The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 4



Di sudut tempat di salah satu ruangan terlihat beberapa orang yang baru saja keluar seusai mengikuti rapat .


Namun di dalam ruangan itu nampak tiga orang sahabat yang masih berada di situ dan ketiganya nampak sibuk dengan kegiatannya masing masing.


" Nad , nad ...." ucap Rara memanggil Nada yang berada tak jauh darinya .


" yah...dia ngelamun " Ucap Rara dalam hati


" loe kenapa ? " Ucap Rara mengagetkannya dan Nada hanya terdiam sambil memasang muka masam.


" Ra .... , loe dengar tadi kan tugas apa yang ka Reza kasih ke gue "


" iya .... gue dengar, emangnya kenapa.. ? " ucap Rara bingung sambil memandang Nada .


sementara itu Tata yang juga berada di ruangan tersebut hanya memandang kedua sahabatnya .


" loe tanya lagi kenapa ..... ? Ra .... gue itu tadi di suruh untuk liput Al Giovani ! cowok yang beberapa hari ini sudah berhasil buat gue jadi punya banyak hatters " ucap Nada menahan amarahnya.


Sementara itu kedua sahabatnya bertukar pandang sambil tersenyum simpul.


" aduh .... gue harus gimana nih .... ? mana tadi pas di kantin dia dengar semuanya lagi ? masalah satu belum selesai kini sudah ada masalah baru pula " ucap Nada sambil meyenderkan kepalanya di atas meja .


Untuk sesaat mereka semua terdiam masing-masing sibuk dengan urusannya sendiri . Tata terlihat sedang membersihkan buku-buku sementara Rara terlihat sedang berada di depan laptop sambil mencoba menyelesaikan tugas yang di berikan ketua .


" Lagian kenapa juga gue yang di tunjuk untuk liput tuh anak ! kemarin aja bukan gue yang liput dia, tapi gue juga yang di semprot " ucap Nada sambil menghembuskan Nafas kesal .


" Nad... wait, gue enggak salah dengar kan....? Kantin ?  Maksudnya apa sih..., loe ketemu dia di kantin ? " tanya Tata sedikit bingung.


" iya gw ketemu dia dan itu semua karena kalian berdua " Ucap Nada to the point.


sambil memandang spontan keduanya berkata ." kok kita sih .... "


" iya ..... , karena tadi kalian berdua lagi sibuk jadi pas di kantin semuanya jadi makin rumit " ucapnya ngga jelas dan terlihat masih emosi .


" aduh Nad ...., kalau ngomong tuh yang jelas gue aja ngga ngerti sama omongan loe apalagi tuh anak " ucap Rara sambil memandang Tata sembari ketawa kecil .


karena dari tampang Tata memang terlihat jelas raut kebingungannya .


" iya nad , gue ngga ngerti " sambung Tata sambil menggaruk-garuk kepalanya tanda ngga ngerti .


Kini ketiganya duduk bersama .


" Nad , Coba loe tarik nafas trus hembuskan kembali " ucap Tata mencoba menenangkan sembari di ikuti oleh Nada .


" udah tenang .... ? " tanya Rara yang mendapat anggukan dari Nada .


" hmhm sebenarnya gue udah malas banget bahas tentang tuh kakak kelas yang blagunya selangit "


" Ra .... Ta ..... gue itu entah kenapa semenjak kejadian tempo hari itu , gue jadi ngga suka aja sama dia padahal gue tuh paling pantang untuk benci sama orang . gue heran aja kalau tentang dia itu bawaannya pengen marah aja dan kalian berdua tau ngga tadi pas di kantin gue cerita semua pada Deva dari awal sampai akhir .... " ucap Nada menjelaskan .


Sementara itu Tata dan Rara terus melihat ke arah Nada yang saat ini sedang terlihat mondar - mandir sambil mencoba menceritakan kejadian tadi saat di kantin .


" tunggu maksud loe Devano .... " tanya Rara sambil memandang ke heranan ke arah Tata .


" emangnya dia udah balik " sambungnya kembali .


sementara itu Tata hanya terdiam .


" Terus .... " ucap Tata mencoba mengalihkan pembicaraan tentang Devano .


" terus gimana dengan Al " lanjut Tata .


" iya pas gue lagi cerita panjang lebar eh .... ternyata tanpa kita berdua sadari tuh anak berada di meja sebelah, tepatnya berada di belakang tempat duduk gue ! dia lagi makan . ya Allah saat itu gue berharapnya dia ngga dengar omongan kita berdua tapi ngga tau deh dia dengar atau ngga and kalau dengar juga gue ngga pa-pa sih, supaya dia tau juga gara-gara dia gue jadi punya banyak hatters " ucap Nada mencoba menceritakan kembali kejadian tadi siang pas di kantin .


