
.
.
Dengan santai Al memasuki ruangan kelas XII IPS 1 . Seperti tidak menghiraukan tatapan - tatapan Aneh dari teman sekelasnya .
Al terus berjalan menuju tempat duduknya .
saat sudah sampai di depan tempat duduknya Al langsung menjatuhkan dirinya di tempat duduk .
" loe kenapa .... Al " tanya Rey yang sedari tadi memperhatikan dirinya .
Rey praditya adalah salah seorang sahabat Al . Dia termaksud seseorang yang terbilang pintar di antara genk nya . Dari segi penampilan dia mungkin terbilang lebih rapi tapi bukan berarti Culun lihat saja dari wajahnya sudah tampang aura kegantengannya . hidung mancung , mata sipit di tambah lagi dengan adanya kaca mata yang makin memperlihat aura kegantengannya .
" gue ngga kenapa-kenapa cuma lagi malas aja " jawabnya sambil menyandarkan diri di bangku .
Rio menatap keduanya kemudian dia berkata .
" ya elah Al , gue tau apa yang sedang bersarang di pikiran loe , loe lagi mikir soal turnamen itu kan .... "
ucap Rio cengengesan .
" Turnamen apa .... ? " tanya Rey .
" Itu lomba antar Sekolah .... loe tau kan .... " jawab Rio sambil sesekali memandang Al .
" eh Btw Al , loe udah kerja PR matematika belum " Timpal Arya yang kelihatan sedang sibuk mencatat sedari tadi .
" woe ..... , gue belum buat bro .... " ucap Al kaget yang langsung dengan cepatnya mengeluarkan buku tugas matematikanya . dengan sigap Al langsung menarik buku yang berada di atas meja Arya dan langsung saja menulis semua isi jawaban yang di buat oleh Rey .
Arya dinata juga termaksud salah seorang teman Al yang cukup akrab dengannya hanya saja berbeda dari ketiga Arya lebih suka fotografer dan dia juga tergabung dalam klub majalah sekolah .
Rio , Rey dan Arya mereka bertiga adalah sahabat Al .
" Hmhm......Arya , gue mau nanya sebenarnya siapa yang Nulis Artikel tentang Klub basket kita " tanya Rio penasaran sambil menatap sekilas ke arah Al yang terlihat sedang serius mencatat .
" hmhm oh.... kalau soal itu yang jelas bukan Nada " jawab Arya sambil melirik ke arah Al kemudian memalingkan pandangannya ke Rio .
seolah terusik dengan pembicaraan kedua sahabatnya Al langsung menghentikan kegiatan menulisnya kemudian dia berdiri sambil menatap tajam ke kedua sahabatnya .
" iya gue tau gue salah karena sudah marah- marah sama dia tapi sekali lagi tolong kalian berdua tidak perlu lagi bahas soal dia di depan gue ! " ucap Al kesal lalu dia kembali duduk dan mengerjakan tugas yang lupa di buatnya .
kedua sahabatnya menatap satu sama lain , sama dengan Nada mereka bertiga juga bingung kenapa Al bisa menjadi semarah itu kalau sudah membahas soal kehidupan pribadinya .
Di bandingkan teman-teman yang lain dia termaksud orang yang tertutup kalau sudah membahas soal masalah keluarga, dia akan memperlihatkan rasa ketidak sukaannya dan itu terlihat jelas dari raut wajahnya .
*************
Saat ini Rey , Rio dan Arya sedang berada di rumah Al . ceritanya mereka bertiga mau menginap di rumah Al karena berhubung besok hari libur jadi mereka bertiga memutuskan untuk menginap .
Sekarang mereka sedang berada di ruang tamu tepat di depan Televisi .
Rey dan Arya terlihat sedang bermain PS sendangkan Al terlihat sedang memainkan gitar, lain lagi dengan Rio dia terlihat sedang memakai handset sambil sesekali bernyanyi .
.
.
Di lain tempat di malam yang sama terlihat seorang sedang duduk sambil mendengarkan siaran radio kesukaannya . sesekali ia terlihat sedang memeluk bonekanya . boneka panda yang ukurannya seperti bantal anak bayi . sesekali ia memperlihatkan senyum di bibir manisnya ketika ia mendengar beberapa curhatan di radio itu yang membuat dia kadang geleng-geleng kepala tapi tak jarang juga dia sering terbawa perasaan ketika dia mendengar beberapa curhatan yang kadang buat dia terbawa perasaan . saat ini Nada terlihat berdiri , perlahan ia melangkahkan kakinya menuju teras kamarnya kini ia terlihat sedang merentangkan tangannya ia sedang merasakan titik demi titik air hujan yang jatuh di telapak tangannya . ia terlihat menutup matanya dan perlahan ia mulai merasakan kencangnya angin bertiup hingga ia merasakan dengan jelas pukulan angin itu .
