
Di Lain Tempat .
" Jika sekarang saatnya , apakah aku harus berhenti untuk kedua kalinya ... ? "
Rio memandang jauh ke arah sepasang remaja yang sedang duduk saling berdampingan . Matanya seolah tak dapat lepas dari sepasang remaja itu . ada sedikit rasa cemburu yang menggeliat jauh di sana untuk kesekian kalinya dia harus berpura-pura untuk baik-baik saja .
melihat seseorang yang kamu cintai bersama seseorang yang di cintai itu bukan salah satu alasan untuk kamu menyerah tapi lebih kepada apakah kamu mampu bertahan atau kamu harus merelakan .
Sosok laki-laki itu terlihat duduk di atas motor sambil terus memandang sepasang remaja yang sedang serius , entah apa yang sedang mereka bicarakan Namun nampaknya tidak ada kesepakatan dari keduanya karna sekarang yang terlihat si cowoknya berjalan pergi meninggalkan si cewek dan si cewek terlihat duduk dan menundukkan wajahnya , aku yang sedari tadi memperhatikan keduanya tidak ada maksud untuk mendekati si cewek karena sekarang aku yakin mungkin saat ini dia butuh ruang untuk sendiri dan aku kenal jelas sifat dari sosok perempuan yang ku lihat sedari tadi itu .
Beberapa menit kemudian sosok perempuan itu terlihat berjalan ke arah Rio. Nampaknya sekarang dia sudah bisa menata hatinya sebab yang terlihat sekarang dia sedang memperlihatkan senyum di wajahnya walaupun aku sendiri tau akan arti dari senyuman itu Namun aku lebih memilih untuk berpura-pura tidak peka sebab aku takut aku bukannya melindungi tapi aku malah akan menyakiti .
" Sudah ... " tanya Rio dan mendapat Respon anggukan dari Tata .
Sepanjang jalan mereka berdua terlihat terdiam salah satu dari mereka tidak berusaha untuk membicarakan sesuatu . Mungkin topik pembicaraan di kepala Rio sudah habis stoknya sebab dia juga nampak terdiam bahkan sekarang dia makin merasa kesal sebab cewek yang di goncengnya ini sedang memeluk erat dirinya . Kesal bukan karena pelukan Tata tapi dia kesal karena sekarang perempuan itu nampak menitikan air mata . bagaimana dia tau kalau perempuan itu sedang menangis ? sebab dari pelukannya saja sudah menunjukkan dia sedang menangis sebab selama mereka berdua jalan bareng baru kali ini Tata terlihat memeluknya dengan erat dan baru kali ini juga dia hanya terdiam tanpa mau berbicara kepadaku padahal dia bukan tipe orang yang seperti itu .
" aku lebih baik melihat mu tersenyum walau kita tidak bersama dari pada aku harus melihatmu menangis namun bersama orang lain " ucap Rio dalam hati .
Kini keduanya sudah sampai di salah satu tempat favorit Rio .
Tempat itu terlihat Sunyi sepi yang nampak hanya beberapa anak yang sedang bermain rumah-rumahan pasir di tepi pantai .
" oke..... sekarang kita udah nyampe " Ucap Rio yang kini terlihat memberhentikan motornya di Salah satu pantai yang tersembunyi dari jangkauan orang .
Tata yang terlihat sedang sedih pun nampaknya tak menghiraukan tentang keberadaan mereka .
" Ta.... Sini aku buka helemnya " Ucap Rio yang sudah terlihat memegang helem Tata dan berusaha untuk membukanya Namun kemudian Tata memegang tangan Rio dan mengisyaratkan seolah-olah dia tidak mau membuka helemnya dan Rio pun mengerti akan isyarat itu .
" hm... oke .... " Ucap Rio yang mencoba mengerti .
Kini keduanya nampak terlihat Sedang berdiri sambil terus melihat ke depan memandang ciptaan Tuhan yang indah itu .
Tidak terdengar suara dari keduanya yang ada hanyalah suara deburan ombak yang terus menghantam bebatuan .
" aku menyadari ada sedikit perasaan emosi yang menggeliat jauh di lubuk hatiku karena melihat kamu seperti ini , tapi aku harus tetap bertahan di sini walaupun harus membiarkan seseorang itu pergi dan meninggalkan tangis di wajahmu . " ucap Rio dalam hati yang masih stay berdiri menemani seseorang yang berada di sampingnya .
.
.
Dulu aku tidak pernah tau akan seperti apa nanti jejak pertemanan ini dan seiring berjalannya waktu aku pun merubah pertemanan ini menjadi sahabat yang selalu ada buat dia , ya .... sahabat . Akhirnya aku pun mampu mempertahankan persahabatan kita ini walaupun sempat beberapa kali menyisahkan pedih di hati, karena pertengkaran kita berdua yang mau tidak mau harus membuat kita sempat jauh , Namun mau bagaimana lagi tetap saja hasilnya aku yang harus tetap mengalah dan mau bertahan agar seseorang ini suatu saat akan melihat seperti apa sosok yang sebenarnya diriku dan nantinya dia akan dapat melihat nama siapa yang tertulis di sini di dalam hati ku .