" Tapi Nad , gimana kalau loe bilang aja sama ketua kalau loe ngga mau liput dia dan minta di ganti " ucap Tata memberitahu .


" ya Allah Ta .... , tadi loe dengar sendiri kan ... gimana perdebatan gue sama ketua "


" gue heran aja emang dia itu semisterius apa sih sampai kak Reza nyuruh gue untuk liput dia . emang ka reza ngga tau apa kalau gue ngga suka sama tuh kakak kelas ! " ucap Nada penuh emosi .


" Trus gimana ... ? tetap mau liput dia ...? " tanya Rara sambil menatap Nada .


" ya .... mau ngga mau ya harus mau lah , mau gimana lagi coba . ini kan tugas jadi harus di ikutin " ucap Nada yang terlihat lesu .


Untuk sesaat suasana menjadi hening tanpa suara .


**


" Al ...... , loe kenapa .... " Tanya Rio yang merupakan teman satu tim basket .


entah apa yang sedang di pikirkan Al tapi yang jelas dari raut wajahnya terlihat kalau dia sedang berpikir keras .


" loe kenapa .... ? masih mikir kejadian tadi saat di kantin ... ? " tanya Rio sambil menyeguhkan sebuah botol yang berisikan air kepada Al .


" Ya ngga lah ngapain juga gue mikir soal itu " jawab Al menepis pertanyaan Rio .


" trus apa yang sedang loe pikirin sampai buat loe jadi diam ngga jelas kayak gini ! " ucap Rio kembali .


" gue ngga sedang mikir apa-apa kok cuma lagi capek aja " jawabnya mencari alasan .


Saat Lagi asyik cerita tiba-tiba Al melihat sosok yang lagi di bahasnya tadi . sosok itu sedang berjalan di koridor sekolah dengan kedua temannya . mata Al terus tertuju pada sosok itu sampai pada akhirnya tanpa di sengaja Nada juga balik menatapnya . untuk sesaat mata keduanya saling berpandangan . terlihat jelas dari raut wajah keduanya yang menampakkan aura kebencian antara satu sama lain .


" Al .... loe sedang lihat apa sih ... " ucap Rio memandang sahabatnya .


" tuh loe lihat di sana ! " ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok yang di lihatnya .


" oh .... " ucap Rio sambil menampakkan senyuman di bibirnya .


Al terlihat terus memandang Nada sementara Nada sudah berhasil mengalihkan pandangannya .


Al terus memandang sampai sosok itu hilang dari pandangannya begitu pun dengan Rio dia juga ikut-ikutan melihat sampai sosok itu hilang dari pandangannya .


" ya sudahlah Al .... , bukannya loe tuh orang nya cuek banget , kok gue lihat sekarang kayaknya loe perduli amat sama dia "


" udah gue bilang gue ngga perduli sama dia ...., dengar ngga loh ! " ucap Al yang sudah mulai kesal .


" bisa ngga kita ngga usah bahas lagi tentang dia ! " ucap Al yang makin kesal .


" lah , kok loe jadi marah sih ... " ucap Rio heran .


" gue ngga marah cuma gue ngga suka aja bahas orang yang ngga penting kayak dia ! udah berani nulis hal-hal yang dia sendiri ngga tau tentang gue ! " ucap Al kesal .


" Tapi Al .... , bukannya tadi loe dengar sendiri di kantin dia bilang kalau bukan dia yang nulis semua itu kan...? " ucap Rio mengingatkan kembali.


"dan loe percaya omongannya " Ucap Al ketus.


Al menarik nafasnya dia mencoba menahan emosinya .


" yah....gue juga enggak tau harus percaya dia apa enggak. Tapi yang gue tau kata anak-anak yang lain kalau dia itu juga baru masuk sekolah karena memang setiap bulannya dia selalu mempunyai jadwal libur seminggu ngga tau dianya kenapa tapi pada saat artikel itu di terbitkan dia memang ngga ada di tempat " ucapnya panjang lebar .


" trus maksud loe gue harus minta maaf gitu sama dia .... ? " ucap Al kesal .


" ya ngga tau, gue hanya ingin loe tau aja kalau bukan dia yang menulis artikel itu "


Rio wijaya adalah salah seorang teman yang cukup dekat dengan Al . Rio juga tidak kalah gantengnya dengan Al makanya itu Rio juga termaksud salah seorang yang juga menjadi pusat perhatian murid -murid di sekolahan bukan hanya itu gaya berpakaiannya yang urakan dan termaksud orang yang sangat jail menjadikannya cukup di kenal oleh murid-murid yang lain . Rio juga merupakan teman sekelas sekaligus juga termaksud teman yang tergabung di klub basket bersamanya . karena intensitas pertemuan mereka yang selalu pergi kemana bersama - sama akhirnya menjadikan kedekatan mereka membuat siapa saja yang lihat menjadi iri .