
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
sampai tiga peringatan,jika masih melakukan skandal siap-siap di depak dari agensi.
“apa karena dia calon kakak ipar mu,kau memberi pengecualian?.”ricko memicing penuh kecurigaan, karena sikap max.
Calon kakak ipar apa nya?aku tidak mau punya hubungan sedikit pun dengan kuntilanak seperti nya.
Max bergidik ngeri.membayang kan memiliki kakak ipar, seperti Lila.
“diam lah,lakukan sesuai permintaan ku.”hanya itu jawaban yang di keluar kan oleh max.
“iya.”jawab ricko kesal sebelum berlalu keluar dari sana.
“tunggu!.”
Dengan wajah yang menahan rasa kesal,ricko berbalik.menatap tajam ke arah max,yang bisa menyuruh nya sesuka hati.
“nanti siang,setelah makan siang.kita ke rumah sakit,menjenguk Lily.”ujar max,tanpa mengalih kan pandangan nya pada berkas.
Dalam diam nya,ricko memadang wajah penuh keterkejutan.mulut nya bahkan sampai terbuka,mata nya melebar.
Menjenguk Lily?.
Gumam ricko lirih.sebelum mengangguk sangat pelan, dan berlalu pergi dari sana.meninggal kan keterkejutan dalam hati nya.
Siang hari.
Rumah sakit XXXXXX.
Lily tengah duduk bersandar di atas ranjang, dengan Devan yang setia menyuapi nya.
“kau tidak kerja?.”tanya Lily heran.
“aku praktek di klinik milik ayah ku,dia sendiri yang meminta ku tidak bekerja.”devan menjawab acuh.
Dia dan Lily memang beda jurusan.tapi karena pada dasar nya otak Devan genius,dia bisa tamat sama dengan Lily.
“kenapa tidak bekerja di rumah sakit besar saja nak?.”tanya nyonya Anin yang juga sedang makan siang.
“itu klinik yang di bangun kakek.aku sebenar nya tidak suka jadi dokter,tapi hanya aku yang mampu melakukan nya.”jawab Devan sendu.
Secara perlahan tangan Lily yang masih di infus,menyentuh dan mengelus pelan bahu lebar Devan.
Aku tau kau tidak bahagia dengan profesi yang kau jalani.tapi,kau melakukan segala hal agar mama dan papa mu tidak kecewa.
Lily tau siapa Devan, termasuk jalan kisah sang sahabat.
“aku bangga pada mu Evan.”puji Lily,sembari membuka mulut nya siap menerima suapan dari Devan.
Tok,tok.
Setelah terdengar suara ketukan pintu.dua orang laki-laki tampan uang tidak lain adalah max dan juga ricko masuk.
“hai cantik,aku tidak tau ku sakit.”ricko mendekat,meletak kan parcel buah di atas nakas.
“terima kasih!”ucap Lily dengan mulut yang penuh makanan.
“telan dulu, baru bicara.”devan menggeleng,kembali menyuapi Lily dengan bubur.
“biar aku yang melakukan nya!.”max mengambil alih mangkuk bubur di tangan Devan,lalu mendorong laki-laki itu pergi.
“devan,biar max yang melakukan nya.sekarang kau makan siang saja!.”pinta nyonya Anin, menepuk-nepuk sofa di sebelah nya.
“ayo buka mulut mu!.”titah max tegas, karena Lily tidak membuka mulut nya.
Selera makan ku langsung hilang karena kehadiran mu.
Lily menyandar kan tubuh nya.menghindari suapan max, karena selera nya hilang begitu saja.
“kenapa kau tidak mau makan?.”tanya max.
“mendadak selera makan ku hilang.”jawab Lily malas.lily sampai harus membuang pandangan nya ke arah lain.
“kau harus makan!jangan menyusah kan banyak orang!.”suara max berubah tegas,tidak berubah sedikit pun.
“tidak menyusah kan ku kau yakin?.”tanya max sinis,meletak kan bubur di atas meja.
“siapa yang menggendong mu gara-gara kau pingsan kemarin?aku kan.dan kau bilang,kau tidak menyusah kan ku?.”max bersidekap,bertanya sinis pada Lily.
“saya tidak meminta untuk di gendong.anda mau menggendong saya kan?itu bukan keinginan saya.”lily mengendikan bahu acuh.
“sudah salah, marah-marah.”gerutu max.
“apa anda bilang?!jika anda tidak ikhlas seharus nya anda biar kan saya di gendong kak Ryan!.itu lebih baik,dari pada anda menggendong saya!.”
Suara Lily meninggi.baru saja selesai berbicara,mata nya membola melihat darah di punggung tangan nya,mulai naik ke atas selang infus.
“da-darah.”gumam Lily lirih.
“ada apa?.”tanya max malas,ikut menoleh.
“darah!!.”
Ricko,Devan dan juga nyonya Anin langsung berdiri, begitu mendengar suara Devan.
Secara perlahan, Devan mendekat.mengurus infus di tangan Lily,dengan perasaan hati-hati.
“kau ini!jangan berdebat,kau punya riwayat darah tinggi bodoh!.”marah Devan,tapi wajah nya berubah khawatir.
“dia yang mengajak ku berdebat!.”lily menyalah kan max.
“kau yang lebih dulu mengajak ku berdebat!.”balas max tidak terima.
“anda!.”
“kau!.”
“anda!.”
“kau!.”
“anda,anda dan anda.karena perdebatan ini karena kesalahan anda!.”lily yang biasa nya pendiam,sekarang mendadak berubah drastis.
Sejak bertemu dengan max,riwayat darah tinggi yang di miliki oleh Lily sering kambuh.
“sudah,sudah.tuan max maaf kan Lily,jika sedang sakit dia memang sering seperti itu.”devan menengahi.
“mereka tidak cocok jika menjalin hubungan serius.”nyonya Anin berdecak, melihat perdebatan antara Lily dan juga max.
“iya aunty benar.bisa-bisa terjadi perang dunia dua di kediaman Mcknight.”ricko tertawa di akhir kalimat nya.
Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi.jika kedua kutub yang berlawanan arah ini di satu kan.
ricko bergidik ngeri.
“iya aunty tau.tapi ini lah guna nya pernikahan, untuk menjadi kan perbedaan menjadi satu.”jawab nyonya Anin semangat.
“bagaimana jika kita nikah kan Kalian berdua?.”tanya nyonya Anin semangat pada Lily dan max.
“iya!.”
“tidak!.”
Lily dan max menjawab secara bersamaan.lily menoleh tapi max langsung menerima begitu saja.
“aku tidak Sudi menikah dengan anda!.”teriak Lily tidak terima.
“oh ya?aku yakin kau berbohong.tidak ada yang mampu menolak pesona the real crazy Duda.aku kaya, tampan dan gagah.walau pun duda,aku masuk ke dalam jajaran duren sawit and duku Mateng.”
Max membusung kan dada nya penuh dengan kebanggaan.bahkan dagu nya terangkat sangat tinggi, menunjuk kan kebanggaan.
“duren sawit,Duku mateng?memang nya anda buah ya?.”dengan polos nya, Lily bertanya.
Max memutar bola mata nya karena jengah dengan sikap lily.tidak lama kemudian,dia langsung menatap tajam ke arah Lily.
“duren sawit adalah singkatan dari duda keren sarang duwit.duku Mateng, singkatan dari duda kuat mapan and ganteng.”
Lily terperangah masih belum mengerti dengan penjelasan yang di beri kan max sedikit pun.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah