The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
Part 25



" Tak terasa waktu begitu cepat berlalu , dan gue udah hampir sebulan berada di tempat ini " Ucap Nada sambil melambaikan tangan ke Caca .


" bye....."


" bye....." Ucap Nada sambil tersenyum .


malam itu waktu menunjukkan pukul delapan lewat tiga puluh lima menit dan Nada baru saja melangkahkan kakinya keluar gerbang kantor . hari itu Nada memutuskan untuk berjalan kaki menelusuri jalanan kota pada malam itu , entah apa yang sedang mengganggu pikirannya hingga dia memutuskan untuk berjalan kaki , padahal dia adalah orang yang takut banget jalan sendirian apalagi malam-malam .


" sejak terakhir kali kita bertemu , gue udah merasa ada sedikit perubahan dalam diri loe , tapi lagi-lagi gue tepis semua prasangka gue itu . gue kubur semua rasa keingintahuan gue . gue sibukkan diri dengan kerjaan gue dan berharap nantinya semua akan baik-baik saja . tapi ternyata semakin gue berusaha semakin pula gue teringat akan loe . gue bisa saja menghubungi loe tapi ......setiap kali gue ingin menelpon loe... gue jadi teringat perkataan loe terakhir kali ' untuk beberapa hari kedepan gue sedang sibuk , jadi gue harap loe bisa sedikit ngerti ' perkataan loe itu seperti mengisyaratkan seolah loe ingin sendiri dan gue saking ngertinya sampai lupa sama perasaan gue sendiri yang makin hari makin ngga karuan karena mikirin loe . gue tau setiap malam loe ngirimin ucapan sebelum tidur itu , tapi bisa ngga sekali aja loe telpon gue dan ngucapin kalimat itu.....sekali saja...... "  Ucap Nada dalam hati . sambil menyusuri jalanan kota . Nada melihat di beberapa tempat terdapat beberapa orang yang berlalu lalang . ada yang berjalan dengan pasangannya , ada yang rame-rame bareng sahabat dan ada juga yang terlihat bercanda satu sama lain sambil makan . dan Nada baru menyadari ternyata di jalanan ini suasananya begitu berbeda ketika menjelang malam tiba .padahal hampir setiap hari dia melewati tempat itu .


" oh....ternyata kalau malam suasananya kayak gini.... " Ucapnya sambil memperhatikan orang di sekitarnya .


" aduh Nad , makanya jadi orang jangan suka mainnya sama buku doang.... akhirnya dunia luar pun terlupakan " Ucapnya ledek diri sendiri .


Nada terus berjalan menyusuri lorong demi lorong dan akhirnya langkah kakinya pun terhenti pada satu pemandangan yang cukup membuatnya kaget .


Al sedang duduk sambil berbicara dengan Aldy dan di samping Aldy terlihat Rio yang juga sedang mendengar dengan wajah yang cukup serius .


sepanjang perjalanan tadi dia mencoba untuk menepis segala pertanyaan yang sudah beberapa hari ini bersarang di kepalanya . dan malam ini setelah melihat pemandangan barusan , pertanyaan itu pun bertambah dan makin mengganggu pikirannya .


" oh..... mungkin mereka berdua sudah baikan ..... baguslah "


Nada melihat sekilas kemudian dia kembali melangkahkan kakinya berbalik arah dan berjalan dengan cepat .


kini Nada sudah berada di dalam mobil . sepanjang perjalanan Nada terus saja memandang HP nya di lihatnya berkali-kali kontak HP yang bertuliskan PACAR . ingin rasanya dia menelpon laki-laki itu dan bertanya tentang apa yang sudah mengganggu pikirannya saat ini . tapi niatnya itu ia urungkan karena ia kembali teringat dengan perkataan Al saat terakhir kali mereka bertemu .


semenjak hari terakhir itu sampai sekarang Al belum juga menghubungi Nada .


--------------


" wah....Al ngapain loe jujur kalau udah sejauh ini kedekatan kalian berdua " Ucap Rio sementara itu Aldy masih tertegun dan tidak bisa berkata apa-apa .


" trus kapan loe mau jujur......" tanya Rio


" saat hari kelulusan , karna gue ngerasa itu waktu yang tepat . sekarang saja sudah beberapa hari ini gue ngga ngehubungi dia karena gue mau, dia bisa mandiri nantinya tanpa gue . "


" berarti dua hari lagi dong ...... " Ucap Rio


" iya "


setelah mendengar ucapan itu Aldy melangkahkan kakinya berjalan pergi keluar kafe dan meninggalkan keduanya .


sekarang yang di kepala Aldy hanyalah , bagaimana caranya melindungi Nada .


----


Aldy adalah orang yang sangat care dengan Nada sebab sebelumnya keduanya sempat mempunyai kedekatan yang khusus tapi karena kecelakaan itu semuanya jadi berubah . dan dia terpaksa harus mengikhlaskan Nada bersama Al.


-----


" aku pikir setelah ini kamu akan baik-baik saja namun ternyata tuhan kembali mempermainkan kita berdua " Ucap Aldy sambil mengendarai motornya .


sepanjang perjalanan dia terus saja memikirkan Nada . sampai dia sendiri ngga sadar kalau ternyata kini dia sudah berada tepat di depan rumahnya Nada .


matanya terus memandang ke arah kamar Nada dan di sana masih terlihat lampu yang menyala sesaat Aldy berpikir mungkin dia sedang belajar . setelah itu beberapa menit kemudian lampu kamarnya mati dan Aldy pun beranjak dari tempatnya .