
.
.
Langit pada malam itu terlihat mendung tak berbintang di tambah lagi dengan angin yang semakin kencang .
Di sudut tempat di samping jendela kamar terlihat seorang perempuan sedang duduk menyandarkan dirinya di kursi. perempuan itu memeluk sebuah boneka panda yang berukuran sedang , sesekali ia terlihat memegang selimut yang hampir jatuh dari tubuhnya, wajahnya tampak seperti menahan tangis . tanpa bersuara tiba-tiba air matanya jatuh membasahi pipinya . sesekali ia terlihat mengusap air matanya, lalu pandangannya kembali menatap keluar jendela kamar . entah apa yang sedang di pikirkannya tapi malam itu yang terlihat ia begitu sedih hingga sesekali ia menggigit selimut yang di pakainya agar suaranya tak terdengar sampai ke luar.
Nada Adinda, gadis remaja yang duduk di bangku SMA ini adalah anak kedua dari dua bersaudara ia mempunyai wajah cantik, kulit hitam manis , bibir tipis , hidung mancung serta rambut hitam dan tebal .
Beberapa menit kemudian terdengar suara seseorang yang sedang memanggil namanya .
" Nad , Nad .... "
nada mengenal suara itu lalu dengan langkah cepat ia menuju tempat tidur dan membaringkan dirinya.
beberapa menit kemudian kakaknya membuka pintu lalu ia berdiri di ambang pintu sambil memandang adiknya dengan wajah sendu, untuk sesaat ia terlelap dalam lamunannya lalu beberapa menit kemudian ia berjalan mendekati adiknya dan ia pun duduk di sampingnya.
" waktu begitu cepat berlalu , tak terasa kamu sudah sebesar ini. maafin kakak ya....karena pulang selalu saat kamu sudah tertidur " Ucap adi sambil memberi kecupan kecil di kening Nada lalu ia pun beranjak pergi . nada membuka matanya perlahan sesaat setelah kakaknya pergi.
" maafin nada juga kak " Ucapnya lirih dan air mata membayang di matanya.
Kakak beradik ini jarang sekali bertemu sekalinya bertemu keduanya akan menghabiskan waktu bersama.
Nada adinda , gadis remaja yang selalu ceria ini menyimpan sejuta kesedihan dalam tawanya.
Nada masih berada di tempat tidur . matanya belum juga tertutup padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam .
nada masih terus memandang ke arah langit-langit kamarnya di sana terlihat kerlap-kerlip bintang hasil kado ulang tahun dariĀ kakaknya . malam itu nada masih saja tak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukkan pukul satu malam , beberapa menit kemudian nada memutuskan untuk menghitung bintang di langit-langit kamarnya dan akhirnya setelah lama menghitung matanya pun tak bisa lagi menahan ngantuk dan ia pun terlelap .
**
" Nad .... " terdengar suara yang sangat di kentalnya.
" Nada..... bangun udah siang tuh " samar-samar ia mendengar suara itu lalu dengan gaya malas ia turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya pelan menuju kamar mandi.
" aduh kakak suka banget gangguin adiknya yang lagi asyik mimpiin oppa Ji Chang Wook "
kakaknya yang mendengar perkataan adiknya hanya bisa tertawa terkekeh .
" Ji Chang Wook , siapa lagi tuh Ji Chang Wook "
" ah kakak masa ngga kenal sama Ji Chang Wook sih , Dia itu salah satu aktor korea kak, ganteng tau " Ucapnya tersenyum lalu memasuki kamar mandi .
beberapa menit kemudian Nada keluar dari kamar mandi yang berada tidak jauh dari ruang makan mereka , dengan berpakaian rapi nada berjalan menuju meja makan, di sana sudah terlihat kakak Laki-lakinya yang sedang asyik mengunyah makanannya .
" kak , Ntar berangkat bareng ya .... " Ucapnya tersenyum sambil mengunyah makanannya dan kakaknya mengangguk mengiyakan.
" oke , tapi kakak kalau udah sampai di sekolah jangan tebar pesona ya.... sama teman-teman aku " ucap nada mengingatkan sementara kakaknya tertawa ngakak .
" ya udah cepetan makan gih bentar lagi jam tujuh tuh "
" oke , tapi kamu ingat kalau udah sampai di sekolah jangan lupa makan ya "
" oke bos " ucap Nada sambil memperlihatkan senyum di bibir tipisnya .
