
Di kantin sekolah Nampak begitu Ramai seperti ada keributan .
" DASAR LOE CEWEK GATEL !! " Ucap Echa Dengan tatapan tajam seperti mau memakan Cewek yang kini berada tepat di depannya .
" IYA DASAR CEWEK GATEL !! " Ucap salah seorang dari mereka lagi .
" hey... MAKSUD LOE APA NGOMONG KAYAK GITU KE TEMAN GUE !! " Ucap Rara yang sudah mulai terlihat emosi karena kedatangan Echa CS .
" dari penampilannya aja terlihat alim . eh nyatanya MURAHAN JUGA ! " Ucap Echa Lagi sambil tertawa sinis .
Nada hanya terdiam mendengar semua ocehannya Echa CS sementara kedua sahabatnya yang berada di situ mulai terpancing dengan perkataannya Echa .
" eh cha , kalau Ngomong tuh di jaga ! jangan asal nyerocos aja , paling ngga di saring kek ! " Ucap Tata .
" iya di saring dulu !! " sambung Rara .
" eh kalian berdua tuh dayang-dayangnya dia ya !! GUE TUH LAGI NGOMONG SAMA DIA " Ucap Echa menunjuk sambil menekankan Dada keduanya .
" eh biasa aja loe !!! " Ucap Rara yang terlihat sudah tidak bisa di kendalilan lagi .
" CHA.... " Ucap Nada dan belum lagi dia melanjutkan ucapannya ternyata sebuah tamparan sudah mendarat di pipinya . Nada meringis kesakitan dia menunduk matanya berair kini tenggorokannya sudah sakit karena sedari tadi menahan tangis .
Kini Nada terlihat terdiam sementara itu Rara yang terlihat mulai geram dengan kelakuannya Echa ingin membalas tamparannya Tapi malah di tepis oleh Echa dengan cepatnya .
semua anak-anak yang berada di kantin sama sekali tidak ada tindakan apapun dari mereka semua , karena bagi mereka melawan Echa berarti melawan Tuan putri secara Echa adalah Anak pemilik dari yayasan sekolah ini .
" Eh .... gue kan udah bilang !! kalau loe itu ngga usah ikut CAMPUR !! " Ucap Echa melotot yang terlihat memegang tangan Rara dan mulai mendorongnya kelantai .
Dimana gerangan Al berada dia ngga tau apa kalau saat ini Nada sangat membutuhkannya . dia ngga tau apa kalau Saat ini Nada sedang membutuhkan bantuannya .
" eh... Cha ! KALAU NGGA TAU APA-APA YA DIAM AJA, BISA NGGA....!! " Ucap Tata yang terlihat Mulai kesal juga , karena melihat kedua sahabatnya yang mulai terluka .
" loe pikir , gue Ngga tau apa KALAU DIA ITU NGINAP DI RUMAHNYA AL , dia ngga tau aja kalau Gue tuh tetanggaan Sama Al Bahkan Kita berdua tuh dekat Banget tapi gue ngga kayak dia tuh yang mau-maunya Nginap di rumahnya Cowok . KATANYA AJA BENCI PADAHAL MAH SUKA JUGA ! " Ucap Echa dengan posisi berdiri dan melipat kedua tangannya di dada dan terlihat menampakkan senyum sinis sementara itu teman-teman yang lainnya mulai bergosip ria setelah mendengar semua perkataan yang di lontarkan Echa .
" apa ! dia nginap "
" ihhh dasar cewek murahan "
" ihhh gue ngga nyangka kalau dia bisa kayak gitu "
" ihh muka nya aja polos padahal nih"
Mulai deh terjadi bisik-bisik tetangga di antara para siswa lainnya . yang anehnya mereka tetap setia menonton tanpa mau membantu . setidaknya melerai kek atau apaan gitu takut sih takut tapi ngga gitu juga kali . teman lagi di siksa , eh mereka semua malah menikmati semuanya seperti sedang menonton di bioskop .
" Iya .... DIA NGINAP DI RUMAH GUE " teriak seseorang yang tak lain adalah Al .
