The Real Crazy Duda.

The Real Crazy Duda.
pindah.



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Max membawa Lily ke agensi.


Gedung MBM ENTERTAINMENT.


“ayo turun!”ajak max, sementara Lily hanya diam.


“jangan seperti ini,kau ada acara setelah ini.”


Lily menoleh,setelah bercerita dengan sang sahabat,devan.perasaan Lily berubah sedikit tenang,tapi dia tidak bereaksi sedikit pun.


Tanpa banyak bicara,Lily keluar dari dalam mobil max.tanpa memperduli kan banyak tatapan dari orang-orang.


semua orang jelas menatap ke arah nya.penampilan acak-acakan,tanpa sandal atau alas kaki dan baju yang ia pakai kemarin masih melekat di tubuh nya.


bukan hanya itu, kehadiran laki-laki di belakang Lily juga lebih menarik perhatian.siapa lagi jika bukan Maxime Brian Mcknight.


“ah akhir nya anda kembali nona.”manager Lily memekik bahagia melihat kehadiran Lily.


“ayo!anda harus bersiap.terima kasih tuan, karena sudah membawa Lily dengan selamat.”ucap manager Lily pada max,yang berdiri di belakang Lily.


“persiap kan satu kamar di asrama,dia akan tinggal di sana Mulai sekarang.”titah max,membuat petugas yang ada di sana mengeryit.


“baik tuan.”petugas mengangguk hormat, sebelum berlalu pergi dari sana.


“kenapa anda yang memutus kan?.”lily yang sedari tadi diam,kembali membuka suara.


“kau tidak aman tinggal di rumah mu,kau mau kejadian tadi terjadi.lihat,kaki mu saja berdarah.”ucap max, tiba-tiba ia berjongkok di hadapan Lily.


Secara refleks,Lily mundur satu langkah ke belakang.membuat darah yang keluar dari kaki nya,tercetak jelas di lantai.


sikap ceroboh nya sama sekali tidak berubah,huhhhhhh menjengkel kan.


umpat max dalam hati.


“astaga,Lily kaki mu berdarah!.”manager Lily memekik pelan, segera mengambil kotak p3k.


“beri kan pada ku.”pinta max.


“duduk!.”max menarik satu kaki Lily,membuat Lily terduduk di sofa.


“nona Lily,minum bibir mu pecah-pecah.”ucap manager Lily,mengulur kan segelas air putih.


“kenapa nggak pakai sendal sih?.”max menggerutu, mengobati kaki Lily yang berdarah-darah mengguna kan obat merah.


Shhh.


Lily meringis pelan, karena kaki nya terasa cukup sakit sekarang.


Max mengobati kaki Lily dengan sangat telaten, membuat manager hanya senyum-senyum malu.


“lain kalo hubungi aku jika terjadi sesuatu.”max menegak kan tubuh nya,menghentak kasar kotak p3k.


“terima kasih Karena pertolongan anda.saya harap ini yang pertama dan terakhir anda menolong saya.”lily berterima kasih dengan cara nya sendiri.


“mana handuk,aku ingin mandi.”pinta Lily,begitu mendapat kan handuk Lily segera masuk ke dalam kamar mandi asrama.


“jaga dia!.”


Manager Lily mengangguk,menunduk hormat kepada Max.


“nona jangan lama-lama kita harus mengisi acara setelah ini!!!.”pekik manager pada Lily.


“hem!.”lily berdehem keras dari dalam kamar mandi.


Klinik.


Tangan Devan mengepal erat,membuat liam yang sedang check up, ikut penasaran.


“ada apa?.”tanya Liam dengan wajah pucat.


“lily di hukum lagi oleh mama nya.”jawab Devan kesal,tangan nya sibuk menulis resep obat untuk Liam.


“apa?.”liam terperangah karena terkejut,mata nya mengerjap-ngerjap pelan.


“nanti siang,kau ikut dengan ku.kita akan mengunjungi Lily,tuan max meminta ku memeriksa keadaan nya.”


Ajak Devan.


Lily tengah beristirahat,di kantin,sesekali menyesap jus jeruk di tangan nya.


