The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 20



" aaaahhh " Al menjerit kesal .


Saat ini dia tidak tau harus berbuat apa karena dia takut apa yang di lakukannya malah akan membuat sebuah pertengkaran lagi dan akhirnya dia memilih untuk diam sambil terus memandangi sosok yang berada di depannya .


Selang beberapa menit kemudian Suara tangis yang di dengarnya tadi kini sudah berhenti .


" Nad .... "


" itu suaranya Al " gumam Nada .


Nada mendongak dan di lihatlah sosok yang berada di depannya .


Tatapan Nada seolah membuat Al ingin memeluknya . entah mengapa dia merasa seolah teriris jika melihat Nada menangis .


perempuan itu menatapnya dengan tatapan Mata yang masih menyisahkan Air mata .


Al tidak tau harus berbuat apa karena lagi-lagi dia terdiam seperti mematung sementara itu Nada terlihat memandangnya .


Kini kedua mata saling berpandangan . Ada sedikit Rasa tercabik-cabik di dalam benak Al ketika melihat Nada seperti ini .


Dengan spontannya Al menarik pergelangan tangan Nada dan tanpa aba-aba Tubuh Nada langsung bersarang di pelukan Al .


Al memeluknya dengan erat seolah ia sudah tidak bisa menahan lagi luapan emosinya Dan Nada pun seakan tak percaya dengan sikap yang di perlihatkan Al .


Untuk beberapa menit keduanya terbawa suasana .


" Andai waktu bisa berhenti aku ingin memelukmu lebih lama lagi " Ucap Al dalam hati .


Belum lagi keinginannya tercapai Nada terlihat memegang tangan Al dan berkata .


" lepasin gue " Ucap Nada datar .


" ahhh " ucap Al dalam hati .


" Bisa ngga sedikit lebih lama lagi " gumam Al .


" Al .... , lepasin gue ! " Teriak Nada .


akhirnya dia pun menyerah dengan kondisi ini , dia merasa perempuan yang di depannya ini mulai merasa tak nyaman dengan tindakan yang di lakukannya.


Al pun melepas pelukannya dan di pandanglah sosok perempuan itu .


Dari wajahnya kini mulai terpancar Aura kebencian .


Matanya menatap lekat mata Al seolah-olah mereka berdua sedang berbicara satu sama lain tapi hanya dengan sebuah tatapan dan mulut yang membisu tak bersuara .


" KAMU MAU KEMANA ! " Ucap Al Datar sambil memegang pergelangan tangan Nada .


Untuk Sesaat Nada terdiam kemudian dia berbalik badan dan menatap kembali mata Al setelah itu dia bergantian memandangi pergelangan tangannya .


Seolah mengerti dengan tatapan itu akhirnya Al memutuskan Untuk melepasnya .


Baru saja dia mau melangkah , Al kembali berkata .


" Nad , BISA NGGA LOE DUDUK DIAM DI SINI ! " Ucap Al penuh penekanan .


Namun Nada sama sekali tidak menggubris permintaan Al .


Seolah cuek , Nada terus melangkahkan kakinya Namun tanpa aba-aba Al mengikutinya dan dengan cepat Al kembali menarik pergelangan Tangan Nada hingga membuat Nada tersentak kaget .


" Nad , BISA NGGA KALI INI LOE DENGAR OMONGAN GUE ! baru kemarin kita baikan . sekarang , loe udah berubah lagi "


" gue bingung mau hadapin loe dengan cara apa lagi , sikap loe itu berubah-ubah "


Dengan seksama Nada mendengar semua kata yang di ucapkan Al padanya .


" Trus.... " Ucapnya datar .


" trus maksudnya ? " Ucap Al bingung .


" iya..., trus apa hasilnya ! loe ngga lihat tadi gue di maki-maki di bilang CEWEK MURAHAN ! CEWEK NGGA TAU DIRI ! "


" di mana aja loe tadi ! gue .... , gue butuh loe tapi loe ngga tau lagi dimana . gue udah kayak orang gila . batin gue terus manggil-manggil loe tapi loenya ngga datang juga " Ucap Nada panjang lebar sampai-sampai dia ngga sadar sama apa yang di ucapnya sendiri .


Al pun terkejut ketika mendengar semua perkataan yang di ucapkan Nada .


" Nad ..... " Ucap Al gagap .


Dan keduanya pun saling bertatapan .


Dengan gerakan cepat Al langsung menariknya dan Nada pun kini berada dalam pelukan Al .


" kali ini gue ngga bakal lepasin loe " Ucap Al dalam hati .


selang beberapa menit hujan pun turun membasahi keduanya . dan NAda yang berada di pelukan Al , tiba-tiba dia merasa kakinya gemetar dan selang beberapa menit dia pun pingsan sementara itu Al yang menyadari akan hal itu dengan sigapnya dia langsung membawa Nada ke ruang UKS .


" MAAF , kata yang rasanya tidak pantas untuk gue ucapkan jika melihat kondisi loe yang seperti ini , kata yang sulit gue ucapkan , kata yang tidak pastas untuk loe dengar dari mulut gue , andai loe dan gue ngga pernah bertemu , andai gue dan loe ngga pernah berada di tempat itu , andai gue bisa sedikit lebih sabar lagi. gue yakin, semua ini ngga akan pernah terjadi dan pasti kita ngga akan pernah saling mengenal satu sama lain . tapi ....... nyatanya loe lah orang yang berada di situ dan gue juga . " ucap Al dalam hati sambil melangkahkan kakinya pergi meninggalkan NAda yang tengah berbaring di ranjang ruang UKS .


*********