The Real Crazy Duda.

The Real Crazy Duda.
selingkuh



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


“ciee,si aprill dapet kiriman nih ye...”ningning terkekeh,menggoda Lily.


“iya,baru dua hari kerja eh udah ada pengaggum Rahasia.”ledek seorang senior lagi,mengedip-ngedip kan mata nya.


“maaf,dari siapa ya?”lily bertanya bingung.


“dari seseorang,kata nya buat mba.”


“terima kasih.”tidak ingin memperpanjang masalah,Lily langsung berterima kasih.


Setelah sang ob pergi.lily langsung membuka kotak makanan,di sana terdapat secarik kertas.


Selamat menikmati makan siang mu baby.


Lily mengeryit dalam, fikiran nya terhenti,saat Qilla menerobos masuk.


“aprill sudah makan siang?”sapa Qilla.


“baru dapet kiriman dia,dari pengaggum rahasia.”ningning yang menjawab,mengedip kan sebelah mata nya menggoda.


“mana lihat!”qilla mengambil kotak makan siang,memeriksa nya.


“kau selingkuh dari pak max ya?”qilla mendekat kan bibir nya ke telinga Lily,berbisik pelan.


Dia kenapa sih?.


Lily mengendik kan bahu acuh,tidak peduli tuduhan Qilla yang mengatakan bahwa dia berselingkuh.


Pacaran saja tidak.


Lily menikmati makanan siang nya dengan santai.membuat Qilla geram,ia segera menarik kursi,duduk di dekat Lily.


“kenapa kah berselingkuh dengan laki-laki lain hah?pak max pasti akan marah besar.”qilla yang panik bukan main.


“tidak selingkuh kan?.”tanya Qilla lagi,dengan rasa penasaran yang masih menggebu-gebu.


“tidak.”jawab Lily ketus.


“syukur lah”Qilla mengusap-usap dada nya lega,ternyata dugaan nya salah besar.


Dert,dert.


Private number.


[Halo?]sapa Lily.


[Bagaimana dengan makan siang nya baby?kau suka?].


Mata Lily membola karena terkejut,suara ini.


[Untuk apa anda yang terhormat dan super sibuk ini,mengirim kan saya makan siang?].Lily menekan setiap kata nya.


[Aku selalu memiliki waktu luang untuk mu baby.Jangan kan makan siang,jika kau mau aku siap mengirim kan buket bunga dan mahar untuk mu baby.]balas nya menggoda.


[Dasar tidak jelas].umpat Lily kesal,sebelum mematikan sambungan telpon.


Lantai atas,ruang chief Executive Officer.


Max tersenyum-senyum sendiri,setelah memasti kan kiriman nya sampai pada gadis nya.


“kau sudah gila?”ricko mengechek suhu badan max, ternyata masih normal.


“kenapa menyentuh ku bodoh!”umpat max kesal, menepis tangan ricko.


“aku hanya penasaran,takut kewarasan duda Incaran semua Wanita ini berkurang.”tanpa dosa, ricko berujar sangat santai.


“berani sekali kau mengatai ku bodoh!”max berujar dingin,menatap tajam ke arah sang sahabat.


“lah salah?kan kewarasan mu menipis,kau menelfon seseorang.lalu mulai, senyum-senyum nggak jelas.”jawan Ricko jujur,mata nya mengerjap-ngerjap bingung.


“jangan bilang kau baru menelpon gadis kecil itu?”ricko mendadak berdiri dari duduk nya,menuding-nuding max, dengan pandangan memicing.


“iya”jawab nya singkat.


“astaga,sadis.”ricko menggeleng.


“bagaimana bisa kau menikung ku lebih dulu max!!!kau sudah pernah menikah sekali.kenapa kau tega,menikung ku!.”bentak ricko tiba-tiba.


“ada apa dengan mu?.”max memandang bingung ke arah Ricko.


“hak ku.”jawab max ambigu.


“bagus lah.aku hanya mengetes mu saja.kau tau kan,Tante sangat berharap kau menikah lagi?.oh ya,tentang tawaran masuk MBM entertainment,menurut mu dia mau tidak ya?.”


