The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 5



.


.


Dengan santai Al memasuki ruangan kelas XII IPS 1 . Seperti tidak menghiraukan tatapan - tatapan Aneh dari teman sekelasnya .


Al terus berjalan menuju tempat duduknya .


saat sudah sampai di depan tempat duduknya Al langsung menjatuhkan dirinya di tempat duduk .


" loe kenapa .... Al " tanya Rey yang sedari tadi memperhatikan dirinya .


Rey praditya adalah salah seorang sahabat Al . Dia termaksud seseorang yang terbilang pintar di antara genk nya . Dari segi penampilan dia mungkin terbilang lebih rapi tapi bukan berarti Culun lihat saja dari wajahnya sudah tampang aura kegantengannya . hidung mancung , mata sipit di tambah lagi dengan adanya kaca mata yang makin memperlihat aura kegantengannya .


" gue ngga kenapa-kenapa cuma lagi malas aja " jawabnya sambil menyandarkan diri di bangku .


Rio menatap keduanya kemudian dia berkata .


" ya elah Al , gue tau apa yang sedang bersarang di pikiran loe , loe lagi mikir soal turnamen itu kan .... "


ucap Rio cengengesan .


" Turnamen apa .... ? " tanya Rey .


" Itu lomba antar Sekolah .... loe tau kan .... " jawab Rio sambil sesekali memandang Al .


" eh Btw Al , loe udah kerja PR matematika belum " Timpal Arya yang kelihatan sedang sibuk mencatat sedari tadi .


" woe ..... , gue belum buat bro .... " ucap Al kaget yang langsung dengan cepatnya mengeluarkan buku tugas matematikanya . dengan sigap Al langsung menarik buku yang berada di atas meja Arya dan langsung saja menulis semua isi jawaban yang di buat oleh Rey .


Arya dinata juga termaksud salah seorang teman Al yang cukup akrab dengannya hanya saja berbeda dari ketiga Arya lebih suka fotografer dan dia juga tergabung dalam klub majalah sekolah .


Rio , Rey dan Arya mereka bertiga adalah sahabat Al .


" Hmhm......Arya , gue mau nanya sebenarnya siapa yang Nulis Artikel tentang Klub basket kita " tanya Rio penasaran sambil menatap sekilas ke arah Al yang terlihat sedang serius mencatat .


" hmhm oh.... kalau soal itu yang jelas bukan Nada " jawab Arya sambil melirik ke arah Al kemudian memalingkan pandangannya ke Rio .


seolah terusik dengan pembicaraan kedua sahabatnya Al langsung menghentikan kegiatan menulisnya kemudian dia berdiri sambil menatap tajam ke kedua sahabatnya .


" iya gue tau gue salah karena sudah marah- marah sama dia tapi sekali lagi tolong kalian berdua tidak perlu lagi bahas soal dia di depan gue ! " ucap Al kesal lalu dia kembali duduk dan mengerjakan tugas yang lupa di buatnya .


kedua sahabatnya menatap satu sama lain , sama dengan Nada mereka bertiga juga bingung kenapa Al bisa menjadi semarah itu kalau sudah membahas soal kehidupan pribadinya .


Di bandingkan teman-teman yang lain dia termaksud orang yang tertutup kalau sudah membahas soal masalah keluarga, dia akan memperlihatkan rasa ketidak sukaannya dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya .


*************


Saat ini Rey , Rio dan Arya sedang berada di rumah Al . ceritanya mereka bertiga mau menginap di rumah Al karena berhubung besok hari libur jadi mereka bertiga memutuskan untuk menginap .


Sekarang mereka sedang berada di ruang tamu tepat di depan Televisi .


Rey dan Arya terlihat sedang bermain PS sendangkan Al terlihat sedang memainkan gitar, lain lagi dengan Rio dia terlihat sedang memakai handset sambil sesekali bernyanyi .


.


.


Di lain tempat di malam yang sama terlihat seorang sedang duduk sambil mendengarkan siaran radio kesukaannya . sesekali ia terlihat sedang memeluk bonekanya . boneka panda yang ukurannya seperti bantal anak bayi . sesekali ia memperlihatkan senyum di bibir manisnya ketika ia mendengar beberapa curhatan di radio itu yang membuat dia kadang geleng-geleng kepala tapi tak jarang juga dia sering terbawa perasaan ketika dia mendengar beberapa curhatan yang kadang buat dia terbawa perasaan . saat ini Nada terlihat berdiri , perlahan ia melangkahkan kakinya menuju teras kamarnya kini ia terlihat sedang merentangkan tangannya ia sedang merasakan titik demi titik air hujan yang jatuh di telapak tangannya . ia terlihat menutup matanya dan perlahan ia mulai merasakan kencangnya angin bertiup hingga ia merasakan dengan jelas pukulan angin itu .


