
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Keesokan pagi nya.
Helaan nafas terdengar dari bibir lily.hari ini ia dan max akan berjalan-jalan keliling sanghai, menikmati bulan madu mereka.
“ada apa baby?.”ujar max.
Mantel berwarna Marron tengah Max pasang kan pada tubuh sang istri.tapi,Lily tetap diam tidak bergeming.
“baby.”tegur max lagi.
“em,aku hanya sedikit lelah.”jawab Lily.
“ayo!kita bisa berjalan-jalan pagi.”ajak max, menggenggam tangan Lily.
“ternyata telapak tengan mu sangat besar ya?.”ledek Lily,mengamati tangan nya yang tengah di genggam oleh max.
Jari mereka memiliki perbedaan yang cukup jauh.jari jemari max terlihat sangat besar,di banding kan dengan tangan Lily yang mungil dan kecil.
“jari mu terlalu mungil baby,tapi aku suka.”jawab max, mengecupi jari-jemari Lily.
Huhhh,udara nya sangat dingin.
Lily semakin merapat kan tubuh nya pada max,mencari sumber kehangatan dari dekapan sang suami.
“max, bagaimana keadaan Lila nanti ya saat dia tau bayi nya sudah tiada ada?.”tanya Lily sedih.
Lila, wanita yang selalu mengajak Lily bertengkar itu masih belum sadarkan diri, bahkan sampai sekarang.
“kita tidak bisa melakukan apa-pun baby,biar saja itu menjadi urusan mereka,tidak etis kalau kita ikut campuran terlalu dalam.”jawab max.
Diam,Lily masih terus memandang ke depan.pandangan nya benar-benar berubah gamang sekarang,sudut hati nya merasa bersedih dengan tragedi yang menimpa Lila sang kakak.
“aku tidak pernah mengharap kan ini terjadi max, sedikit pun.”
“ini bukan salah mu baby,jadi berhenti memikirkan hal ini.kita harus berjalan-jalan sekarang,ayo!kau boleh menguras isi kartu ku hari ini.”ajak max.
Belanja?.
Mata Lily yang tadi nya meredup,mendadak berubah penuh binaran kebahagiaan begitu mengetahui ajakan max.
“kau serius ingin mengajak ku berbelanja?.”tanya Lily Antusias.
“iya,ayo!.”ajak max.
Mall.
Lily terus masuk dari toko ke toko,membeli barang-barang yang sangat ia sukai.
Di belakang nya,dengan setia max mengekori langkah sang istri.di tangan max terdapat puluhan papar bag,berisi belanjaan Lily termasuk oleh-oleh yang akan di beri kan pada rekan kerja nya.
“kau suka kamera?.”tegur max saat Lily memasuki Stan penjualan kamera.
“saat kita kembali,kak Ryan ulang tahun.aku ingin membelikan sesuatu yang bisa dia pakai.”
Wajah max mendadak berubah datar mendengar jawaban yang di beri kan oleh Lily.
Aku tidak pernah menyukai kakak dan adik itu.
Umpat max dalam hati.
“ada apa?.”
Tanya Lily bingung,tapi netra nya menatap satu persatu kamera yang berjajar rapih di etalase.
Lima menit kemudian,Lily memilih sebuah kamera dengan harga yang cukup menguras dompet.
“thank you.”setelah menerima paper bag,Lily mendekat ke arah max.
“jangan cemburu max,aku hanya menganggap kak Ryan kakak ku.sama seperti aku menganggap mu dulu,dan juga kak ricko.”
Seakan tau isi hati max yang tengah mengumpati Ryan,Lily berujar dari hati ke hati.
Cinta?tentu tidak,lebih tepat nya Lily belum mencintai max.hanya saja,Lily sadar diri posisi nya di sini adalah seorang istri,haram hukum nya untuk memikir kan laki-laki lain.
Sebisa mungkin,Lily menahan diri untuk berdekatan dengan laki-laki lain,demi menjaga perasaan Max.
