The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 12



.


.


keesokkan harinya .


Dengan santainya Nada berjalan memasuki kelas walaupun dia sendiri menyadari sesuatu , dari awal dia menginjakkan kaki di parkiran sampai pada saat di kelaspun semua murid memandanginya . bukan bermaksud sok selebriti tapi memang dia menyadari hal itu bahkan sekarang saja nampak kedua sahabatnya menunjukkan hal yang sama .


" eh .... kalian berdua kenapa .... ? " Tanya Nada .


kedua sahabatnya nampak terdiam sambil menatap Nada dengan wajah lesu .


" Nih ... loe lihat ini " ucap Rara sambil menyodorkan Hp nya kepada Nada dan Nada pun mengambil handphone dari tangan Rara dan di lihatlah sebuah video yang menampilkan perkelahian kemarin .


" Nih .... nih maksudnya apa .... " ucap Nada bingung .


" Trus maksud video yang ini juga apa .... ? " ucap Nada sambil menunjukkan salah satu video yang sudah di edit-edit .


" oh .... gue ngerti sekarang , pantesan dari awal gue datang tadi gue ngerasa aneh aja dengan tatapan-tatapan aneh yang di perlihatkan anak-anak semua ke gue .... oh jadi ini penyebabnya ya ....." ucap Nada berusaha ngerti sembari menahan emosinya .


" trus .... siapa coba yang udah edit-edit video yang satu ini " ucap Nada yang terihat mulai kesal .


" Nad ... , nad.... " terdengar suara seorang laki-laki yang sedang memanggilnya .


" ya.... " Nada mencari sumber suara yang memanggilnya dan di lihatlah seseorang itu sedang berada di samping pintu kelas .


" ya .... kenapa dul .... " tanya Nada .


" tuh loe di cari sama guru BP "


" oh .... iya ... "


" ****** ...., gue kenapa lagi ....! " ucap Nada sambil mengetuk jidatnya dan kedua sahabatnya hanya bisa menatapnya sambil menampakkan sedikit senyum .


" loe kenapa ....? " Tanya Rara datar sambil melihat Nada yang kini mulai hilang dari pandangannya .


" hmhm gue .... " jawab Tata bingung .


" iya .... loe ... , gue perhatiin dari tadi loe ngelamun aja " ucap Rara .


" hmhm "


" loe kenapa .... ? loe khawatir sama Deva ..... ? " ucap Rara to the poin .


" mak....maksud loe apa sih Ra ..., gue ngga ngerti " ucap Tata gugup .


" gue udah tau kok semuanya " ucap Rara lagi .


" mak... maksud loe apa sih .... , sebenarnya loe ngomong apa sih gue ngga ngerti " ucap Tata bingung .


" Ta .... loe ngerti sama omongan gue bahkan loe paham kok , jadi ya sudahlah. sekali lagi gue bilang , gue udah tau semuanya bahkan sebelum kejadian kemarin " ucap Rara to the poin yang langsung saja membuat Tata makin kaget .


Untuk beberapa menit mereka berdua hanya saling bertatapan dan sekali lagi Tata tidak bisa berbohong kepada sahabatnya ini .


Tata bertanya-tanya dalam hati dia mencoba mengingat-ngingat kembali tapi dalam ingatannya dia sama sekali tidak melihat di sana ada Rara .


Tiba-tiba saja terdengar suara dari Tata .


" Ra.... " ucapnya sambil menatap lekat mata Rara .


" ya .... kenapa ? " ucapnya santai .


" Ra .... loe tau dari mana .... "


" oh .... itu ngga sengaja kok , gue cuma mau ngikutin loe " ucap Rara santai yang makin membuat Tata kaget .


" maksud loe .... Ra .... gue benar-benar ngga ngerti sama loe " Ucap Tata sambil menatap tajam mata Rara .


" Tata....selama ini gue hanya menunggu kejujuran dari loe doang ,ngga lebih .... selama ini gue udah tau semua apa yang terjadi sama loe dan Deva , kejadian di mana gue harus di hadapkan pada sebuah kebenaran bahwa ternyata loe dan Deva tuh saling mencintai tapi semenjak tau kondisi Nada yang seperti itu. jadinya gue harus menahan semua pertanyaan yang ada di kepala gue , Ta .... loe pasti Ngga lupa kan ..... tentang kejadian beberapa bulan yang lalu , bagi gue Nada itu bukan hanya sekedar sahabat tapi dia udah kayak sodara jadi gue akan lakuin apa pun buat dia. coba deh loe mikir kalau saat ini dia tau kalau loe mencintai Deva, tapi loe menolak Deva dengan alasan untuk menjaga perasaannya , apa loe pikir dia juga ngga bakal terluka.....? mungkin keputusan itu benar di mata loe tapi belum tentu benar di mata Nada . Ta.... loe masih ingat poin ke tiga dari prinsip persahabatan yang kita buat kan..... harus jujur dan saling percaya satu sama lain apapun yang terjadi . itu poin ketiga . Ta..... gue harap sih semoga dia tidak pernah mengetahui hal ini sebab kalau sampai dia tau gue ngga tau deh akan seberapa sakitnya dia , dan gue harap loe masih bisa jujur padanya.  " Ucap Rara to the poin yang langsung terlihat keluar meninggalkan kelas sementara itu Tata hanya terdiam dan matanya terlihat berkaca-kaca .