“tidak.”jawab max.


“bagaimana bisa?jika dia mau membalas Lila,yang arogan itu.seharus nya dia mau, menjadi penyanyi.”ricko tidak habis fikir dengan sikap Lily.


“nanti malam,aku akan coba untuk membujuk nya lagi.”ujar max ragu.


semoga saja gadis itu bisa di bujuk,dia kan susah sekali di bujuk.selalu saja punya seribu satu alasan untuk menolak,yang ini lah yang itu lah dan segala macam nya.


Pukul 22:30.


Lily meregang kan otot-otot tubuh nya yang terasa kaku.ini lah resiko bekerja di stasiun TV,jam terbang mereka sangat padat.begitu juga dengan waktu istirahat mereka yang sangat singkat.


Tapi,ini lah yang Lily suka.ia memiliki waktu yang singkat di rumah.


rumah yang biasa nya jadi tempat ternyaman,tapi berbanding terbalik dengan Lily.rumah bukan tempat yang nyaman untuk nya,bukan pula tempat berlindung.


“udah di jemput?.”ningning bertanya,sembari keluar ruangan.


“hujan senior,mungkin Devan nggak bisa jemput.”Lily melepas ikatan rambut nya frustasi.


Aku benar-benar lelah sekarang,tapi Devan mana ya?.hujan mungkin dia nggak jemput kali ya.


Lily membuang nafas panjang.


“kenapa nggak bawa kendaraan sendiri?.”ningning bertanya,sebab rumah Lily sangat besar.


“nggak biasa,takut.”jawab Lily jujur.


Saat sampai di depan pintu, seorang satpam mendekat,begitu melihat nama yang tersemat di dada Lily.


“mbak Lily Aprillia ya?.”sapa nya sopan.


“ah iya”jawab Lily kaget.


“ada yang menjemput,sudah menunggu di parkiran.”


Jemput?Devan nggak biasa nya seperti ini?.


Lily bertanya-tanya dalam hati.karena Devan biasa nya menunggu di parkiran,tanpa menitip kan pesan pada siapapun.


“mbak, duluan ya!”lily melambai kan tangan pada Ningning,sebelum berlalu pergi dari sana.


Parkiran.


Lily mengeryit melihat siapa yang sudah menjemput nya,dengan bersandar pada mobil.


“sedang apa kakak di sini?.”tanya Lily kesal.


“menjemput mu.”lila menjawab santai.


“tidak perlu,Devan akan menjemput.”lily menolak mentah-mentah,tidak peduli hujan yang mengguyur.


“apa kau takut mati di tangan ku?.”Lila mendekat,tubuh nya terhalang payung, hingga tidak basah oleh air hujan.


“takut mati?ku rasa lebih menarik jika aku yang membunuh mu lebih dulu.”suara Lily bersahutan dengan gemercik hujan.


Lila menggeram kesal,sebelum mencengkram erat rahang Lily.


“jangan pernah bermain-main dengan ku Lily,kau tidak tau aku senekat apa.”lila langsung menarik Lily,mendorong nya untuk masuk ke dalam mobil.


Mobil terus melaju,membelah deras nya hujan.begitu sampai di rumah,Lily keluar dari dalam mobil, dengan membanting pintu.


“lily tidak sopan sekali kau hah?!”


Telinga Lily berdenging, baru pulang dan langsung di sambut dengan bentakan yang menggelegar.


“apa lagi pa?lily capek!”nada suara Lily meninggi.


“apa karena kau sudah dekat dengan laki-laki kaya,kau lupa sopan santun Lily?.”mama yang datang, langsung mengambil alih pembicaraan.


“thanks ma.”lila menerima uluran handuk dari sang mama, dengan senang hati.


“lila sudah rela mempertaruh-kan nyawa nya,dengan menerobos hujan untuk mu.dan kau dengan tidak sopan nya,membanting pintu!.”balas papa dengan suara tidak kalah tinggi.


# like,komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah,menjelang ramadhan semakin baik