
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Lily menunduk kan kepala nya karena sedih.air mata mengalir begitu saja dari netra nya.
Allah mengabulkan doa orang-orang yang tersakiti.dan saat Lily ada di posisi itu,di posisi tersakiti dan terdzolimi.lily tidak sadar, dia berdoa untuk keburukan bagi Lila.
“baby jangan seperti ini.”max mengingat kan.
“aku tidak pernah mengharap kan hal buruk terjadi pada Lila, sedikit pun.”isak Lily.
Terima kasih ya Allah, engkau telah memberi ganti yang jutaan kali lebih baik.
Max tersenyum tipis.pilihan nya sangat tepat,untuk memilih Lily sebagai pendamping hidup nya.
Walaupun sering kali berbicara pedas pada Lila.hati Lily sangat lah putih dan bersih,dia tak pernah mengharap kan hal buruk terjadi pada Lila.
“baby kau tidak salah, jika memang terjadi sesuatu pada Lila dan Bayi nya itu adalah karma.hukum alam akan bertindak dengan sendiri nya.”max menyakinkan.
Ya Allah lindungi Lila apapun yang terjadi.
[Iya aunty,sebaik nya kalian cepat datang.kami ada di rumah sakit xxx,pusat kota Beijing cina.].
Tut.
Setelah menghubungi Lian xen,Feng Wei langsung menutup telpon nya.
Srek.
Pintu terbuka.karena hanya dia yang fasih berbahasa Mandarin,Feng Wei yang paling pertama berdiri.
Tampak mereka sedang berbicara dengan bahasa mandarin.tapi satu hal yang mampu orang-orang baca,raut wajah Feng Wei yang langsung berubah mendung.
“ada apa?Lila dan Bayi nya baik-baik saja bukan?.”tanya Ryo beruntun.
Ya Tuhan,aku benar-benar tidak enak jika harus mematahkan harapan mereka.
Feng Wei belum bicara,dia masih mengalami pergolakan batin.
“maaf,aku hanya menyampaikan apa yang dokter kata kan.janin di kandungan Lila tidak bisa di selamatkan.”
Jeduar.
Ryo terpundur beberapa langkah kebelakang,mata nya berubah kosong.
Anak ku....
Gumam Ryo lirih.
Deg.
Astagfirullah.
Pijakan kaki Lily goyah,tubuh nya hampir limbung jika saja max tidak sigap menahan tubuh nya.
“bayi nya max,Bayi nya tidak bisa di selamat kan.”gumam Lily.
“semua milik Allah baby, Allah berhak mengambil nya kapan pun dia mau.jangan bersedih,mungkin Allah belum percaya pada Lila kalau dia mampu menjaga anak nya.”max menenangkan.
“hiks,bayi nya max.”lily semakin terisak.
Secara perlahan max membenamkan kepala Lily kedalam dada bidang nya.jari jemari kekar milik nya mengusap rambut panjang Lily.
“aku turut berduka ryo.”feng wei menepuk pelan bahu lebar Ryo.
Ryo hanya diam,dia masih terpukul sekarang.kehilangan anak yang selama ini di tunggu-tunggu,ayah mana yang tidak sedih.
Tapi di satu sisi,Ryo bersyukur.lila sang istri baik-baik saja.walau pun ia tidak tau apa yang akan terjadi nanti, setelah Lila tau bayi nya telah tiada.
Tap.
Tap.
Tap.
Mama,papa, Darren Wang,ricko,dan juga Lian xen sedang berlarian mendekat.
“bagaimana keadaan Lila dan Bayi nya?mereka baik-baik saja kan?.”tanya ricko beruntun.
“tidak,bayi nya keguguran.pendarahan yang Lila alami terlalu banyak,juga karena janin nya terlalu lemah untuk bertahan.”
Feng Wei yang menjawab, karena baik ryo,Lily atau max sama-sama enggan menjawab.
“innalillahi.”ujar Ricko.