**
Kini Nada sudah berada di depan gerbang sekolah . Dari arah kejauhan Tata dan Laras sedang memeperhatikan Sahabatnya itu .
Nada memalingkan wajahnya dan di lihatlah kedua sahabatnya itu sedang berdiri sambil melambaikan tangan .
" Nad .... , Siapa tuh " tanya Tata yang kini sudah berjalan beriringan bersama Nada dan laras .
" yang mana ... "
" tuh yang tadi "
" oh .... kakak gue , loe ngga tau "
" apa nad , dia tadi tuh kakak loe ? " ucap Tata dengan wajah tak percaya .
" wah Nad , loe jahat banget masa kakak seganteng itu ngga loe kenalin ke kita sih " ucap Tata kecewa .
" apa .... kita ? loe aja kalee , kalau gue mah udah tau cuma biasa aja tuh " ucap Laras sambil tertawa .
Tata adit prasetya , yang biasa di panggil Tata . Dia adalah Salah satu sahabat Nada Yang terbilang Cantik bagaimana tidak, dari postur tubuhnya ia terlihat begitu Sempurna walaupun di dunia ini tidak ada yang sempurna ya , Tata di anugrahi wajah cantik, kulit putih bersih , hidung mancung serta rambut yang panjangnya sampai mendekati pinggul Tapi sayangnya dengan wajah yang sudah di anugrahi kecantikan , sampai sekarang Tata masih saja jomblo alias tidak mempunyai pacar , Tata merasa saat ini dia hanya ingin merangkai masa-masa yang indah bersama kedua sahabatnya . Walaupun di anugrahi wajah yang cantik tapi Tata juga memiliki kekurangan yaitu Telmi alias telat mikir .
Selain Tata , Nada juga Mempunyai sahabat bernama Laras .
Laras pratama atau yang biasa di sapa Rara oleh kedua sahabatnya.
Tak kalah dengan Tata , Rara juga di anugrahi wajah yang cantik . Rara memiliki kulit Sawo matang , hidung mancung serta rambut yang juga panjang lewat sebahu hanya saja dia lebih suka mengikat rambutnya di bandingkan harus membiarkannya terurai . Rara adalah salah satu sahabat Nada yang sudah dari kecil mengenal Nada . Di bandingkan Tata , Rara lebih mengenal dekat Nada karena jarak rumah mereka yang hanya berseblahan satu rumah saja , Rara juga sangat mengenal Nada dia juga tau betapa sulitnya sahabatnya itu sampai bisa ke posisi sekarang ini .
" Nad , loe lihat apa sih .... " ucap Tata melihat sahabatnya yang tiba-tiba berhenti berjalan .
" hm... Ng..Ngga... kok " ucapnya ragu .
sementara itu Rara juga melihat ke mana arah mata Nada melihat tadi .
Rara hanya tersenyum setelah melihat arah mata Nada berada .
" loe juga Ra...., kenapa loe senyum-senyum sendiri , loe ngga sakit kan " ucap Tata sambil memegang dahi Rara mencoba memastikan .
" Ngga kok , gue baik-baik aja kok " ucapnya sambil melangkah mengikuti Nada yang kini sudah berjalan beberapa langkah dari mereka dan di ikuti juga oleh Tata yang kini sudah berjalan beriringan kembali .
" Ra .... , Siapa sih cowok itu "
" yang mana " ucap Rara mencoba mencari arah tangan Nada .
" Tuh .... , yang itu .... yang pakai kaos putih bergambarkan panda"
" yang itu tuh Ra .... " ucap Nada yang sudah mulai kesal sambil terus menunjuk arah di mana cowok itu berada .
" oh yang tadi barusan masukin bola ke ring basket ya ..... " ucap Rara sambil menatap Nada dengan Ragu .
" iya .... , yang itu " ucap Nada memastikan .
" oh .... dia itu murid baru di sekolah kita. kalau ngga salah Dia itu kakak kelas kita deh " ucapnya menjelaskan .
" oh .... "
" sudah berapa lama dia di sekolah kita " tambahnya.
" hmhm kalau ngga salah sudah hampir Lima bulanan, pokoknya awal-awal semester gitulah " jelas Rara .
" oh gitu ya .... " ucap Nada sambil terus memandang ke arah laki-laki itu berada .