.


.


hujan ...... , aku masih tak dapat mengartikannya tapi yang ku tau aku bisa sebegitu nyaman dengan adanya hujan .


malam penuh bintang , aku menyukainya karena saat malam di penuhi bintang aku merasa aku tak sendiri dan bintang-bintang itulah yang menerangi ku .


******


untuk sesaat Nada sangat menikmati hujan pada malam itu namun entah kenapa ia mulai merasakan sesuatu yang menyesakkan hingga membuatnya mengeluarkan air mata , sakit yang di rasakannya ini sampai membuat kakinya tak mampu menompang tubuhnya .


Nada terlihat menyandarkan dirinya di tembok samping pintu . ia mulai merasakan lagi sakit di kakinya padahal penyakit langka yang di alaminya sudah tak pernah di rasakannya lagi .


.


.


terkadang seseorang sangat ingin melupakan sesuatu yang di anggapnya mengerikan padahal masih ada cara lain , bukankah sesuatu itu lebih baik di tempatkan di tempatnya .


.


.


*******


Kini Al sudah beranjak dari duduknya dia mencoba membaringkan badannya di atas kasur , tepat di Sudut sana terlihat sebuah Radio Sesaat ia menatap tajam ke arah radio itu , kemudian dia terdiam entah apa yang sedang di pikirkannya . tiba-tiba matanya berair kemudian ia berdiri melangkahkan kakinya menuju tempat dimana radio itu berada , sudah hampir beberapa bulan ini ia meninggalkannya begitu saja . Sekarang Radio itu terlihat sudah seperti pajangan bahkan sekarang sudah di penuhi dengan Debu . sekilas Al menatap radio itu kemudian di bersihkannya lalu ia mulai mengambil Radio kecil itu dan di taruhkannya di tempat semula di tempat yang seharusnya . ia menaruh radio itu di samping kasurnya tepat di atas meja kemudian dia putar kembali siaran Radio yang dulu sering di dengarnya , siaran radio yang dulu sempat membuatnya sangat jatuh cinta sampai hampir setiap hari tak pernah di lewatinya .


" Seharusnya kamu yang berada di situ , seharusnya suara kamu yang ku dengar saat ini " ucap Al mendengus sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya kemudian dia menggantikan posisi duduknya , dia menyenderkan badannya di dinding dengan memeluk kedua lututnya dia terlihat menunduk . sesekali terdengar suara seperti mengutuk dirinya sendiri .


Al terus saja menyalahkan dirinya . seperti sebuah Film kejadian beberapa bulan yang lalu itu terputar ulang di kepalanya , Semuanya terputar ulang .


seperti roler koster Al merasa kini takdir membawanya pada cerita yang sangat Rumit bahkan sulit untuk ia tembus .


dan ini bukan tentang sulitnya menjalani hidup melainkan ini tentang betapa sulitnya dia keluar dari luka dan sebuah kenangan yang tergores di masa lalu .


.


.


Di sudut tempat ,


Di suatu ruang yang gelap tanpa cahaya .


Di tempat itu terangkai begitu indah sebuah cerita .


Tapi kini cerita itu tlah hilang bukan karena padam melainkan cahayanya yang sudah mulai redup terbawa angin .


Dan ruang itu bernama kenangan .


.


.


Saat ini Al sedang mencoba untuk menata masa depan tanpa harus menyakiti orang lain , itu yang ia harapkan namun lagi-lagi takdirlah yang akan memnentukan apakah dia akan lulus dalam menjalani permainan ini ataukah dia akan tunduk dan menyerah pada permainan ini .


Ada berbagai macam cara orang menjalani hidupnya .


Ada sebagian orang yang memilih untuk menyerah tapi terkadang ada sebagian orang juga yang lebih memilih untuk tetap bertahan walaupun itu terasa sulit sekalipun . walaupun itu rasanya seperti berjalan di atas krikil-krikil tajam tapi ia akan tetap bertahan .