
Kini di halaman sekolah terlihat beberapa murid yang sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan pertandingan bola basket .
Saat ini anak-anak dari tim cheerleader sedang tampil di tengah lapangan , mereka sedang menampilkan Dance mereka .
Di sudut tempat, di samping tempat duduk anak-anak basket , terlihat dua orang cewek dan satu orang cowok yang sedang asyik dengan kegiatannya . Dua orang anak perempuan itu adalah Nada dan Rara sementara yang prianya adalah Arya . Arya kini terlihat sedang memegang kamera sembari terus mengambil gambar . sementara itu Nada juga terihat sedang berkutat dengan kamera kecil di tangannya sambil sesekali memperhatikan Al , Dia ingat dengan jelas apa yang di suruh sama ketua . makanya itu matanya terus mengawasi setiap gerak-gerik Al .
Di samping Nada terlihat Rara yang juga ikut sibuk memegang barang-barang yang lainnya . Sementara itu Tata dan Rey terlihat di bangku penonton , dari arah kejauhan mereka berdua terlihat cukup akrab karena yang terlihat saat ini mereka berdua sedang asyik becanda satu sama lain .
" Nad , tuh coba loe lihat kapten dari tim basket sekolah yang itu " ucap Rara yang kini terlihat sedang berbisik kepada Nada dan Nada pun hanya melihatnya sekilas kemudian dia kembali lagi dengan kegiatannya .
" Nad , gue dengar-dengar nih ya .... , kata anak-anak lain kalau si kapten dari sekolah itu adalah sahabat Al "
" cuma yang bikin gue bingung kenapa pada saat di kantin tadi dia terlihat sangat marah pada Rey saat rey mulai membahas soal sahabatnya itu" ucap Rara yang kini suaranya pun terdengar oleh Arya .
sementara itu Nada terlihat memandang Al yang kini terlihat sedang asyik bercanda dengan teman-temannya sembari menunggu pertandingan yang sebentar lagi akan di mulai .
" hei gue dengar loh percakapan kalian berdua .... " ucap Arya yang membuat keduanya kaget .
" udah ngga usah perduliin dia, toh itu juga bukan urusan kita " ucap Nada santai dan langsung mendapat respon senyum dari Arya .
.
.
Akhirnya pertandingan pun selesai dengan skor tipis 107-79 dan di menangkan oleh tim Al .
Hasil yang cukup memuaskan .
saat ini terdengar suara sorak - sorak dari para penonton yang rata-rata adalah murid dari sekolah Al .
Di sudut tempat di samping lapangan basket dekat tempat duduk para pemain , terlihat tiga orang murid yang sedari tadi sedang menunggu pertandingan usai .
Nada , Rara dan Arya . saat ini mereka bertiga terlihat bersiap-siap untuk mewawancarai para pemain terutama kapten basket , namun dalam proses wawancara Raut wajah Al terlihat begitu kesal ketika Aldy datang dan langsung menarik tangan Nada awalnya Al tidak begitu terganggu dengan kedatangan Aldy Namun lama kelamaan entah kenapa Al makin tidak Fokus dengan wawancaranya bersama Rara dan Arya . tiba-tiba saja Al berjalan pergi menuju tempat di mana Nada dan Aldy berada .
Di samping pintu keluar terjadi perdebatan antara Nada dan Aldy , namun tiba-tiba saja Al terlihat datang dan menghampiri mereka berdua . langsung saja Al menatap tajam mata Aldy sembari memegang pergelangan tangan Nada dan menariknya pergi tanpa sepatah katapun . Aldy yang melihat tingkah Al dia semakin kesal dengan apa yang di lakukan Al padanya .
Dalam hati Aldy berkata .
" Al , gue ngga akan biarin loe bersikap seenaknya .Cukup kali ini ! "
Di sepanjang jalan di koridor sekolah semua mata tertuju pada mereka berdua sementara Nada dia hanya bisa terdiam sambil terus mengikuti langkah Al yang cepat .
entah mengapa Nada merasa seolah mulutnya tertutup dan susah untuk mengeluarkan suara padahal kalau di depan Al dia bisa sebegitu cerewetnya Tapi hari itu mulutnya terkunci dan dia hanya bisa menatap Al sembari terus mengikuti langkahnya .
Kini mereka berdua terlihat sedang berada di Atap sekolah .
sambil menarik Napas panjang sembari menatap lekat mata Nada Al kemudian melepas genggamannya .
