The Secret Of Rain

The Secret Of Rain
part 28



Jalanan pada malam itu begitu ramai terlihat beberapa orang masih berlalu-lalang begitupun mobil dan motor.


Nada memandang setiap sudut jalanan kota yang ia lalui dengan mobil milik kakaknya.


Diam-diam kakaknya memandang adiknya yang terdiam sejak tadi.


" hey kok diam aja sih " Ucap adi.


Nada memandang kakaknya sekilas kemudian ia tersenyum sembari berkata.


" sudah lama yah kak "


" apanya " tanya kakaknya balik.


" nggak naik mobil berdua " Ucapnya sambil tertawa dan kakaknya pun ikut tertawa.


" eh sering-sering kayak gitu ya.., kamu cantik kalau ketawa " goda kakaknya dan Nada menyunggingkan senyum di bibir tipisnya lalu ia mulai menatap keluar jendela.


" ternyata masih sama ya kak , macet . "


" kak ,Putar lagu aja yuk nyanyi-nyanyi gitu. dari pada bengong nggak jelas "


" ya udah kamu nyanyi aja "


sepanjang perjalanan pulang Nada terus bernyanyi dan sesekali bergantian dengan kakaknya.


**


" Sudah enam tahun yah..... " bisik Tata kepada Rara saat mendapatinya sedang asyik memandang Nada dari balik jendela kamar.


Disana Nada terlihat sedang asyik bercanda dengan teman teman lainnya yang kebetulan menghadiri pengajian yang di adakan di rumah Rara.


" iyah....waktu cepat berlalu " Ucap Rara lirih.


" aku tau kamu masih tidak bisa melupakan kejadian pada malam itu, karna kamu adalah orang pertama yang menemukan dia dalam keadaan tidak sadarkan diri. " Ucap Tata mengenang dan spontan memegang tangan Rara tanda menguatkan.


" tapi Ra sekarang kamu sudah tak perlu lagi khawatir karna kalian akan tinggal serumah dan kamu bisa jagain dia " Ucap Tata tersenyum.


Malam itu tiba tiba saja mbo, ART nya Nada menelpon Rara. yah....tadi sebelum pulang dari rumahnya Nada, Rara menitip pesan pada mbo kalau ada sesuatu yang terjadi di rumah Nada segera menghubunginya.


Dan malam itu saat Rara sudah mau naik ke tempat tidur dan segera tidur, tiba tiba saja handphone-nya berdering.


Baru saja Nada menempelkan handphone-nya di telinga tiba-tiba di ujung telpon dengan suara yang terdengar panik mbo berkata.


" Non gimana nih sedari tadi Non Nada tidak keluar kamar dan sampai sekarang belum makan " Ucap mbo cepat tanpa spasi.


" oke mbo tenang yah....tarik napas trus hembuskan. gini....coba mbo ketuk pintu kamarnya "


" sudah Non tapi tak ada jawaban " Ucap Mbo dan di sini Rara sudah mulai sedikit khawatir.


" yah udah kalau gitu Rara kesana, sekarang. " Ucapnya langsung menutup telpon.


**


"Sesampainya di rumah Nada, Rara langsung bergegas ke kamarnya Nada.


" Non sedari tadi enggak keluar walaupun udah di ketuk-ketuk padahal biasanya enggak begini " ucap mbo menjelaskan.


" Nad....., " teriak Rara beberapa kali sambil mengetuk. Namun tidak ada respon darinya. wajah Rara begitu panik ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa penyesalannya kalau sesuatu hal bodoh benar-benar di lakukan oleh sahabatnya.


" mbok ada kunci serep ngga ? "


" ada Non, tunggu bibi ambil dulu yah " Ucap mbo berlalu pergi.


selang beberapa menit bibi datang sambil membawa kunci cadangan .


sambil membaca bismillah Rara membuka pintunya dan saat ia melangkahkan kaki menuju sahabatnya. ia melihat Nada sedang tertidur pulas. saat itu hatinya begitu legah namun saat ia sedang mau merapikan selimutnya Nada, ia mendapati beberapa obat yang berserakkan di balik selimut itu. Rara mencoba menenangkan diri berkata" nggak dia enggak mungkin melakukan hal bodoh " . lalu tanpa sadar ia mencoba membangunkan Nada yang terlihat tertidur itu, dengan suara yang bergetar ia berkata. " Nad...., bangun....,Nad....Nada.....bangun " Teriaknya panik. Namun seseorang itu tak membuka matanya. tanpa pikir panjang Rara langsung menelpon 119 .


Saat itu Nada tersadar cukup lama sekitar tiga hari lamanya dan saat ia tersadar ia malah meminta maaf karna sudah membuat orang di sekitarnya menjadi khawatir , Namun anehnya Nada tidak mengingat apa yang membuatnya berada di rumah sakit namun yang dia tau dia berada di rumah sakit karena pingsan seperti biasanya .


kalau kata dokter Nada mengalami amnesia psikogenik dimana dia berusaha melindungi dirinya dengan melupakan ingatan yang membuatnya stress. dan salah satu ingatan yang ia lupakan adalah semua tentang Al , yah dia melupakan semua peristiwa yang di alaminya bersama Al. Dan sejak hari itu Nada berubah menjadi orang yang Ceria dan sangat positif.


Tapi ada satu pertanyaan yang masih bersarang di benak sahabat-sahabatnya adalah apa yang membuat dia sampai melakukan hal itu dan sebenarnya apa yang terjadi padanya, sebab setau mereka setelah kepergian Al , Nada nampak baik-baik saja walaupun sebenarnya hal itulah yang di khawatirkan oleh sahabat-sahabatnya dan ternyata kekhawatiran mereka itu pun menjadi kenyataan.