kok , Cuma lagi malas aja"


jawabnya sambil melangkahkan kakinya .


kini mereka berdua berjalan berdampingan menuju ke kantin .


" kok malas .... biasanya juga semangat "Ucap Deva.


" gimana ngga malas kalau sepanjang jalan semua mata tertuju ke gue . Tuh loe liat aja sendiri " ucapnya makin malas .


malas karena dia akan membahas soal Al , laki-laki yang sudah berhasil membuat dia jadi bahan perbincangan di seantero sekolah .


" oh iya .... gue dengar dari anak-anak kalau loe punya masalah sama dia. Eh...siapa tuh namanya.... " Ucap Deva mikir .


" Al.... " Ucap nada singkat. Tambahnya.


" bukan gue yang punya masalah sama dia Tapi dia yang punya masalah sama gue !! " . ucap Nada yang kini sudah berada di tempat duduk sambil melambaikan tangannya ke pada panjual .


" mas .... biasa ya .... gue Bakso Dan .... loe maunya apa ... ? " ucapnya bertanya pada Deva .


" mie ayam mas..... " ucap Deva memberi tau kepada si penjual .


" Terus .... " ucap Deva membuka pembicaraan yang tadi sempat terputus .


" terus apanya .... ? " jawabnya malas .


" yah...Ceritanya , kan gue belum dengar full nya " ucap deva penasaran.


" ah....enggak usah di bahas yah gw lagi malas .  Saat ini gue hanya berharap gue ngga bakal ketemu lagi sama tuh orang ! "


" kenapa ... ?" tanya deva .


" ya ... karena gue malas aja lihat tampang dia yang sok cool and tebar pesona banget , iii pokoknya gue ngga suka sama dia " ucap Nada memberi tau sambil mengulek-ngulek makanan yang sudah berada di depannya . Sementara Deva yang sedari tadi memperhatikannya hanya bisa tertawa geli .


" Dan gara-gara Dia juga gue jadi punya banyak hatters ! coba deh loe bayangin aja , semenjak kejadian itu gue di teror terus sama murid-murid yang lain . tiba-tiba saat gue masuk kelas gue udah lihat di atas meja ada beberapa kado bahkan bunga "


" bagus dong kamu di kasi kado " ucap deva sambil terus mengunyah makanannya .


" bagus itu , kalau kadonya isi coklat atau apalah itu tapi ini isinya malah boneka-boneka ngga jelas and pakai ada tulisan yang coba mengancam gue, trus bunga yang di kasi juga bukan bunga mawar atau melati melainkan bunga bangkai yang udah layu , sebenarnya sih ....gue ngga takut sama ancemannya mereka , cuma gue malas aja harus setiap hari bersihin kotoran yang entah datang dari mana " ucap Nada panjang lebar mencoba menjelaskan sambil menggebu-gebu .


sementara itu Deva hanya tertawa kecil sambil melihat tingkah Nada yang hampir keselek karena banyak ngomong .


" hahaha Nad , Nad .... hati-hati makannya "


Deva terus saja menertawai Nada .


" untung saja perasaanku sudah berubah " Ucap Nada dalam hati sambil tertawa kecil.


Devano adalah satu-satunya teman cowok yang berhasil mengambil hati Nada . Sayangnya rasa suka Nada hanya dia sendiri yang merasakannya karena ternyata diam-diam deva sudah menjatuhkan hatinya kepada Tata .


terkadang tanpa kita sadari rasa suka bisa datang karena adanya intensitas pertemuan yang hampir bisa di habiskan bersama dan bukan hanya itu , karena keseringannya bertukar pikiran tanpa di sadari kita sudah sangat nyaman kepada orang tersebut sampai mengakibatkan kita yang kadang salah presepsi akan perhatiannya ke pada kita dan itu pun yang di alami oleh Nada dan Deva .


Nada menyangka bahwa deva menyukainya karena keseringannya Deva memberi perhatian kecil kepadanya untung saja rasa suka itu tidak bertahan lama karena pada akhirnya Deva menceritakan satu hal terpenting dalam hidupnya dan hal itu pula yang menyadarkan Nada bahwa ternyata selama ini diam-diam Deva menyukai Tata .


" Nad , gue ... gue .... kayaknya gue suka deh sama teman loe " ucapnya Ragu .


bagaikan di sambar petir Raut wajah Nada berubah , dia merasa seperti sedang di tusuk-tusuk jarum .


dalam hati Nada berkata .