Dan semua mata pun tertuju pada sosok itu .
Sosok itu pun berjalan menuju tempat di mana mereka berada .
" Iya Dia NGINAP DI RUMAH GUE !! " Ucap Al lagi menegaskan perkataannya Sambil menatap Tajam Mata Echa dan sesekali terlihat menatap Nada yang sedari tadi terlihat terdiam .
" loe kanapa sih Cha.... " Ucap Al kesal .
sementara itu seperti tidak menghiraukan pembicaraan yang terjadi antara Al dan Echa . Nada pun berlari meninggalkan tempat di mana mereka berada dan Al pun hanya melihatnya sekilas sembari terus berbicara kepada Echa .
Al bermaksud mencoba menjelaskan semuanya kepada Echa tentang apa yang terjadi tapi usahanya sia-sia karena Nada sudah terlanjur malu dan lagian dia juga tidak berada di tempat .
" Eh .... Cha pemikiran loe tentang gue dan Nada itu Salah ! dan gue harap loe ngga usah ganggu Nada lagi ! " Ucap Al kesal sambil menunjuk ke arah wajah Echa . dengan tatapan tajam dia pun berkata .
" kayaknya gue ngga perlu jelasin apa-apa sama loe ..... ! karena di antara kita ngga ada apa-apa " Ucap Al berbisik mencoba menegaskan kepada Echa dan dia pun langsung berlalu pergi mencari sosok yang tadi di biarinnya sendiri .
*****
Dengan cepatnya laki-laki itu pun berlari menaiki satu persatu anak tangga yang entah sudah berapa banyak ia naiki .
Laki-laki itu terus berlari seolah dia mengetahui di mana tempat persembunyiannya .
Kini dia sudah sampai di pintu atap . Dengan Napas yang masih ngos-ngosan dia mencoba melangkah kakinya perlahan melewati pintu tersebut .
" Nad ..... " Ucap Al pelan .
" Nad .... " Ucap Al lagi sambil memandang sekeliling .
Dan di lihatlah ada tumpukan kursi yang tak karuan sedang di taruh di pojok sana .
" Ngga mungkin kan dia berada di sana " gumam Al .
" Nada.... " Ucap Al yang kini terlihat mulai lemah dan dia mencoba menghampiri tempat yang membuatnya sedikit ragu akan keberadaan Nada Dan di dapatilah satu sosok perempuan yang sedari tadi di carinya . perempuan itu terlihat menunduk sambil mengurai rambutnya yang biasa di ikal , perempuan itu sengaja mengurai rambutnya agar wajahnya di tutupi oleh rambutnya . Dia sengaja melakukan itu agar Tak ada yang melihatnya menangis.
laki-laki itu terlihat menghembuskan napasnya setelah dia melihat perempuan yang sedari tadi di carinya itu kini sedang berada di depannya , walaupun dia sendiri sedih melihat perempuan itu sedang menahan kesedihannya .
" Akhirnya aku menemukanmu " gumam Al sambil mencoba mengatur Napasnya .
"ahhh " Al meringis kesal sambil mengucak-ngucak Rambutnya.
entah sudah berapa kali dia melihat perempuan itu menangis . Bukan Nada saja yang merasa sedih tapi Juga dia merasa seolah tak berguna karena untuk kesekian kalinya dia melihat Nada di sakiti dan penyebab semuanya itu karena dia dan karena dia juga hidup nada seolah di uji di sekolah ini .
Tanpa di sadarinya perhatian kecil yang di berikannya ternyata sudah menimbulkan Rasa ingin melindungi sosok perempuan itu . yang awalnya dari Rasa benci karena dia selalu buat masalah sampai akhirnya dia sering melihat sisi lain dari perempuan ini , Dia ini rapuh tapi berlagak tegar . Dan kerapuhannya itu yang sering di lihat Al . yang bikin ngga nyambungnya lagi adalah setiap kali Mereka bertengkar Al selalu terdiam seakan mulutnya di kunci dan perempuan ini selalu saja menangis .
*******