.
.
" Ta.... mau sampai kapan kamu seperti itu " ucap Rio yang mencoba mencairkan suasana yang terasa dingin seperti es sementara itu Tata tetap terdiam Namun kini dia terlihat berjalan dan posisi mereka berdua bukan lagi berdampingan melainkan saling berhadapan .
kali ini Rio terlihat bingung karena dia sama sekali tidak mengerti sama apa yang sedang di lakukan Tata sekarang ini .
Tata terlihat terdiam sambil terus memandang Rio Namun di balik tutupan helemnya itu dia menyembunyikan tangisnya yang lambat laun tinggal sedikit .
" Nih .... " Ucap Tata sambil menunjuk ke arah helemnya .
Dengan Raut wajah yang urakan dan mata yang sembab namun tetap terlihat cantik . Rio terus memandang wajahnya .
" hahaha " Rio ketawa kecil ketika melihat sosok cewek yang di depannya ini .
" kamu kenapa sih .... apa yang lucu coba " Ucap Tata dengan suara manjanya .
" ya allah Ta.... Ta....Coba deh loe lihat wajah loe di kaca sumpah loe jelek banget dah " Ucap Rio sambil mencoba memperlihatkan wajah Tata di kaca helm. .
" hmhm iya gue jelek banget ya.... Nih...maskara udah di mana-mana trus nih mata gue udah kayak habis di pukulin orang , Sembab banget ya..." Ucap Tata dengan Suara manjanya sambil mencoba membersihkan kembali wajahnya memakai tisu .
" iya loe jelek tapi gue tetap suka kok " ucap Rio dalam hati sambil memperlihatkan senyum di wajahnya dan terus memandangi Tata .
" Ta.... loe tuh kalau besok-besok mau adegan nangis mending ngga usah pake maskara deh soalnya kalau loe udah nangis jatohnya loe tuh kayak mak lampir, jadi kelihatannya serem banget " Ucap Rio yang mencoba menghibur walaupun terdengar agak sedikit garing Namun usaha Rio tidaklah sia-sia karena sekarang Tata nampak memperlihatkan senyum di wajahnya .
" Rio.... kita ke sana yuk " ajak Tata sambil menarik tangan Rio dengan spontannya . Rio pun mengikuti setiap langkah dari pergerakkan cewek di depannya ini .
Mereka berdua nampak begitu sangat serasi pokoknya kalau orang lain yang melihat keduanya mungkin mengira kalau keduanya ini berpacaran namun sayang anggapan itu salah .
Rio sangat menikmati setiap momen kebersamaan dia bersama Tata .
sore itu keduanya nampak sangat gembira setelah tadi Rio melihat mendung di wajah Tata .
entah Roh apa yang sedang masuk di dalam diri Tata sebab dengan begitu cepatnya dia mampu tersenyum bahkan sekarang dia sudah nampak sedang asyik bermain dengan beberapa anak yang tadi dilihatnya dan Rio juga nampak sedang asyik jepret sana jepret sini dan secara diam-diam dia mengambil setiap gerak-gerik yang di perlihatkan Tata sore hari itu .
" ahhh akhirnya.... " Ucap Tata yang kini terlihat sedang duduk di samping Rio .
" eh....Rio....BTW gue seneng banget hari ini, makasih ya.... " Ucap Tata yang kini terlihat menyenderkan kepalanya di bahu Rio . Sesaat Rio sempat merasa kaget namun kemudian dia kembali tersenyum ketika melihat seseorang yang berada di sampingnya ini bahagia .
Untuk beberapa menit keduanya terdiam sambil terus menikmati deburan ombak dan menunggu datangnya Sunset .
Suasana jadi begitu sepi sampai pada saat Tata memulai sebuah percakapan yang cukup menarik perhatiannya Rio .
" hmhm ..... Rio , gue dengar-dengar dulu loe sempat suka sama seorang cewek "
" kata siapa ? " ucap rio datar .
" kata anak-anak yang lain "
" trus katanya juga dia itu seangkatan sama gue , Cerita dong siapa perempuan yang beruntung itu " Ucap Tata yang cukup membuat Rio tersentak kaget .
" hey.... kok diam sih .... , ayo lah .... berbagi sedikit saja kebahagiaan loe sama gue . kira-kira teman SMP gue yang mana nih...." ucap Tata yang mencoba memaksa dan Rio terlihat menampakkan senyum sinisnya .
" hmhheh , gimana gue mau jawab kalau pertanyaan loe itu jawabannya tentang loe semua " ucap Rio dalam hati sambil menampakkan senyum canggungnya.
" ayolah ..... " Ucap Tata meringis manja namun Rio masih tetap terdiam sambil memandang datar ke arah laut .
seolah mengerti kondisinya akhirnya Tata pun ikut terdiam tanpa mau banyak bertanya lagi .
selang beberapa menit kemudian Rio memulai percakapan .
" hmhm Ta.... loe pernah ngga ngerasain ' Jatuh cinta tapi cinta juga yang mengharuskan kalian berdua untuk tidak bersama ' pernah ngga "