The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 13



.


.


Di Aula sekolah sudah terlihat Nada , Deva dan Al . ketiganya kini sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing . Al dengan kegiatan mengepelnya dan di bantu dengan Nada sementara itu Deva di suruh untuk membersihkan jendela-jendela Aula .


Al dan Nada nampak diam satu sama lain mereka berdua mengerjakan tugas yang di berikan bu Tati dengan baik namun nyatanya hukuman yang di berikan bu Tati kepada mereka berdua tidak membuat keduanya jadi baikan begitu juga dengan Deva dia juga masih sama masih menunjukkan aura ketidak sukaanya kepada Al .


.


.


" Nad , gue anterin loe pulang ya ... " ucap Deva yang kini sudah selesai mengerjakan tugas yang di berikan bu Tati begitu juga dengan Nada dan Al yang nampak sudah selesai mengerjakan hukuman yang di berikan bu Tati kepada mereka .


" hmhm maksih Dev tapi gue lagi di tungguin sama ka Nadin " Ucap Nada sambil menampakkan senyum manis di wajahnya .


" oh ... oke " ucap Deva singkat .


" maaf ya... " ucap Nada dan mendapat respon senyuman dari Deva .


Sementara itu Al yang melihat kejadian itu hanya tersenyum sinis .


.


.


" Ka Nadin " ucap Nada yang kini sudah berada di belakang Nadin .


" oh .... kamu udah datang .... "


" Nad , gimana loe udah buat tugas loe "


" hmhm oh tugas yang itu .... hmhm kak kayaknya gue ngga bisa nulis artikel soal Si kakak kelas itu , hmhm gimana kalau Nulis tentang yang lain aja kak boleh ngga " Ucap Nada Ragu .


" emangnya kenapa .... ? " tanya Nadin .


" Ngga .... ada apa-apa cuma setiap kali berhubungan sama si kakak kelas yang satu itu . bawaannya gue pengen marah-marah aja and semenjak kenal dia gue ngerasa emosi gue naik turun dan gue jadi punya banyak masalah and punya banyak musuh padahal dulu ngga kayak gini " ucap Nada menjelaskan panjang lebar .


" Terus " ucap Nadin singkat .


" kok terus sih kak " ucap Nada bingung .


" Nad , semua itu tergantung dari loe kalau loe bisa menahan sedikit emosi loe , percaya deh semua itu pasti akan baik-baik saja and coba deh loe buang jauh-jauh Rasa ketidak sukaan loe ke dia " Ucap Nadin mencoba memberi saran .


" hmhm oke deh " ucap Nada singkat tapi masih ada sedikit keraguan yang nampak di wajahnya .


" hmhm kalau gitu gue pergi dulu ya kak " ucap Nada yang langsung berjalan pergi .


.


.


Sepanjang jalan pikiran Nada terus terusik dengan omongannya Nadin .


" Aduh .... gue harus gimana nih .... gue pikir setelah turnamen itu maka selesailah semuanya eh nyatanya kak Nadin masih nyuruh gue untuk menulis artikel soal Si kakak kelas yang satu itu . aduh..... pusing pala gue ,gue harus mulai dari mana coba , emang dia pikir gampang apa dekatin cowok sok cool and dingin kayak es itu , sekarang aja gue baru habis di hukum gara-gara dia "ucap Nada yang terlihat kesal sambil mendesah .


.


.


Tak terasa Nada sudah berjalan jauh meninggalkan sekolah . kini dia berjalan di trotoar sesekali dia melihat sekelilingnya dan akhirnya hatinya pun jatuh pada salah satu toko kaset dari berbagai toko yang berjejeran .


Saat ini Nada terlihat sedang memilih-milih kaset dan tanpa di sengaja dia melihat sosok yang sedari tadi bersarang di pikirannya , sosok itu terlihat begitu serius mendengar Lagu . entah lagu apa yang sedang di dengarnya tapi dia tampak menikmati momen itu, dari wajahnya terlihat jelas aura kegembiraannya .


" Untuk pertama kalinya gue melihat senyum di wajah loe dan senyuman itu terlihat begitu tulus " ucap Nada dalam hati sambil terus memandang sosok yang berada tak jauh darinya .


" loe tuh sosok cowok seperti apa sih .... coba aja loe sering-sering senyum kayak gitu pasti gue juga ngga mungkin sebenci ini sama loe " ucap Nada lagi .


Saat Nada sedang asyik dengan lamunannya tiba-tiba saja Al melihatnya dan langsung saja Nada mengalihkan pandangannya dari Tatapan Al . Tiba-tiba saja Nada terlihat canggung begitu di lihat Al .


" hmhm aduh gimana nih... kok gue jadi kikuk kayak gini sih..... padahalkan biasanya gue biasa-biasa aja sama dia dan kenapa juga gue jadi berdebar-debar kayak gini " Ucap Nada mendengung sambil memperlihatkan gerakan-gerakan aneh .