" what .... ! apa ... ! dia suka sahabat gue ... ? ya Allah .... cobaan apa yang engkau berikan sama gue " .


" Si...siapa ...." tanyanya Ragu .


" Tata " ucapnya to the point .


Untuk beberapa saat Nada terdiam rasa-rasanya seperti ada yang mencekik lehernya , Ia tak mampu berkata apa-apa ia hanya bisa terdiam memandangnya dan memberi senyum yang agak di paksakan .


Semenjak hari itu Nada jadi tau bagaimana rasanya mencintai seseorang dalam diam . Dan itu tidak enak.


Tapi itu dulu saat Nada belum mengetahui semuanya, sekarang setelah semuanya berlalu Nada jadi berterima kasih ke padanya . mungkin awal - awal hal itu sulit untuk ia terima tapi perlahan ia mulai kembali menata hatinya dan ternyata semenjak kejadian itu ia malah lebih terbuka padanya , ia lebih berani menceritakan apa yang membuatnya sedih dan senang . Ia malah sering berbagi ke padanya tapi kali ini ia lebih berhati-hati saja dengan perasaannya sendiri .


Devano , sosok laki-laki yang sampai sekarang masih menyimpan perasaan kepada tata , sosok laki-laki yang masih akan tetap menunggu .


" gue harap apa yang gue alami tidak di alami pula sama loe " ucap Nada sambil memandang Deva yang kini terlihat sedang lahap menikmati makanannya .


" eh ... Dev , loe baliknya kapan .... " tanya Nada yang kini terlihat sedang menikmati minuman es jeruk pesanannya tadi .


" Kemarin " jawabnya singkat .


" trus gimana kegiatanya "


" ya gitu ... asyik , Cuma ngga enaknya karena loe nya yang ngga ada di situ " ucapnya sambil tersenyum tipis .


" ya elah .... mulai lagi gombalnya "


ucap Nada sambil geleng - geleng kepala .


" abis .... kenapa loe ngga ikut sih .... , malah Echa yang ikut . "


ucapnya sambil sesekali menatap Nada .


" oh .... iya Echa , gara-gara dia tuh gue yang kena marah . kata Rara, Echa yang nulis artikel itu "


" tunggu dulu, gw jadi penasaran. emangnya apa sih isi artikel itu sampai dia segitu marahnya " tanya Deva yang makin penasaran.


" enggak tau deh, gw juga bingung sama tuh cowok tapi kalau di pikir - pikir tuh cowok emang enggak jelas sih, masa cuma gara - gara hal sepele itu doang dia marahnya selangit " ucap Nada tanpa disadari membahas kembali laki-laki itu .


Tanpa di sadari oleh Keduanya ternyata orang yang di bicarakannya itu sedari tadi ada di belakangnya Lagi mendengar semua percakapan mereka berdua .


" hei .... Al , kok cepat banget makannya "


terdengar suara dari belakang yang langsung menghentikan percakapan Nada Dan Deva . sementara itu Nada dan Deva saling menatap . Nada menengok sebentar dan raut wajahnya berubah lalu ia mencoba memberi kode ke pada Deva dengan cara memainkan bibirnya . sementara itu deva mengangguk tanda mengiyakan kalau laki - laki yang berada di belakangnya memang benar-benar Al cowok yang sedari tadi jadi bahan gosip keduanya.


Sementara itu Al berlalu pergi tanpa sepatah kata pun .


" Mampuslah gue ! " ucap nada sambil menepuk jidatnya .


" Dia itu benar - benar Al , Al yang tadi gue ceritain panjang lebar sama loe , Ya Allah .... kira-kira dia dengar ngga ya...." sambungnya sambil menengok ke belakang , menatap sosok laki-laki yang sedang berjalan tadi sampai sosok itu hilang dari pandangannya .


" ya Allah ....Dev , dia itu beneran Al " ucap Nada sambil memandang Deva .


Setelah Laki-laki yang di ceritakan Nada itu pergi , Deva Langsung melepas tawanya . rasa - rasanya dia mulai tidak sanggup menahan tawa setelah melihat raut wajah Nada yang berubah seketika saat mengetahui orang yang sedang di gosipinnya itu ternyata berada di meja sebelah dan bisa saja ia mendengar semua apa yang nada ucapkan tadi.


Saat ini Nada sedang menatap Deva .


" udah puas ketawanya ..... " sambil terus menatap Deva .


" Nad , coba saja tadi loe rekam wajah loe , pasti loe ngga akan henti - hentinya kewata kayak gue " ucapnya sambil ketawa terkekeh .