
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“hamil anak siapa?hamil anak ku ya?.ah serius?.”
Max memasang tampang pura-pura terkejut,tapi pada akhir nya ia terkekeh dengan sangat kencang.
“kau yakin?!.”tanya max sinis.
Dengan gerakan cepat max maju, mencengkram dagu Valerina edelweis dengan sangat kencang bahkan sampai membuat Lily terkesiap karena kaget.
“jangan pernah membohongi ku.”desis max kesal.
“dia memang anak mu,aku yakin itu.”jawab Valerina edelweis penuh percaya diri.
Plak!!.
“akh!.”lily berteriak, terkesiap kaget.sampai menutup mulut nya karena tidak percaya.
Max yang ia kenal bukan laki-laki seperti ini.lily kenal baik laki-laki uang sudah menjadi suami nya ini.
Max laki-laki lembut,seumur mengenal max.lily tidak pernah melihat max memukul wanita,sekali pun.
Ini bukan max.lily yakin ini bukan max,max laki-laki baik dia tidak pernah mengangkat tangan pada perempuan mana pun.
Tapi ini.max dengan enteng menampar Valerina edelweis.
“max, bagaimana jika terjadi sesuatu pada anak kita hah?! ”pekik Valerina memegangi perut nya.
Pyar!.
“jaga bicara mu!.”teriak max lirih, membanting sebuah vas bunga.
“max.”lily mendekat,menyentuh pelan tangan max.
“jangan menyentuh ku sekarang,atau kau juga akan terkena amukan ku BABY.”tekan max, menghempas kan tangan Lily.
Oke Lily, mundur lebih baik dari pada kau terkena amukan singa.
Lily mengangkat ke dua tangan nya pertanda menyerah.mundur hingga punggung nya membentur dinding.
“valerina edelweis.”
Dia kenapa?.
Tubuh Valerina edelweis terasa bergetar mendengar suara max.suara nya memang lembut, tapi sarat akan sebuah ancaman tak terlihat di sana.
“lama tidak bertemu,ternyata kau tidak pernah berubah sedikit pun.”max berjongkok,berucap dengan suara lembut.
“kau masih wanita paling murahan yang pernah ku kenal.”
Plak.
“shh.”valerina edelweis mendesis.
“apa kau fikir aku tidak tau apa yang kau lakukan diluar negeri Hem?.aku memantau mu karena aku tau kau! selicik apa kau.”tekan max.
“apa maksud mu max.”
“jangan memanggil ku dengan mulut menjijikan mu itu,pergi dari sini sebelum aku membongkar aib mu.”max mencengkram lengan Valerina edelweis.
“aib apa yang kau maksud?.”tanya Valerina edelweis dengan suara bergetar.
Secara perlahan max mendekat kan bibir nya ke telinga Valerina edelweis,berbisik lirih tanpa bisa di dengar Lily.
Sebenar nya apa yang mereka berdua bicara kan?.
Lily meremas ujung gaun nya.
“sial.”
Umpat Valerina edelweis,sebelum berlalu pergi dari sana.
“max kenapa dia langsung pergi?.”tanya Lily bingung,mendekat ke arah max.
diam.max belum menjawab,secara perlahan tangan nya menaut di jari-jemari Lily.
lalu mengecupi nya secara perlahan,penuh cinta.
“lalu apa kau mau dia tetap di sini?dan mengacaukan pesta pernikahan kita.aku tidak mau ada masalah dalam rumah tangga kita baby girl,aku tau kau belum mencintai ku.itu saja adalah salah satu masalah besar dan dia mau menambah nya lagi.”
max menggerutu kesal,bibir nya bahkan sampai nengerucut.
“baik lah gandeng tanganku."titah max.
dengan sangat patuh Lily menurut,tangan nya secara perlahan melingkar di salah satu lengan max.
sret.
dalam satu kali gerakan,max menarik pinggang Lily untuk merapat ke arah nya.
tubuh kedua nya sekarang menempel tanpa jarak.hanya ada pakaian sebagai pemisah,hembusan nafas bahkan saling menerpa wajah masing-masing.
“apa yang kau lakukan?.”tanya Lily panik, berusaha memberontak.
“apa?aku hanya memeluk mu.”jawab max jahil.
“semua orang sudah menunggu kita,lebih baik kita segera keluar.”ajak Lily.
“ada orang tua kita yang akan menangani nya baby,its oke mo problem itu bukan masalah besar."jawab max enteng,semakin mendekat kan wajah nya pada Lily.
cup.
“ayo!.”
setelah mengecup bibir Lily,max menggandeng tangan Lily mengajak nya untuk keluar.
“kau sudah memberes kan nya max?.”
Begitu pasangan pengantin baru itu keluar,nyonya Anin langsung mendekat dengan raut wajah panik.
“tentu saja, kita semua tau seperti apa dia.mudah bagi ku untuk membungkam mulut nya itu.”jawab max enteng.
“terlalu percaya diri.”lily bergumam sangat pelan,tapi siapa yang menduga gumaman nya terdengar oleh max.
Cup.
Whoo....
Para tamu undangan langsung terperangah melihat siaran live yang tengah di main kan oleh max dan Lily.
“max!.”bisik Lily lirih.
“ah baby girl kau sangat menggemaskan.”puji max.
“ah,kapan Tuhan mengirim kan ku laki-laki setampan pak max ya?.”qilla bergumam lirih.
“aku punya teman,dia seorang polisi jika kau mau aku akan menjodoh-kan kalian.”ningning si single mom, itu,memberi kan usul untuk sang sahabat.
“untuk apa mencari yang jauh,yang dekat sudah ada.”
Ningning dan Qilla menoleh secara bersamaan,begitu ada seseorang yang ikut mengobrol dengan mereka.
dia lagi.
Qilla memutar bola mata nya malas melihat siapa yang ikut mengobrol bersama dengan mereka.
Ricko.setiap bertemu dengan teman dekat CEO tempat nya bekerja, Qilla rasa nya ingin menjambak Jambak rambut ricko itu.
“ah iya Qilla,kenapa harus cari yang jauh?pak ricko kan ada.selamat malam pak,saya titip sahabat saya dulu ya?permisi.”
setelah berbasa-basi sebentar pada ricko, Ningning langsung menyingkir begitu saja dari sana.
“bisa tidak sekali saja,bapak jangan ikut campur?.”ketus Qilla.
“kau terlihat tidak pernah menyukai ku?.”tanya ricko balik.
“menyukai?sejak kapan bapak fikir saya tidak menyukai bapak.saya suka bapak, sebagai atasan maksud nya.saya hanya tidak suka sikap bapak yang sering mengusik kehidupan orang lain.”jawab Qilla jujur, berhasil membuat ricko terperangah.
Tidak bisa,berani sekali dia merendahkan harga diri ku.
“ma!!!ricko mau nikah!!!.”
Mama ricko yang sedang berkumpul bersama dengan keluarga Lily langsung menoleh,saat mendengar putra nya berteriak dengan sangat lantang.
“memang nya ada yang mau sama kamu?.”sinis mama ricko.
“mama!!!.”pekik ricko kesal,menatap mama nya dengan pandangan tajam.
“jika kau mau menikah silahkan.biar sekalian,toh pak penghulu masih di sini.”nyonya Anin menjawab sangat santai.
Ricko orang yang sering bercanda karena itu tidak ada yang menganggap nya serius.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.