
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“ini minum sayang!.”mama mengulur kan segelas jus jeruk ke arah Lila.
“terima kasih ma.”jawab Lila singkat,menegak habis jus jeruk milik nya.
“dimana Lily? dia belum pulang?.”tanya Lila,mata nya melirik kesana-kemari.
“belum,dia biasa nya pulang tengah malam.”jawab mama apa adanya.
“tengah malam,memang nya ada ya stasiun TV yang mempekerjakan karyawan bagian copy editor sampai tengah malam?.”tanya Lila sinis, sengaja mengompori sang mama.
“pa!!cepat telpon Lily!.”teriak mama,yang membuat papa langsung keluar dari kamar nya,sembari membawa handphone.
Tut,Tut,Tut..
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan silahkan hubungi beberapa saat lagi.
Hanya suara operator seluler yang menjawab.
“ku rasa dia benar-benar menjual diri nya pada tuan max.”sindir Lila kesal.
“kenapa kau bicara seperti itu pada adik mu Lila?.”tanya mama bingung,dahi nya berkerut dalam mendengar perkataan Lila.
“karena itu kenyataan nya,ma.aku tadi hanya ingin membawa kan nya gelas,tapi dia dengan angkuh mengusir ku.bahkan ada teman nya yang ingin mencakar ku, hanya karena Lily dekat dengan pemilik stasiun TV.”
Bohong Lila, jelas bukan itu yang sebenar nya terjadi.jelas-jelas dia yang salah.
“dia melakukan itu pada mu?.”tanya papa kesal, sementara mama hanya diam tidak percaya.
“assalamualaikum!.”terdengar suara salam dari luar.ryo masuk, dengan wajah nya yang lelah.
“kau sudah pulang sayang?.”lila menyapa Ryo, dengan mengecupi pipi kanan sang suami.
“ryo kau sudah pulang?di mana Lily?.”mama berdiri,melirik ke belakang tubuh Ryo.
“lily?tuan max membawa nya ke rumah sakit.karena dia tadi jatuh pingsan.”jawab Ryo jujur.
“pingsan? bagaimana bisa dia pingsan?.”tanya mama bingung.
“tentu bisa,anak mama itu kan lemah.sudah lah ma,jangan memikirkan pemberontak itu!dia saja tidak perduli pada mama!.”teriak Lila kesal,mata nya menajam di ikuti dengan tangan yang mengepal.
“lila,kenapa berkata seperti itu tentang Lily?.”ryo menoleh,menegur Lila yang selalu menjelek-jelekkan Lily.
“itu kenyataan nya.jangan membela nya lagi,atau aku akan berfikir kau masih mencintai nya!.”lila menuding tepat di wajah sang suami.
“berhenti berfikiran seperti itu.aku muak lama-lama dengan segala tuduhan mu!.”bentak Ryo lepas kendali.
setelah selesai membentak Lila bahkan sampai wanita itu menangis kencang,Ryo berlalu pergi dari sana dengan cepat.
menunju ke kamar nya sekedar menenangkan diri, karena masalah yang terjadi dalam rumah tangga nya tidak ada habis-habisnya.
selalu saja ada masalah, tergantung sifat dan ego masing-masing.
Rumah sakit XXXXXX.
Derap langkah kaki terdengar sangat cepat,kondisi yang sudah tengah malam,membuat lorong rumah sakit sedikit sepi.
Devan mendobrak masuk ke dalam salah satu ruangan.mata nya terbelalak melihat keadaan Lily.
“lily?kenapa kau seperti ini.benar kan firasat ku terjadi sesuatu pada mu.”gumam Devan pelan, menggengam erat tangan Lily.
Tadi sebelum hendak menjemput lily.devan tertidur,di dalam mimpi nya,Lily sedang terbaring di ranjang pasien.
“kau sudah datang?.”mendengar suara seseorang,Devan menoleh.
“tuan max?”sapa Devan,pada laki-laki yang sibuk dengan pekerjaan di ujung sofa.
“hem.”dehem max singkat, memperbaiki letak kaca mata milik nya.
“apa yang terjadi pada sahabat saya tuan?.selama ini saya tidak pernah melihat Lily pingsan?.”tanya Devan beruntun,penuh dengan nada kekhawatiran.
Sebagai seorang sahabat,Devan tentu mengerti semua hak tentang lily.dan Devan tau,Lily bukan wanita lemah yang bisa pingsan.
“dia pingsan setelah tau fakta, bahwa Ryo tidak pernah mencintai nya.selama empat tahun ini,Ryo hanya berpura-pura mencintai nya.demi balas dendam kepada kakak nya,yang juga mencintai lily.”
Tanpa mengalih kan pandangan dari layar laptop.max menjelas kan secara singkat, tragedi di balik pingsan nya Lily dengan sangat tenang.
Berpura-pura,sialan.awas kau Ryo,jika sampai aku bertemu dengan mu,aku pasti kan akan meretak kan ginjal mu.
Batin Devan geram.
“tuan anda bisa pulang,saya yang akan menjaga lily.”
“em,jaga dia dengan baik.aku memiliki banyak pekerja di rumah.”max bangkit,mengambil tas kerja nya,pulang ke rumah, karena masih ada banyak pekerjaan yang menunggu nya.
“baik tuan,sekali lagi terima kasih karena sudah menjaga sahabat saya.”devan sedikit menunduk,memberi terima kasih pada max.
“hem.”dehem max singkat, sebelum berlalu keluar dari ruang rawat Lily.
Pagi hari.
Sela-sela cahaya matahari menembus ke dalam kaca jendelanya sebuah ruangan di rumah sakit.
Membuat makhluk yang sedang terlelap di ranjang pasien, terusik.mata nya mulai terbuka secara perlahan,sebelum mengerjap pelan.
Aku di mana?.
Lily memegangi kepala nya yang terasa pusing.netra nya melirik ke arah sofa,ternyata Devan sedang sarapan di temani oleh nyonya Anin.
“lily,kau sudah bangun?.mana yang sakit girl?apa kau mau ku panggil kan dokter?kenapa kau tidak menjawab?.”tanya Devan beruntun, sembari mendekat ke arah Lily.
Evan lagi?.selalu seperti ini,saat aku terbangun dari sakit.hanya Evan yang ada di samping ku.sementara satu pun keluarga ku tidak datang.
Batin Lily miris.air mata mengalir begitu saja dari netra nya,tanpa bisa di cegah.
“kau baik-baik saja sayang?mana yang sakit.aunty di minta max untuk menjaga mu, karena dia ada urusan.”nyonya Anin mengecup pelan kening Lily.
“papa,mama nggak di sini?.”tanya Lily lirih.
“tidak,tapi ku rasa mereka sudah tau dari Ryo,kalau kau sedang sakit.”suara Devan tercekat, karena melihat kehancuran di mata Lily.
Ya, kenapa aku lupa bahwa aku adalah anak yang tidak di anggap.
Lily berusaha bangun di bantu oleh nyonya Anin.yang bagai kan seorang ibu bagi nya.
“ini minum dulu, tenggorokan mu pasti kering.”ucap Devan, mengulur kan segelas air putih.
Secara perlahan Lily menegak nya,hingga habis.
“dia tidak pernah mencintai ku Evan.sedikit pun, dia selama ini hanya bersandiwara.”gumam Lily lirih.
“jangan seperti itu girl,Ryo bukan laki-laki baik.mungkin ini cara Allah menunjuk kan dia bukan laki-laki baik.”devan memberi kan semangat.
“tapi aku bodoh, karena hanyut dalam sandiwara nya.”ucap Lily lirih,penuh dengan kesedihan yang sangat mendalam.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah