
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
Lily tengah mondar-mandir di kamar nya.masih memakai piyama panjang berwarna Marron favorit nya.
Semua pekerjaan nya sudah selesai lebih awal.karena itu Lily bisa mengistirahatkan diri nya sekarang.
Devan,andai kau ada di sini.aku sangat ingin bercerita dengan mu.
Gumam Lily dalam hati,memandang miris foto nya dan juga Devan yang sedang saling merangkul.saat wisuda,dengan senyum yang paling bahagia.
“lily!aku datang!.”di jam sembilan,kamar Lily di terobos masuk oleh sahabat nya Qilla.
“sedang apa kau di sini?.”lily menoleh,bertanya dengan dahi berkerut dalam.
“aku di pinta pak max untuk ke rumah mu, dia bilang akan melamar mu nanti.”jawab Qilla enteng, Merapih kan gaun biru yang ia kenakan.
“apa?!.”lily berteriak kaget.
Tidak lama terdengar iring-iringan mobil yang memasuki halaman rumah lily.secara bersamaan,Lily dan Qilla mengintip.
“wah aprill,mobil nya bagus-bagus.”ucap Qilla memuji,mata nya mengerjap-ngerjap pelan.
“astagfirullah.”lily menyandar kan kepala nya di kaca jendela,memandang miris ke arah mobil-mobil mewah yang berjejer rapih.
“pak max tampan Aprill!.”pekik Qilla berbinar begitu melihat laki-laki dengan setelan jas berwarna biru laut turun.
Lily ikut menoleh ke bawah.max baru saja turun dari mobil Alphard milik nya,dengan setelan jas biru laut,melapisi kemeja berwarna abu-abu.
Dia terlihat benar-benar mengerikan.
Bukan nya menganggap max sebagai sosok yang tampan.lily justru merasa takut dengan max sekarang.
Di bawah.
Begitu turun dari dalam mobil, Max merasa ia sedang di awasi.secara refleks,ia mendongak ke atas.
Aku merasa Lily sedang melihat ku sekarang.
Gumam max pelan.
“max semua sudah siap,bisa kita masuk sekarang?.”tanya ricko,yang juga sudah siap dengan stelan jas biru laut.
Secara perlahan,mereka semua masuk ke dalam rumah Lily.
“selamat malam semua nya, maaf karena kedatangan kami secara tiba-tiba.max sudah tidak sabar ingin melamar Lily.”nyonya Anin yang langsung membuka pembicaraan.
Para pelayan dan juga pengawal dari max langsung meletak kan barang hantaran,semua nya adalah barang-barang kesukaan Lily.
“aku tidak mau turun!.”
Mereka yang duduk di ruang tamu,termasuk orang tua dari ricko,menoleh secara bersamaan.
“kau harus turun Lily,kau kan akan di lamar!.”suara teriakan Qilla juga terdengar tidak kalah nyaring.
“permisi,biar aku yang menjemput nya.adik ku memang seperti itu, urat malu nya sudah putus.”ujar Lila.
“aku tidak mau,lepas Qill!.”teriak Lily.
“baby!.”
Begitu sampai di tangga ke delapan,Lily langsung di sambut dengan teriakan dari max.
Cantik.
Walau pun mengguna kan piyama panjang berwarna Marron.lily tetap tampil cantik dengan kulit putih nya yang bersih.
“kenapa kau tidak bersiap-siap Lily?.”tanya mama.
“aku...”
“tidak masalah,baby girl tetap cantik.oh ya baby,jangan lupa satu hal cincin itu harus tetap kau pakai.aku membeli nya dari Tiffany and CO.”max mengingat kan.
“what!.”qilla memekik tertahan.
“lily sini!.”pinta nyonya Anin.
“aku tidak mau.”gumam Lily pelan, sedikit mundur ke belakang.tapi tarikan tangan Qilla lebih besar.
“kau harus mengalah.aku di tunjuk jadi Bridesmaids oleh tuan max.”marah Qilla,terus menarik tangan Lily hingga wanita itu terduduk di kursi.
“awh,dasar barbar.”geram Lily.
“hai nona, kita bertemu lagi.”posisi duduk yang berdekatan, membuat ricko langsung menyapa Qilla.
“memang nya kita pernah bertemu lagi?saya rasa kita tidak pernah bertemu tuan.”jawab Qilla acuh.
“kau cantik sekalipun memakai piyama baby girl.”puji max, mengelus pelan kepala Lily.
“tuan,jangan lupa jaga batasan anda.”gumam Lily pelan,berbisik tepat di telinga max.
“semua nya,saya selaku paman dari max.ingin menyampaikan niat kedatangan kami ke sini.Ingin melamar Lily untuk max,dia akan menjadi menantu tunggal keluarga Mcknight.”
Deg.
Mata Lily membola karena kaget dengan lamaran yang di ada kan secara tiba-tiba.
“aku....”
Lily tidak melanjut kan perkataan nya,pandangan nya berubah penuh dengan Kebimbangan.membuat max segera mendekat.
“jika kau menolak nya secara tidak langsung kau memberi tau pada kakak mu dan juga mantan pacar mu, bahwa selama ini hubungan kita hanya sandiwara belaka.”bisik max pelan, mendekat kan bibir nya di telinga Lily.
Apa yang kau harap kan sekarang Lily?.Ryo,terlalu mustahil jika kau masih berharap pada nya.hubungan kalian adalah sesuatu yang tidak mungkin.
“baby.”panggil max, menggengam pelan tangan lily.menyalur kan sebuah rasa tenang.
“aku tau ini terlalu cepat untuk mu,tapi dengan begini aku membukti kan aku benar-benar serius.aku pernah menikah,aku pernah mencintai seorang wanita dan aku pernah gagal.aku cukup dewasa untuk menentukan keputusan ku,dan keputusan ku adalah membuat mu menjadi milik ku.aku tidak bisa berjanji akan membuat mu selalu tersenyum,tapi aku berjanji akan berusaha mencintai mu dengan sepenuh hati.karena,pernikahan bukan sebuah perjalanan yang mudah.ada banyak badai yang siap menerjang.tapi percaya lah,ada satu hal yang mampu ku janji kan pada mu,apa pun yang terjadi aku tidak akan menyerah.dan melepas kan tangan mu,aku akan selalu menggengam tangan mu dalam keadaan apa-pun.”ujar max penuh perasaan.
Mata Lily mulai memanas,wanita mana yang tidak akan tersentuh.saat ada laki-laki yang mengucap kan kata-kata penuh perasaan pada nya.
“kita bisa mencoba nya sedari awal baby,saling mengerti.kau mau menerima ku kan?.”pinta max penuh perasaan.
dengan mengucap kan bismillah dalam hati.secara perlahan Lily mengangguk.
“iya,aku menerima nya.”jawab Lily tersenyum malu.
“akhhh!!! yes akhir nya aku akan jadi Bridesmaids.aku benar-benar bahagia,akhir nya kau menikah.yey!!!yey!!! sahabat baik ku akan menikah.”pekik Qilla penuh dengan kebahagiaan.
dasar kampungan.
Lila mengumpat dalam hati.memandang sinis ke arah Qilla yang sedang berteriak-teriak heboh, karena bahagia.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.