The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 10



.


.


******


Adakah sebuah jalan yang jika di lalui tanpa harus merasa kesakitan atau adakah sebuah jalan yang jika di lalui tidak harus tersesat tanpa tau arah dan tujuannya , Jika ada.... aku ingin cepat pergi ke sana sebab aku sudah tak mampu lagi bertahan .


*****


Di suatu malam yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya , hujan turun dengan begitu derasnya , aku tak bermaksud membasahi tubuhku tapi ada sedikit rasa penasaran di dalam hatiku yang memaksaku untuk melangkahkan kaki menuju jalan itu , jalan yang seharusnya tak pernah ku singgahi sebab tanpa pernah terfikirkan olehku ternyata sejak saat itu aku selalu di hantui dengan mimpi buruk , lagi dan lagi aku selalu terbangun dengan mimpi yang sama dan hari ini tepat tiga hari yang lalu sejak tubuhku terserang demam yang tinggi .


Sudah hampir tiga hari lamanya Nada terbaring lemah di rumah, Namun sejak tiga hari itu juga dia mengalami mimpi buruk yang selalu sama tapi hari ini dia memutuskan untuk pergi ke sekolah karena dia merasa bahwa keadaan dia sudah baik-baik saja .


Nada melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah . sejenak dia terdiam berdiri menatap tiap sudut tempat , matanya terus saja memandang sudut demi sudut sekolahnya sampai pada saat matanya terhenti pada satu sosok yang nyatanya sedari tadi sedang memandangnya , sosok itu sedang berada di tempat parkir di mana tempat itu tak jauh dari tempatnya berdiri .


Nada melihat sekilas kemudian dia kembali memalingkan pandangannya dengan wajah yang masih kelihatan pucat Nada mencoba melangkahkan kakinya , dengan agak sedikit ragu Nada melangkahkan kakinya menuju ke kantin sekolah .


" mumpung belum bel masuk " ucapnya tersenyum sambil melihat ke arah jam tangannya .


Al yang sedari tadi memperhatikan Nada tanpa di sadari dia memperlihatkan sedikit senyum di wajahnya dan kejadian itu ternyata di saksikan oleh Rio .


Rio melihat sendiri bagaimana senyuman itu bisa terpancar dari wajahnya . Sekilas Rio terlihat senang tapi kemudian dia teringat akan sesuatu dan sesuatu itu yang membuat dia hanya bisa menjadi seorang penonton tanpa harus banyak komentar apalagi harus terlibat sebagai pemain . sesaat dia terdiam Namun kemudian dia kembali melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki sahabatnya .


" Al...., loe mau kemana .... ? " ucap Rio yang kini tepat berada di sampingnya Namun Al hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa .


" Al.... , kok kita lewat sini sih .... " ucap Rio yang kini mulai tau kemana arah tujuan mereka .


" Al bukan kah ini jalan ke kantin ?" tanya rio , namun tak ada respon dari Al .


Al terus saja berjalan sesampainya di tempat duduk dia langsung menjatuhkan bokongnya di tempat duduk dan langsung memesan mie ayam .


Dari arah berjauhan Al terus memperhatikan Nada yang nyatanya hanya berbeda beberapa tempat duduk darinya .


Tiba-tiba saat Al dan Rio lagi asyik makan mereka berdua melihat kedatangan Sarah and the geng yang saat ini terlihat sedang menghampiri Nada .


" Hei ...... loe Nada ya..... " ucapnya sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada sementara itu Nada hanya mengangguk .


" hm hm gue dengar-dengar loe cewek yang slalu nempel sama Al " ucapnya sinis namun Nada hanya melihat sekilas kemudian melanjutkan makannya .


" hei ..... kalau orang lagi ngomong tuh di jawab " ucap Sarah sambil mengetuk meja dengan kerasnya hingga membuat semua mata tertuju padanya , namun lagi - lagi Nada hanya melihat sekilas kemudian dia mencoba berdiri dan berinisiatif untuk pergi dari tempat itu Namun saat dia ingin melangkahkan kakinya tiba-tiba saja dia terjatuh karena dorongan dari sarah .


kali ini tindakan Sarah benar-benar mendapat perhatian dari semua murid termaksud Al .


Al mencoba membantu Nada namun Nada menepis tangan Al kemudian Nada mencoba berdiri sendiri tanpa bantuan dari siapa-siapa dan saat itu pula Al membalikkan badannya dan dia langsung memarahi Sarah yang saat ini sedang berdiri tegap karena kaget akan kedatangan Al .


" Sarah .... loe kenapa sih ...., siapa yang nyuruh loe kayak gini " ucap Al lantang sambil sesekali memandang Nada yang saat ini terlihat sedang ingin meninggalkan tempat itu .