“kau pasti lapar kan?.”


Lily menatap sejenak ke arah semangkuk bakso favorit nya,yang di letak kan di atas bekal.


Sebelum mendongak.mata lily berbinar, melihat siapa yang membawa kan makanan favorit nya.


“evan,Liam kalian datang?.”lily bersorak gembira, sembari menyendok bakso pemberian Devan.


“tentu saja,kami datang untuk mu princess.”jawab Liam,duduk di sebelah Lily.


“maaf,aku nggak tau kamu di hukum.”ujar Devan sedih, sementara Lily hanya mengulas senyum tipis.


“aku terbiasa,jangan khawatir.”jawab Lily santai.


“bagaimana keadaan mu? baik-baik saja kan?.”tanya Liam khawatir, pandangan nya berubah Sendu.


Menghela nafas panjang,Lily mengulas senyum sangat lebar.seakan menunjuk kan dia baik-baik saja sekarang,tentu saja semua nya hanya sandiwara.


“tentu saja.”jawab Lily yakin.


“kau akan pindah ke asrama ya?.”


Lily terdiam mendengar pertanyaan dadakan yang di lontar kan oleh Devan.


Pasti duda mesum itu yang memberitahu nya kan?.


Lily menggeram dalam hati.secara perlahan ia mengangguk,membenar kan perkataan Devan.


“aku sebenar nya enggan keluar dari rumah,rumah itu juga milik ku.tapi, tuan max memaksa,aku bisa apa selain menerima nya.”pandangan Lily berubah gamang.


“itu lebih baik Lily,mereka tidak mungkin menyakiti mu.”devan meyakinkan.


Malam hari.


Di dalam asrama yang ada di gedung MBM entertainment.lily duduk diam, pekerjaan nya selesai lebih cepat.


Yang bisa ia lakukan hanya duduk diam,sembari menikmati secangkir teh.menatap pemandangan kota dari ketinggian.


Tok,tok.


“masuk!!.”pekik Lily.


“lily!”qilla menghambur masuk ke dalam,sembari membawa satu kotak martabak.


“huh,untung kau.”lilu bersyukur dalam hati,sembari merapat kan baju tidur nya.


Malam ini,Lily mengenakan baju tidur dengan satu tali di lengan masing-masing.terkesan cukup terbuka,dengan panjang setengah paha.


“wah, kau terlihat cukup seksi.”puji Qilla,mengamati tampilan sang sahabat dari atas hingga bawah.


“kau pantas jadi model.”ucap nya lagi.


“aku nggak tertarik pamer paha.”jawab Lily setengah menggerutu.


“tapi kakak mu saja pemotretan mengenakan bikini.”ucap Qilla keceplosan, sedetik kemudian dia menutup mulut nya.


“yang jadi sampul majalah dewasa itu ya?.”lily acuh tak acuh,sibuk menikmati martabak dari Qilla.


“iya,tubuh nya mulus ya.”puji Qilla.


“tapi apa suami nya nggak melarang?dia itu sudah nikah,masih saja pamer paha.”tanya Qilla penasaran.


“tuan max mengatakan itu yang di sebut sebagai orang profesional.mereka harus menyetujui kostum yang di pinta oleh brand.”lily berfikiran lurus.


tapi apa iya,Ryo nggak peduli pada hal itu istri nya loh.


Lily tidak yakin dengan jawaban nya sendiri.tapi sedetik kemudian dia mengulas seringai,mungkin saat Ryo mengetahui nya,akan terjadi badai besar dalam rumah tangga mereka.


“aku yakin suami nya pasti nggak setuju.terus nanti mereka bertengkar hebat.”ujar Qilla kegirangan,bertepuk tangan heboh.


“dan aku adalah orang paling pertama yang bahagia.”sambung Lily.


tawa antara Qilla dan Lily meledak secara bersamaan,mereka tertawa riang bahkan sampai terbahak-bahak.


“aku sendiri yang akan bersorak bahagia, karena penderitaan mereka.”jiwa jahat Lily meronta-ronta.


# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.