Untuk beberapa saat suasana menjadi hening tak ada satu pun suara yang terdengar dari mereka berdua. yang terlihat hanyalah kegelisahan yang tampak di perlihatkan oleh Al .
" loe ..... , loe.... " ucap Al sambil menunjuk dan menatap lekat mata Nada .
" gue , gue kenapa ..... ? " ucap Nada terbata-bata sambil mengerutkan keningnya .
Al terlihat mondar-mandir mondar-mandir dan terlihat berkomat-kamit .
" gue , gue ngga suka lihat wajah loe tapi..... " ucap Al mendengus .
sementara itu Nada yang sedari tadi melihat tingkah Al dia malah terlihat bingung, kali ini ada begitu banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya .
Tiba-tiba saja Al memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat di mana mereka berdua berada, sementara itu Nada hanya terdiam seperti mematung sambil terus menatap sosok yang lama-kelamaan tlah hilang dari pandangannya .
.
.
seolah terganggu dengan tatapan-tatapan aneh dari teman-teman yang lainnya . Nada memutuskan untuk memasang jurus jitu yaitu memakai headphone , Nada merasa itu adalah satu-satunya cara untuk bisa terhindar dari suara-suara sumbang .
Kini Nada memasuki ruang kerjanya , dan di sana terlihat kedua sahabatnya yang sedang menunggu penjelasan dari Nada soal apa yang barusan terjadi .
tanpa menghiraukan tatapan dari kedua sahabatnya Nada langsung saja menjatuhkan dirinya di tempat duduk dan langsung saja dia melipat tangannya di atas meja dan dia mengganti posisi duduknya dengan cara membaringkan kepalanya di atas meja .
Sementara kedua temannya hanya duduk diam sembari mengikuti gaya Nada .
Untuk beberapa menit mereka semua terdiam dan tak terdengar ada satu katapun .
Dalam prinsip persahabatan mereka adalah satu Jangan pernah bertanya sebelum seseorang tersebut yang menjelaskan yang kedua jangan pernah menyalahkan cukup mendengar dan memberi solusi dan yang ketiga harus jujur dan percaya satu sama lain apapun yang terjadi .
Dalam posisi yang masih sama akhirnya Nada pun membuka suaranya .
" Ra .... " ucap Nada .
" hmhm " jawab Rara sembari menatapnya .
" Ra ..... , loe masih ingat Aldy kan ..... ? " ucap Nada lirih .
" iya .....gue ingat " jawab Rara sambil mengganti posisi duduknya sembari menyandarkan diri di kursi dan di ikuti juga oleh Tata .
Namun Nada masih dengan posisi yang sama .
" Al.... " ucapnya lirih .
" Ra ..... gue jadi bingung sama sikap yang di perlihatkan Al tadi " sambung Nada sambil menghembuskan nafas .
" maksud loe ... " tanya Rara sambil mengangkat kening sebelah .
Sejenak Nada terdiam namun beberapa menit kemudian dia mulai mengalihkan pembicaraan .
Kini dia sudah mengganti posisi duduknya . dia menyandarkan dirinya di bangku sambil memperlihatkan senyum di wajahnya .
" Ra ..... , gimana tadi wawancaranya sama anak-anak tim basket " ucap nya sambil tersenyum tipis .
sementara itu Rara dan Tata saling bertukar pandang dan menampakkan wajah keheranan mereka berdua setelah mendengar apa yang baru di ucap oleh Nada .
" oh .... yang tadi .... lan...car.... " ucapnya gagap .
" Nad , loe .... "
belum lagi Tata melanjutkan perkataannya tiba-tiba Rara memotongnya .
" Nad ... " ucap Rara sambil menatap sekilas ke arah Tata dan mereka berdua pun saling berpandangan. Rara terlihat seperti memberi kode kepada Tata untuk diam jangan menanyakan apapun .
" Nad .... Tapi loe ngga pa-pa kan soalnya pas kejadian tadi Si Echa terlihat sangat kesal lihat loe bergandengan tangan sama Al " ucap Tata memeberitahu .
" Hei .... ya udahlah toh bukan gue yang pegang tangan dia tapi dia yang pegang tangan gue "
" ahhhhh gue benci banget sama situasi seperti ini , kenapa sih musti gue yang alamin semua ini .... " ucap Nada sambil memasang muka kesal .
" Ahhh...... Allllllll gue benci banget sama loeeee " Ucap Nada sedikit teriak dan kedua sahabatnya pun tersenyum .