Perasaan Tata makin hancur setelah dia mendengar semua perkataan yang di ucapkan Rara kepadanya tadi . kata-kata yang di ucapkan Rara bagaikan sebuah tamparan keras baginya , Dia baru menyadari ternyata dia tidak pandai menyimpan rahasia dan dia juga baru menyadari ternyata Rara sebagai sahabat dia memang terlihat cuek tapi dialah yang tau segala sesuatu tentang sahabat lainnya , ternyata dia sebegitu pedulinya hanya saja dia tidak pernah menampakkannya.


.


.


" SAKIT ....? ! " ucap Nada kaget .


" iya ....katanya sih kepalanya pusing " ucap Tata terbata-bata .


" oh ... gitu ya .... tapi perasaan tadi dia baik-baik aja deh " ucap Nada bingung .


" iya .... tadi emang baik-baik aja tapi ngga tau kenapa tiba-tiba kepala gue sakit " ucap Rara yang langsung membuat kedua sahabatnya kaget karena kedatangannya yang tiba-tiba .


" Ra .... loe itu kayak jelangkung datang tak di jemput pulang tak di antar " ucap Nada sambil tersenyum .


" hei ... , kok jelangkung sih ... " ucap Rara menanggapi .


" iya .... kayak jelangkung , habis loe tiba-tiba udah nongol aja di sini " Ucap Nada lagi Dan akhirnya suasana menjadi Cair kembali walaupun tak bisa di pungkiri kalau Tata dan Rara terlihat canggung satu sama lain .


.


.


" hei ke kantin yuk .... " ucap Tata mengajak kedua sahabatnya pergi ke kantin .


" hmhm gimana ya ...., hmhm kayaknya gue ngga bisa deh soalnya gue harus ke Aula " ucap Nada jengkel .


" KE AULA ... ? " ucap keduanya bersamaan .


" Iya .... ke Aula " ucap Nada lagi .


" ngapain ke Aula " tanya Tata .


" gue ke Aula karena gue di hukum sama bu Tati . gue , Deva sama Al kita bertiga di hukum karena masalah yang kemarin "


" kok bisa .... ? " tanya Rara .


" hmhm.... sama kayak loe , gue juga bingung kenapa gue bisa di hukum sama bu Tati padahal gue hanya mencoba melerai, eh malah gue juga ikut-ikutan di hukum " Ucap Nada panjang lebar .


" hmhm gini kalian berdua ke kantin aja " ucap Nada tersenyum .


" hmhm kayaknya gue juga ngga bisa deh soalnya gue mau nganter nyokap jadi gue harus pulang cepat " ucap Rara menatap tajam mata Tata .


" oh ... ya udah kalau gitu " ucap Tata canggung .


.


.


Kini Tata sedang berada di trotoar dia sedang berjalan pulang menuju rumahnya , seperti kemarin hari ini pun dia memilih untuk berjalan kaki mengukur panjangnya langkah kakinya .


" hey .... sendiri lagi ... ? " Ucap Rio yang kini sudah berada tepat di samping Tata Namun tak ada respon dari Tata .


" hey .... kalau jalan tuh harus lihat ke depan bukan malah nunduk " ucap Rio yang kini sudah berada tepat di depan Tata dan kini Tata pun terlihat menabrak Rio .


" yo .... sekarang gue ngga mau di gangguin .... jadi please... biarin gue sendiri " ucap Tata lesu sambil mencoba melangkah kembali .


" kalau gue ngga mau gimana " Ucap Rio datar sambil terus menatap perempuan yang kini berada di depannya . Namun perempuan itu tetap masih dalam keadaan menunduk dan enggan untuk melihat laki-laki yang berada di depannya .


Untuk Beberapa menit keduanya terlihat berdiri tegap dan tak ada suara dari keduanya .


" yo .... please .... " ucap Tata memelas .


" gue ngga mau " ucap Rio datar sambil menatap lekat mata perempuan yang kini terlihat menatapnya .


Tiba-tiba saja air matanya jatuh membasahi pipinya , Tata menyadari bahwa ternyata luka itu makin dalam sampai membuatnya tak dapat membendungnya lagi .


" Ta .... " ucap Rio spontan dan langsung memeluk Tata .


" Ta.... gue kenal loe sebelum mereka semua kenal sama loe dan gue juga udah tau semuanya tanpa loe perlu cerita sama gue , maaf karena gue udah ngga bisa Cuek lagi sama loe .... gue udah berusaha tapi loe tetap berhasil gangguin pikiran gue dan berhasil buat gue resah kalau lihat loe kayak gini , kali ini gue ngga bakal lari lagi tapi gue bakal terus ada di samping loe , walaupun gue tau kalau loe tetap ngga bisa berpaling dari Deva " Ucap Rio dalam hati sambil terus memeluk Tata dan Tata pun membalas pelukan itu .


untuk beberapa hari ini kayaknya jalanan tempat tinggal mereka berdua menjadi saksi kalau segala sesuatu itu bisa saja berubah asalkan dia mau tetap bersabar dan terus berdoa . karena doa merupakan kekuatan terbesar , selama masih berdoa selama itu pula kamu masih mempunyai harapan .