Tingkah yang di perlihatkan Nada ternyata menarik perhatian Al , yang berada tak jauh darinya .


" woi .... loe kenapa .... " Ucap Al dengan Tatapan Aneh yang kini sedang berjalan menuju tempat di mana Nada berada .


" hm... apa ?kenapa ? hmhm loe yang kenapa berada di sini bikin kaget gue aja " ucap Nada gagap Bukannya merespon balik Al malah terlihat begitu serius memandang wajah Nada .


" bha...ha...wakak...kakk " Al tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk muka Nada .


Kini Nada terlihat diam , dia diam mematung ketika melihat Al tertawa dengan wajah tulusnya .


melihat Al tertawa tidak membuat Nada merasa tersinggung atau sebagainya malahan dia terlihat menampakkan senyum manisnya di depan Al sambil terus memandang sosok laki-laki di depannya .


Kini giliran Al yang kebingungan bahkan canggung karena melihat Nada tersenyum sambil menatapnya .


Karna mulai merasa mendapat tatapan-tatapan aneh dari pengunjung lainnya akhirnya keduanya memutuskan untuk bubar sejenak .


Al berjalan pergi keluar Ruangan sementara Nada terlihat berpura-pura mencari sesuatu .


.


.


******


Di balik jendela kamar nampak seorang perempuan sedang mondar-mandir mondar-mandir entah apa yang sedang di pikirkannya tapi dia nampak begitu gelisah bahkan terlihat seperti orang gila . lihat saja tingkah dia yang mulai berbicara sendirian trus mengetuk-ngetuk kepalanya memakai boneka panda kesukaannya . kalau siapa pun orang yang melihat tingkah dia seperti ini pasti mengira dia udah gila .


" Aduh .... gue kenapa lagi .... kenapa sekarang gue jadi mikirin dia sih ..... "


" Aduh ... ada apa sih dengan gue ....? "


" ya ampun .... nih juga , kenapa gue jadi bedebar-debar gini ya...."


" aduh ..... pokoknya gue ngga mau berurusan lagi sama dia , hmhm tapi tadi kenapa dia bisa ketawa lepas gitu ya " ucap Nada lagi dan lagi .


" emangnya ada yang lucu apa ! tapi ngga pa-pa deh setidaknya gue jadi tau kalau dia ternyata bisa tertawa juga " Ucap Nada tersenyum .


" idih .... kok gue jadi mikirin dia sih ...." ucap Nada jijik sambil melempar boneka pandanya .


Saat Nada sedang asyik dengan pikirannya Tiba-tiba saja handphonenya berdering dan dilihatlah layar handphonenya dan ternyata itu dari Rara .


" iya .... hallo ..... " ucap Nada .


" ya .... hallo Nad "


" Nad , gimana tadi hukumannya "


" ya.... gitu deh .... "


" kok , loe kayak malas gitu sih .... ? "


" iya nih .... , gue lagi banyak pikiran aja "


" mikirin apa sih .... emangnya siapa yang lagi bersarang di pikiran loe " Ucap Rara sambil tersenyum .


" hmhm .... aduh .... gue jadi malas bahas soal dia "


" hmhm kayaknya gue tau nih siapa yang buat loe sampai malas kayak gini..... , woi ..... dia kenapa lagi sih .... bukannya hukumannya udah selesai ya.... " Tanya Rara .


" hmhm iya sih.... hukumannya udah selesai Tapi ..... ? gue masih harus berurusan sama dia lagi dan semua itu karena kak Nadin "


" what... ! kak Nadin ..... ? " Ucap Rara kaget .


" iya Ra .... ka Nadin ? , kak Nadin nyuruh gue untuk Nulis artikel tentang Al "


" kok bisa sih .... bukannya udah ngga lagi ya.... "


" iya gue pikir juga kayak gitu tapi nyatanya kak Nadin masih nyuruh gue untuk nulis Ulang dan bahkan gue udah kayak penguntit yang harus tau berbagai hal soal dia " Ucap Nada menjelaskan panjang lebar .


" Trus ... " tanya Rara Singkat .


" ya .... trus .... gue harus siapin tenaga gue tuk bisa menghadapi kakak kelas yang satu itu " Ucap Nada penuh penekanan .


Sementara Rara terdengar menertawainya .


" kok loe ketawa sih .... " Tanya Nada jengkel .


" habisnya ..... hidup loe kayaknya berputar ke dia lagi dia lagi , kayaknya kalian berdua jodoh deh " Ucap Rara tertawa terkekeh .


" idih .... amit-amit dah .... " ucap Nada menolak .


Dan percakapan itu berakhir ketika Nada mendengar salah satu suara yang sangat di kenalinya yang sudah lama menghilang dari pendengarannya .