“apa yang terjadi pada putri ku!!!kenapa dia seperti ini!itu pasti karena kesalahan mu kan?!!.”bentak mama,menuduh Lily.
“ma,ini rumah sakit.jangan membuat keluarga Wang malu.”papa berujar tenang.
Ini takdir.
Hanya itu yang ada di fikiran papa.beliau bukan orang yang selalu menyalahkan orang lain.karena itu dia yakin semua ini adalah takdir dari yang kuasa.
“diam pa!mama yakin semua ini adalah kesalahan Lily.dia selalu iri dengan semua hal yang di miliki putri kita, karena itu dia mau merenggut segala nya.”tuduh mama.
“jaga bicara anda nyonya!berani sekali anda menuduh putri saya hah?!!.”
Melihat Lily terus di tuduh dan di pojok kan, jiwa keibuan milik Lian xen meronta-ronta.
Dia langsung berteriak membalas perkataan mama.berdiri di garda terdepan untuk melindungi Lily,putri sambung nya.
“aku yang mengandung nya dan juga melahirkan nya.aku lebih tau sikap putri ku itu seperti apa!!!aku tau sebenci apa dia pada Lila,saudari nya.dari pada kau yang baru mengenal nya satu Minggu!!!.”sahut mama.
“jika kau memang mengenal Lily,kau seharus nya kau lebih tau seperti apa Lila,putri sulung mu.apa selama ini Lila pernah sekali saja berhenti mengusik kehidupan Lily hah?!tidak.yang licik itu Lila, dia merenggut semua nya dari Lily.kasih sayang,dan juga pacar.yang licik plus menjengkel kan itu putri mu!!!jadi berhenti menuduh Lily putri ku!!!.”pekik Lian xen tidak terima.
“sayang sudah.”ujar Darren Wang lembut,memeluk bahu Lian xen.
“sudah?kau tega membiar kan wanita ini menuduh Lily hah?!!.”tanya Lian xen penuh amarah.
“aku tidak menuduh nya,itu kenyataan.sifat nya menurun dari ayah nya!!!”sahut mama tidsk terima.
“hei kau berani sekali menuduh putri dan suami ku hah?!!!.”
Lian xen menggulung lengan baju nya.berjalan dengan cepat menuju ke arah mama,lalu menjambak rambut nya.
Terjadi lah aksi Jambak-kan.papa dan Darren Wang, berusaha memisah kan istri mereka masing-masing.
“man-qin sudah!.”lily mendekat,menarik tangan sang ibu sambung.
“lepas?!! Man-qin bilang lepas Lily.man-qin harus mencakar cakar wajah nya!!!dia harus di beri pelajaran.”
Teriak Lian xen,terus memberontak dari cekalan tangan Lily dan juga Darren Wang.
“manqin ini rumah sakit,tidak enak di lihat orang.”
Mendengar bisikan lily.lian xen berhenti memberontak,lalu merapihkan baju nya dengan gerakan anggun.
“urusan kita belum selesai.”desis Liam xen.
“manqin duduk lah dulu."max mengajak ibu mertua tiri nya untuk segera duduk.
mereka semua duduk dengan tenang.sembari menunggu dokter selesai memeriksa kondisi Lila.
sepuluh menit kemudian.sebuah brankar di dorong keluar,tubuh Lila tergolek lemah di atas nya.
semua orang langsung mengikuti brankar Lila, hingga sampai di ruang rawat yang di pesan oleh Feng Wei.
“lily,max,dan Lian semua.lebih baik kalian pulang,biar Lila saya dan istri saya serta Ryo yang akan menjaganya.”titah papa.
“tapi Lily mau jaga."tolak Lily.
“tidak Man-qin tidak setuju,nanti kau di makan oleh harimau pula.”sindir Lila xen pada mama.
“lebih baik jangan sayang,kau kan pasti lelah karena pesta seharian ini."tolak Darren Wang.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.