The Real Crazy Duda.

The Real Crazy Duda.
permintaan maaf ala sultan.



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“aku tidak mengejar nya.dan aku tidak jatuh cinta pada nya sedikit pun.kau harus tau itu,aku biasa di kejar bukan mengejar!.”suara max meninggi,pada hal itu lah kenyataan,dia hanya sedang menampik saja.


Menghela nafas panjang.ricko memijit pelipis nya yang terasa pusing.


“kau sering berpacaran,bahkan sudah pernah menikah.apa kau tidak tau sedang jatuh cinta pada Nya?”tanya Ricko sinis.


“jatuh cinta? cih yang benar saja?.”max menggeleng,tertawa sumbang karena perkataan ricko.


“baik lah, kalau begitu aku yang akan mengejar cinta nya!.”jawab ricko menantang.


Brak.


Nah kan?tadi bilang nya nggak cinta,huh dasar duda labil.


Gurutu ricko dalam hati.jantung nya berdebar hebat karena gebrakan meja yang di lakukan oleh max.


“aku tidak tau,kirim kan segala bentuk pisang entah itu boneka,foto poster atau pun pisang yang asli!sekarang!.”


Jiwa arogant max meronta-ronta.dengan mudah dan santai, laki-laki dewasa itu memberi perintah.


“ya,kau bos nya!.”ricko hanya bisa pasrah.


Ricko langsung menekan nomor anak buah nya, meminta pesanan seperti permintaan max pada nya.


2 jam berlalu.


“eugh.”lily melenguh sangat pelan,mata nya menyipit secara perlahan.


“kau sudah bangun?.”sapa Devan, mengulur kan segelas air putih pada Lily.


“terima kasih.”jawab Lily pelan, menyeruput air putih demi meredakan emosi nya.


Tin,tin.....


Lily dan Devan menoleh secara bersamaan begitu mendengar suara kelakson yang terdengar sangat keras.


Ada apa ya?.


Lily secara perlahan bangkit,turun dari ranjang dengan mengena kan sendal bulu-bulu berwarna hitam.


Menyibak gorden.secara bersamaan Lily dan Devan mengintip ke bawah.mata mereka membulat secara bersamaan, melihat mobil kontainer datang.


“wah ada apa ini?ayo turun!”ajak Devan.


“aku tidak mau.”jawab Lily lesu,menunduk kan kepala nya, netra nya sudah sembab karena terlalu lama menangis.


“hei,jangan sedih ada aku di Sini.”devan meyakinkan Lily.


Menghela nafas.lily mengangguk,sepasang sahabat itu turun bersama kelantai bawah.


“maaf ada yang nama nya nona Lily Aprillia Jasmine?.”sapa petugas.


“ya,saya sendiri.”sahut Lily yang berada di tangga terakhir.


Ada apa ini?.


Gumam Lily lirih,mata nya menatap banyak paket yang baru di kirim ke rumah nya.


“ada kiriman dari tuan Maxime Brian Mcknight.”jawab petugas itu sopan,sembari membawa masuk barang pesanan max ke dalan rumah.


Pesanan apa yang dia lakukan lagi sih?.


Lily menggerutu,tapi tidak urung mengulas senyum sangat lebar.


“ada apa ini?.”mama yang baru keluar dari kamar Ryo,bertanya bingung.


“max mengirim kan semua barang ini untuk lily.”jawab Devan, sementara Lily hanya diam tak bergeming.


“max?berapa harga diri mu sebenar nya lily?.”tanya Lila Sinis.


“mahal, karena hanya seorang crazy rich yang mampu membeli nya.bukan fotografer amatir,yang membeli paha yang sudah di lihat oleh orang banyak.”dengan santai Lily berujar,masih sibuk melihat orang-orang membawa barang.


Setelah selesai, Lily mendekat ke arah Devan, mengulur kan tangan nya.


“minta apa?.”tanya Devan bingung.


“minjam uang,mau kasih tips.”memasang wajah imut,Lily mampu membuat Devan tidak menolak nya.


“ini pak,terima kasih.”


“tampak nya dia benar-benar menyukai mu.”ujar Devan yang berdiri di samping Lily,dengan membawa bantal kepala berbentuk pisang.


“semua nya pisang?.”gerutu Lily kesal.mengambil sebuah boneka berbentuk pisang.


“iya,ini juga ada pisang asli.”devan mengambil sebuah pisang yang menyelip.


“aku makan ya?.”izin Devan pada Lily yang langsung mengangguk.


“eh ternyata manis ya rasa nya?. astaga,aku baru sadar, biasa nya kan aku tidak suka.”puji Devan,sembari menikmati pisang di tangan nya.


“iya ya?.”tanya Lily penasaran,ikut. menikmati pisang dari max.


eh Iya.


Lily yang dasar nya menyukai pisang semakin bersemangat.melahap habis pisang di tangan nya.


“dia menyukai mu.”devan menyenggol tangan sang sahabat, menggodanya.


“kamar ku cukup luas,bantu aku mengangkut semua ini.”pinta Lily.


Ting.


Baru saja selesai mengangkut semua kiriman max ke dalam kamar,sebuah pesan tampak masuk ke dalam handphone Lily.


Private number.


Hai baby,kau sudah menerima kiriman ku?.


Lily menghempas kan nafas nya karena kesal.


MALAM HARI.


Lily tengah bersiap untuk turun makan malam.besok jadwal nya sebagai seorang penyanyi di mulai.


“lily!ada yang mencari mu!.”baru saja turun,Lily sudah di sambut dengan pekikan sang mama.


“siapa?.”tanya Lily,langkah kaki nya ikut mendekat.


“saya sopir kiriman tuan Mcknight.tuan dan Nyonya, mengundang nona Lily sekeluarga untuk makan malam bersama.”ujar nya sopan.


“makan malam?kami akan segera datang.”jawab mama antuasias, berbanding terbalik dengan Lily yang hanya bisa memutar bola mata malas.


“ini pemberian dari nyonya Anin.”sopir itu berlalu pergi, setelah memberi kan titipan sang bos.


Lily segera ke kamar nya bersiap mengguna kan gaun hitam pemberian Nyonya Anin.


Hanya tampilan sederhana yang ia tunjuk kan.


Satu keluarga berangkat menuju istana Mcknight.lila yang paling bersemangat,dadanan nya juga paling glamor.


***


“kalian sudah datang? hai lily.aku ricko,ku rasa kau sudah mengenal ku kan?.”


Ricko yang pertama kali menyambut kehadiran Lily sekeluarga.dengan cepat dia menjabat tangan Lily.


“iya,anda yang mengirim kan barang-barang pisang ke rumah saya kan?.”tanya Lily.


“iya,max yang meminta nya pada ku.aku tidak bisa menolak,ayo masuk.”ajak ricko pada semua keluarga Lily.


Dalam perjalanan masuk,Lily dan ricko tidak henti-henti nya saling mengobrol.dalam waktu singkat,mereka sudah cukup dekat.


Tidak sadar,ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka berdua.


“selamat datang di kediaman Mcknight.”nyonya Anin menyambut hangat kedatangan calon besan nya.


“terima kasih untuk undangan nya Nyonya.”jawab papa Lily dengan sangat sopan.


“lily sayang,apa kabar?max sudah meminta maaf pada mu kan?.”tanya Nyonya Anin beruntun,tatapan nya berubah khawatir.


“iya tan.”jawab Lily sungkan.


Sudah minta maaf,tapi dengan cara yang tidak wajar.


Lily memaling kan wajah nya.kekesalan hati nya,menguap begitu saja,mengingat banyak nya hadiah yang di kirim oleh max.


“silahkan duduk,para pelayan sedang menyiap kan makan malam.”ajak nyonya Anin dengan penuh kebahagiaan.


# like,komen and vote ya readers kesayangan author bidadari Ayah.