The Real Crazy Duda.

The Real Crazy Duda.
abadikan momen.



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Ruang copy editor.


Lily bekerja dengan menggunakan gaun Marron.gaun dengan renda putih di sekitar leher nya,hanya ada tanda pengenal di leher nya.


Lily memang sengaja tidak mengganti baju, karena cukup sibuk.dia baru saja mengisi sebuah acara,tapi karena banyak pekerjaan Lily hanya memakai tanda pengenal lalu kembali ke ruang copy editor.


“bisa tolong antar ini!.”pinta Ningning pada Lily.


“sudah di cek ulang kan?.”tanya Lily sembari menatap deretan kertas di tangan nya.


“iya,di sana ada ruangan mana saja!cepat ya aprill!.”teriak Ningning pada Lily yang sudah berjalan menjauh dari sana.


Lily hanya mengacungkan jari jempol nya.terus berjalan,langkah Hells nya terdengar sangat nyaring.


sesekali Lily menunduk kan kepala hormat saat ada yang menyapa nya, di ikuti seulas senyum tipis.


Sret.


Dug.


“Awh.”


Karena tingkat kewaspadaan yang tinggi,Lily secara refleks menendang seseorang yang mencekal tangan nya.


“ya Allah,maaf saya tidak sengaja.”lily meringis, melihat siapa yang baru ia tendang.


“kau artis baru itu ya?.”


Lily mengeryit bingung melihat kehadiran celline, sekertaris pribadi dari max.


“iya,nona celline butuh sesuatu?.”tanya Lily sopan, menatap bingung ke arah Celine.


Cih,raut wajah nya benar-benar menjijikkan.


Umpat Celline dalam hati.dengan gaya yang di buat sok elegan celline mendekat ke arah Lily.


“ada hubungan apa kau dengan tuan Maxime?.”tanya celline dingin.


“maaf nona,itu masuk lingkungan privasi.saya berhak untuk tidak menjawab nya.”lily menjawab acuh,tidak takut pada celline sedikit pun.


“kau benar-benar.apa karena kau seorang artis kau bisa bersikap belagu seperti ini?.”tanya celline, bersidekap dada.


“apa anda fikir saya takut,hanya karena anda sekertaris pimpinan stasiun TV ini.tidak nona,semua nya rata di mata Tuhan.saya tidak takut pada anda.”jawab Lily santai.


“kau benar-benar!”teriak Celline tidak terima.


“turun kan nada bicara anda nona,gendang telinga saya bisa pecah karena suara anda yang sangat jelek itu.”


gerutu Lily karena kesal.sebelum berlalu pergi dari hadapan celline,Lily lebih dulu menatap tajam ke arah sekertaris max itu.


“memang nya siapa yang mau pacaran dengan duda mesum itu!.”gerutu Lily di sepanjang perjalanan.


Setelah menyelesaikan semua tugas nya.lily dan tim istirahat makan siang sebelum makan Lily lebih dulu melaksanakan shalat dhuhur bersama dengan Ryan.


“aku minta maaf pada mu Lily.ini semua karena kebencian Ryo pada ku,kau juga harus menerima akibat nya.”ujar Ryan sungkan.


Lily hanya mengangguk pelan,tidak masalah.


“ini memang sudah takdir ku kak.aku akan menghapus nama Ryo secara perlahan.mengganti nya dengan laki-laki yang lebih baik lagi.”jawab Lily penuh semangat.


Makan siang.


Lily membaur dengan sangat baik,tapi pandangan nya berubah dingin melihat kehadiran Lila yang berjalan mendekat ke arah nya.


“hais,nenek lampir itu mau apalagi sih ke sini?.”sungut Qilla kesal,tangan nya mencengkram tusuk sate.


“aku tidak sabar mencakar cakar wajah palsu nya itu.untung saja aku belum memotong kuku ku.”ningning juga tidak kalah kesal,menunjuk kan kuku-kuku tangan nya yang tajam.


“bagaimana bisa kau tahan memiliki saudari seperti nya sih April?.”tanya Qilla polos.


“ini takdir,aku tidak tertarik untuk menolak nya.tapi mempermainkan nya sedikit,ku rasa akan sangat seru.”jawab Lily acuh.


Trio NQA itu terdiam begitu kursi di sebelah mereka di tarik.dengan tidak tau malu nya,Lila duduk.


Mengelus pelan perut nya.lila seakan menunjuk kan kehamilan nya pada Lily,hendak membuat gadis itu cemburu.


“wah,kami sangat beruntung bisa makan bersama artis yang minus attitude seperti anda nona.”tanpa basa-basi,Qilla mengeluar kan kalimat tajam nya.


“aku tidak ingin mencari masalah dengan kalian.”lila menjawab tenang, karena sedang berada di lingkungan publik.


“wah ini sangat enak kelihatan nya.aku ingin merebut nya ya adik ku tersayang,sama seperti aku merebut Ryo dari tangan mu.”ujar Lila,begitu melihat segelas jus jeruk di sebelah Lily.


Diam,Lily hanya melirik sebentar belum berbicara atau bereaksi sedikit pun.


“kau tampak nya suka sekali dengan bekas ku ya kak?.itu baru ku minum tadi,dan kau sudah mengambil nya.ku rasa kau cocok menjadi pemulung pribadi ku.semua barang bekas ku kau ambil.”


Akhir nya, kata-kata Pamungkas di keluar kan oleh Lily,tanpa basa-basi.


“no.aku tidak mengambil bekas mu,aku mengambil milik mu.”jawab Lila tenang,sibuk menyesap jus jeruk milik Lily.


“tetap saja itu bekas ku kak, karena itu pernah menjadi milik ku.dan jika kau ingin memberi kan nya kembali,maaf aku tidak akan memungut barang yang sudah di ambil oleh pemulung.”sindir Lily santai.


Sial,dia benar-benar memancing amarah ku.


Lila menghela nafas panjang,menekan kesabaran nya yang perlahan mulai di kikis oleh kalimat tajam yang di lontar kan oleh Lily.


“dan ya satu hal lagi,ada perlu apa kau datang ke meja kami.kau mengganggu makan kami!selera makan kami hilang karena kehadiran mu!.”lily membanting sendok di tangan nya,dengan keras ke meja.


“kenapa kau terkejut.sebagai kakak yang baik,aku ingin menunjuk kan pada dunia.bahwa penyanyi rokkie yang meraih popularitas karena menjual tubuh.adalah adik seorang artis dan model terkenal,dan juga pemilik attitude yang baik.”


Suara Lila sengaja di perkeras.membuat semua yang ada di kantin menoleh ke arah mereka.


“jaga bicara anda nona!.”seru Ningning dan Qilla bersamaan.


Qilla dan Ningning tau ini masuk ke dalam ranah hubungan keluarga.sebagai teman mereka tidak bisa ikut campur terlalu jauh.


Lily bukan orang yang penyabar,atau mampu berakting sebagai orang yang penyabar sedikit pun.


Berdiri dari duduk nya,tanpa basa-basi Lily merebut jus jeruk milik nyadan jus apel milik Qilla.


Byur.


Lily langsung mengangkat ke dua tangan nya.menyiram Lila di hadapan banyak orang,membuat semua orang terbelalak.


Dia baru my baby girl.


Max yang melihat dari balik kaca transparan mengulas senyum lebar.melihat sikap Lily yang benar-benar berani.


Cekrek.


Tidak lupa max memfoto nya, sebagai kenang-kenangan perlawanan pertama Lily nya pada sang kuntilanak.


# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.