Baru-baru saja max hendak buka suara, suara dering handphone Lily terdengar.
“siapa?.”tanya max penasaran.
“papa menelfon.”jawab Lily.
Sambungan telpon.
[Halo assalamualaikum pa,ada apa ya? Lily sedang tidak di rumah sekarang.]tanya Lily langsung.
[Lily bisa kau ke rumah sakit sekarang?]
[Rumah sakit?apa ini ada hubungan nya dengan Lila?pa,aku memang adik kak Lila,walau pun ada darah yang beda.tapi ku mohon pa,aku tidak siap menerima kemarahan kak Lila.]
[Tidak ada yang akan memarahi mu sayang, karena itu datang lah kemari.]
[Kami segera ke sana.]
Tut.
“ada apa baby?.”tegur max pada Lily.
“papa suruh kita datang ke rumah sakit,kak Lila sudah sadar.”jawab Lily malas.
“kita langsung ke rumah sakit.”
Ruang rawat inap.
Ceklek.
Semua orang di ruangan menoleh,begitu pintu terbuka.
Lily dengan pakaian nya yang glamor tapi tetap sederhana masuk,menenteng banyak paper bag begitu juga dengan max yang berjalan di belakang sang istri.
“maaf,baru datang kami kesulitan membawa banyak barang.”sesal Lily.
Karena tidak menaiki mobil pribadi atau semacam nya,sulit bagi Lily dan max mencari taksi.di tambah dengan banyak nya barang belanjaan di tangan mereka.
Lily mengalihkan pandangan nya ke arah ranjang,Lila tengah berbaring dengan pandangan kosong.
“di mana Ryo?.”tanya Lily.
Tidak mungkin kan Ryo pergi meninggalkan Lila, karena Lila keguguran.
Batin Lily was-was.lily terus melirik kesana-kemari, mencari-cari keberadaan sang mantan kekasih.
“kau mencari siapa sauzi?.”tanya Lian xen.
“aku mencari Ryo Man-qin.”jawab Lily jujur.
“apa kau khawatir aku di tinggal kan oleh Ryo karena keguguran.”
Lila yang sedang terbaring di ranjang,buka suara.suara.seperti biasa,suara nya terdengar sangat sinis.
“apa maksud mu?.”tanya Lily tidak mengerti.
“kau tentu faham maksud ku,kau pasti sangat berharap kan aku keguguran lalu Ryo meninggal kan ku agar kau bisa kembali bersama dengan nya?.dasar licik,ternyata sikap murahan mu tidak pernah berubah, sekalipun kau sudah menikah.”ujar Lila pedas.
aku ingin sekali merobek mulut nya.
Lily menggeram dalam hati.andai saja Lila tidak mengalami keguguran,mungkin saat ini Lily akan mengajak saudari tiri nya itu bertengkar.
“kau selalu salah menilai ku.”jawab Lily.
“aku tidak pernah salah menilai mu,kau gadis yang licik.gadis yang iri dengan segala hal yang aku miliki,termasuk kekasih ku.kau merenggut bayi ku karena kau iri itu anak Ryo bukan?.”cecar Lila lagi.
“lila,jaga bicara mu.kau baru saja tertimpa musibah dan sekarang kau mulai berulah lagi.ini teguran dari Allah, karena sikap sombong mu,seharus nya kau bertaubat dan minta maaf pada Lily,bulan menyalahkan nya.”tutur papa tidak terima,suara nya juga meninggi.
“teguran dari tuhan,ini semua karena lily.andai dia tidak mendorong ku kemarin,anak ku akan tetap bersama ku!!!”
Lila mulai berteriak-teriak histeris,masih dalam posisi berbaring.bergerak kesana-kemari,tanpa peduli rasa sakit yang melanda nya akibat keguguran.
“ini semua karena mu Lily!!!.”pekik Lila keras.
“aku berdoa semoga Tuhan tidak memberi mu keturunan!.”
pyar.