.
.
hujan ...... , aku masih tak dapat mengartikannya tapi yang ku tau aku bisa sebegitu nyaman dengan adanya hujan .
malam penuh bintang , aku menyukainya karena saat malam di penuhi bintang aku merasa aku tak sendiri dan bintang-bintang itulah yang menerangi ku .
******
untuk sesaat Nada sangat menikmati hujan pada malam itu namun entah kenapa ia mulai merasakan sesuatu yang menyesakkan hingga membuatnya mengeluarkan air mata , sakit yang di rasakannya ini sampai membuat kakinya tak mampu menompang tubuhnya .
Nada terlihat menyandarkan dirinya di tembok samping pintu . ia mulai merasakan lagi sakit di kakinya padahal penyakit langka yang di alaminya sudah tak pernah di rasakannya lagi .
.
.
terkadang seseorang sangat ingin melupakan sesuatu yang di anggapnya mengerikan padahal masih ada cara lain , bukankah sesuatu itu lebih baik di tempatkan di tempatnya .
.
.
*******
Kini Al sudah beranjak dari duduknya dia mencoba membaringkan badannya di atas kasur , tepat di Sudut sana terlihat sebuah Radio Sesaat ia menatap tajam ke arah radio itu , kemudian dia terdiam entah apa yang sedang di pikirkannya . tiba-tiba matanya berair kemudian ia berdiri melangkahkan kakinya menuju tempat dimana radio itu berada , sudah hampir beberapa bulan ini ia meninggalkannya begitu saja . Sekarang Radio itu terlihat sudah seperti pajangan bahkan sekarang sudah di penuhi dengan Debu . sekilas Al menatap radio itu kemudian di bersihkannya lalu ia mulai mengambil Radio kecil itu dan di taruhkannya di tempat semula di tempat yang seharusnya . ia menaruh radio itu di samping kasurnya tepat di atas meja kemudian dia putar kembali siaran Radio yang dulu sering di dengarnya , siaran radio yang dulu sempat membuatnya sangat jatuh cinta sampai hampir setiap hari tak pernah di lewatinya .
" Seharusnya kamu yang berada di situ , seharusnya suara kamu yang ku dengar saat ini " ucap Al mendengus sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya kemudian dia menggantikan posisi duduknya , dia menyenderkan badannya di dinding dengan memeluk kedua lututnya dia terlihat menunduk . sesekali terdengar suara seperti mengutuk dirinya sendiri .
Al terus saja menyalahkan dirinya . seperti sebuah Film kejadian beberapa bulan yang lalu itu terputar ulang di kepalanya , Semuanya terputar ulang .
seperti roler koster Al merasa kini takdir membawanya pada cerita yang sangat Rumit bahkan sulit untuk ia tembus .
dan ini bukan tentang sulitnya menjalani hidup melainkan ini tentang betapa sulitnya dia keluar dari luka dan sebuah kenangan yang tergores di masa lalu .
.
.
Di sudut tempat ,
Di suatu ruang yang gelap tanpa cahaya .
Di tempat itu terangkai begitu indah sebuah cerita .
Tapi kini cerita itu tlah hilang bukan karena padam melainkan cahayanya yang sudah mulai redup terbawa angin .
Dan ruang itu bernama kenangan .
.
.
Saat ini Al sedang mencoba untuk menata masa depan tanpa harus menyakiti orang lain , itu yang ia harapkan namun lagi-lagi takdirlah yang akan memnentukan apakah dia akan lulus dalam menjalani permainan ini ataukah dia akan tunduk dan menyerah pada permainan ini .
Ada berbagai macam cara orang menjalani hidupnya .
Ada sebagian orang yang memilih untuk menyerah tapi terkadang ada sebagian orang juga yang lebih memilih untuk tetap bertahan walaupun itu terasa sulit sekalipun . walaupun itu rasanya seperti berjalan di atas krikil-krikil tajam tapi ia akan tetap bertahan .