" mas .... nih uangnya gue taruh di sini ya... " ucap Nada teriak sambil menunjuk uangnya kepada penjual .


Saat Al lagi marah-marahnya dengan Sarah tiba-tiba saja Nada terjatuh pingsan di samping pintu keluar kantin .


" Nad .... " teriak Al yang sedari tadi memang memperhatikan Nada .


Al langsung berlari menghampiri Nada yang kini sudah tergeletak di lantai .


" Nad .... , nad .... " ucap Al mencoba membangunkannya Namun tak ada respon darinya dan langsung saja Al bergegas berdiri membawa Nada ke UKS .


Selang beberapa menit kemudian Nada terbangun dan di lihatnya di sana terdapat Tata dan Rara yang sedari tadi menemaninya di UKS .


" hmhm eh ...... kok kalian berdua di sini sih .... dan gue .... " ucapnya sambil memegang kepalanya .


" hm kok gue bisa di sini sih " ucapnya keheranan .


" Nad .... tadi tuh loe pingsan di depan pintu kantin ..... " ucap Tata memberi tau sementara itu Nada mencoba mengingat-ngingat dan benar saja dia mengingat semua kejadiannya terkecuali siapa yang membawanya sampai ke UKS .


" terus.... , siapa yang bawa gue ke sini .... " tanya Nada .


" hmhm .... " Tata dan Rara terlihat bingung mereka berdua saling bertukar pandang .


" hmhm Al .... " ucap Tata spontan .


" siapa .... ? " tanya Nada lagi .


" iya Nad , Al yang bawa loe ke sini " ucap Rara memberi tau .


" sendiri ? "


" iya nad , dia sendiri yang bawa loe kesini tanpa bantuan siapa-siapa "


" loe tau ngga Nad, saat kita berdua sampai di sini kita berdua sempat lihat dia mondar-mandir seperti orang kebingungan " ucap Rara menceritakan kejadian yang di lihatnya tadi tapi Nada malah memasang wajah tak percaya .


" iya nad, trus saat kita sampai di sini dia langsung pergi begitu saja tapi dengan wajah yang kelihatan kesal " sambung Tata namun Nada hanya terdiam sembari mengalihkan pembicaraan .


" trus kalian berdua ngga ke kelas ....." tanya Nada .


" ngga Nad .... , hari ini tuh guru-guru semua pada Rapat "


" oh gitu ya.... " ucap Nada lemas .


" Nad , loe udah ngga pa-pa kan .... ? " ucap Rara yang kini terlihat sedang duduk di ranjang sebelah .


" iya Nad , loe ngga boleh sakit-sakit lagi kita berduakan jadi khawatir " ucap Rara lagi .


" Nad , sebenarnya loe kenapa sih..., kalau loe punya masalah cerita aja , siapa tau kita berdua bisa bantu "


" Nad , kita berdua ngga bermaksud untuk ikut campur tapi loe kan sahabat kita " sambung Tata Namun tak ada respon dari Nada yang ada Nada malah terdiam tapi kali ini diamnya Nada malah membuat kedua sahabatnya Takut . tiba-tiba saja Nada terlihat mengeluarkan air mata sambil menunduk Nada hanya bisa menahan tangisnya sementara itu kedua sahabatnya saling bertukar pandang namun tak ada satu kata pun yang keluar dari kedua bibir sahabatnya itu .


untuk beberapa menit suasana menjadi hening tak terdengar suara dari ketiganya yang ada hanyalah terdengar suara dari beberapa murid yang berada di luar UKS .


" hmhm ....belakangan ini gue , mengalami mimpi buruk , gue ngga tau maksud dari mimpi itu, tapi yang jelas setiap kali gue bangun wajah gue selalu di basuhi oleh air mata gue ....., gue selalu terbangun dengan mata sembab , gue ngerasa seolah-olah disini nih sakit , gue ngga tau kenapa tapi .....gue....gue...." ucap Nada mencoba menceritakan mimpi yang selalu menghantuinya sambil terus memegang kerak bajunya karena saat ini dia sudah tidak tahan dengan sakit yang di rasakannya .


pada kenyataannya di dunia ini terdapat beberapa hal yang sulit untuk di jelaskan tapi hanya bisa di rasakan . sulit memang ......


Dan sekarang hal itu lah yang sedang di rasakan Nada .


*****


Seperti hujan ,


aku menginginkan pelangi dari sela-sela air mata .


Seperti matahari ,


aku menginginkan cahaya untuk menerangi kegelapan ini .


Seperti cahaya ,


aku menginginkan alasan untuk tetap bertahan