
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Lily menghela nafas panjang.menikmati harum semerbak bakso di hadapan nya,senyum nya memgembang sempurna.
“pinjam tangan mu sebentar.”pinta max,membuat Lily segera mengulur kan tangan nya.
Secara perlahan max merogoh sesuatu di saku kemeja nya.lalu keluar lah kotak beludru berwarna merah, Tiffany and CO.
Brand perhiasan yang menduduki peringkat pertama sebagai yang termahal.
“aku baru membeli nya,ku rasa ini memang pas di tangan mu.jangan di buang ya?ini mahal harga nya.”celoteh max,memasang kan sebuah cincin berlian di jari manis Lily.
“segera lah sembuh,aku benci melihat Selang ini menempel di punggung tangan mu.”gerutu max,menatap tajam ke arah selang yang menempel di punggung tangan Lily.
“tapi?aku sudah Baik-baik saja.anda seharus nya tidak perlu memberi kan ini.kita tidak punya hubungan apa-apa pak.”jawab Lily.
lepas tidak ya?tapi sayang kalau di lepas.kapan lagi bisa pakai cincin dari sebuah brand ternama Tiffany and CO.
Lily menatap gamang ke arah cincin bertahtakan berlian di tangan nya.hati nya terasa ragu kalau harus melepas Cincin itu.
“kata siapa?kau adalah calon istri ku.aku tidak terima penolakan,saat kau sembuh nanti aku akan melamar mu secara resmi.”tanya Max tidak terima.
“bagaimana jika aku menolak,itu hak ku bukan?.”tanya Lily balik,mengunyah bakso di mulut nya.
Masyaallah,nikmat Tuhan mu mana lagi yang kah dusta kan.
Gumam Lily.mata nya memejam pelan, menikmati setiap kunyahan dari bakso yang benar-benar lezat ini.
“kau benar-benar lucu my baby girl.”puji max,menarik pipi kanan Lily.
“ah jangan menganggu ku.aku ingin cepat-cepat selesai makan,lalu beristirahat.entah kenapa tubuh ku rasa nya lelah semua?.”gumam Lily bingung di akhir kata-kata nya.
“apa yang terjadi sebelum nya?.”tanya Lily bingung,berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi sebelum nya.
“berhenti memikirkan nya!kau cepat habis kan makanan mu,tubuh mu belum pulih dan kau butuh banyak istirahat.”
***
Tiga hari berlalu.
Lily tengah bersimpuh di depan makam devan.kali ini dia tidak bersama dengan max atau pun Liam,kedua laki-laki itu sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Sekarang,yang ada di Sisi nya adalah ryan.mantan kakak ipar,yang juga menaruh rasa pada nya.
“aku datang Devan,hari ini aku baru pulih.aku akan mengisi konser artis idola ku,doa kan semua nya lancar ya?.kali ini Liam tidak datang bersama dengan ku,dia sibuk dengan banyak pekerjaan nya di Korea dia baru pulang kemarin.aku baru datang bersama dengan kak ryan.suatu saat aku pasti datang dengan calon suami ku,aku akan memperkenal kan nya pada mu pertama kali.Tunggu saja ya,aku akan membawa kan undangan untuk mu juga.mungkin yang akan mengganti kan posisi mu untuk mengantar ku pada suami ku kelak, adalah papa mu devan.uncle akan menjalan kan keinginan mu.”
Lily berceloteh panjang lebar.
Sementara Ryan yang berdiri di belakang Lily hanya terdiam.dia sudah mendoakan Devan tadi.
“aku pergi,agar tidak terlambat.sahabat mu ini punya banyak penggemar, bye-bye.”lily melambai kan tangan nya,sebelum berlalu pergi dari sana.
“ayo!kita tidak bisa terlambat,kau bisa di cap buruk nanti.”ucap Ryan, melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
“ya, ini lah kehidupan artis.terlambat atau terkena skandal sedikit saja,sudah jadi buah bibir.”gerutu Lily,membuka tas di tangan nya.
Tas dari Louis Vuitton itu terbuka.lily segera mengambil blush on, lipstik berwarna nude,lalu maskara, dan lain-lain nya.
Sebagai seorang artis,Lily bukan lah orang yang manja.dia terbiasa melakukan jalan-jalan termasuk berdadan dan juga memilih pakaian sendiri.
“entah lah,aku tidak tau pekerjaan mereka apa.”jawab Lily acuh,sibuk memoles kan lipstik di bibir nya.
“jangan mengerem dadakan ya?.kakak tau kan nanti lipstik ku bisa tercoret.”Lily memberi peringatan pada Ryan.
“iya-iya.”
Di saat yang bersamaan dengan mobil yang berhenti,saat itu pula Lily telah selesai berdadan.
“oke you beautiful lily.”lily memuji diri nya sendiri,sembari menata rambut nya yang sedikit berantakan.
dert,dert.
baru saja hendak keluar, suara nyaring getar handphone terdengar nyaring.
Crazy Duda.
nama yang tertera di layar benda pipih.
[halo assalamualaikum,ada yang bisa saya bantu tuan?].
[kau di mana sekarang?ada jadwal mengisi konser kan?].tanya max.
[iya,saya sudah sampai di tempat konser].
[jaga diri mu,hubungi aku jika terjadi sesuatu].
[baik, saya tutup ya].
Lily segera menutup sambungan teleponnya.lalu keluar dengan senyum menawan,Lily langsung di sambut dengan teriakan para fans milik Nya.
“lily!.”
“aku pada mu!.”
“astaga,kenapa kau sangat cantik?”
“bidadari ku”
Lily tersenyum sangat lebar,melambai kan tangan pada para penggemar yang menyapa nya.
Lily tengah berdiri bersama dengan Ryan.mereka dan juga fans di batasi dengan besi,besi yang menjulur hingga ujung sebagai tempat para penyanyi untuk lewat.
“terima kasih karena sudah hadir untuk menonton ku.”ujar Lily,mendekat ke arah fans yang menjulur kan buku untuk di tanda tangani.
“terima kasih.bye-bye.”lily tersenyum lebar,sembari membawa banyak hadiah di tangan nya.
“siapa yang jadi artis,siapa yang bawa hadiah.”di belakang,Ryan dan manajer Lily menggerutu.
“ini lah sulit nya jadi public figur.aku tidak bisa menolak nya kak,mereka sudah membeli dengan jerih payah sendiri.aku hanya berusaha untuk menghargai nya saja.”jawab Lily,kepala nya sesekali mengangguk menyapa banyak orang.
“kau artis yang paling banyak di bicara kan sekarang nona Lily.”ujar sang manager.
“no,panggil aku Aprill.semua orang di stasiun TV memanggil ku dengan nama April.”pinta Lily.
entah kenapa aku sangat menyukai panggilan Aprill itu.mungkin saja dengan panggilan baru,hidup ku yang kusam akan menjadi cerah dan lebih berwarna.
Lily bergumam dalam hati,terus melangkah ke belakang panggung.meletak kan semua barang,lalu mengambil mic siap untuk menggetarkan panggung.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.