
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
“aku sudah menyiap kan penerbangan ke kepulauan Natuna sekarang.dua tiket pesawat,Lily kau tenang saja.kau bisa mencari keberadaan Devan, tapi kau harus tenang dulu.”.”ricko berujar,menunjuk kan dia tiket pesawat di tangan nya.
“kita akan pergi ke sana,untuk mencari tau keadaan devan.jadi sekarang,tenang kan dulu diri mu.”ujar max, mengelus pelan punggung Lily.
Lily mengangguk,mengatur nafas nya berusaha untuk tenang sekarang.walau pun hati nya benar-benar gundah.
“penerbangan nya satu jam lagi,kalian harus bersiap.”ricko mengingat kan,sembari melirik pelan ke arah arloji di tangan nya.
“ayo,tidak perlu membawa banyak pakaian,kita bisa membeli nya nanti.”ajak max,menarik pelan tangan Lily.
Bandara Soekarno Hatta.
Lily menghela nafas sangat panjang.tangan nya saling bertautan,lily duduk di kursi tunggu bandara,sembari menunggu panggilan penerbangan ke pulau Natuna.
Ya Allah ya Rabb,semoga saja sahabat ku Devan baik-baik saja.
Doa Lily dalam hati.
“ini untuk mu.”max duduk di sebelah Lily, mengulur kan sebuah botol air mineral.
“pak kapan penerbangan kita di panggil?.”tanya Lily tanpa mengambil minum yang di sodor kan oleh max.
“setengah jam lagi,kau harus sabar ya?.”jawab max,meletak kan minuman ke tangan Lily.
“tenang kan diri mu,agar kita bisa mencari Devan dengan sangat maksimal.”max menggengam tangan Lily, memberi kan sebuah semangat.
“aku hanya takut satu hal, bagaimana jika Devan benar-benar pergi meninggal kan ku seorang diri?.”gumam Lily pelan, pandangan nya berubah kosong.
“dia akan baik-baik saja.dia kan sahabat mu,selama belum melihat mu menikah dia tidak akan meninggal kan mu.”jawab max jujur.
“aku benar-benar menyayangi nya, hanya dia yang aku miliki di dunia ini.jika sampai terjadi sesuatu pada nya, mungkin-mungkin aku....”
Lily tidak bisa lagi melanjut kan perkataan nya.karena di henti kan dengan tangisan yang memecah.
Jangan seperti ini,kau membuat ku sedih melihat keadaan mu.
Max membatin.memandang sendu ke arah Lily yang terus terisak kencang, dengan bahu yang bergetar hebat.
“ayo!kita ke pesawat.penerbangan kita akan berangkat.”ujar max,begitu mendengar panggilan untuk penerbangan ke pulau Natuna.
“hem.”lily hanya ber-dehem pelan,berjalan di belakang max.
Natuna.
Berita hilang nya zzzz air mx17 sudah menyebar luas,hingga pelosok negeri.para keluarga korban juga berdatangan,begitu juga dengan awak media.
Para tim SAR gabungan telah di kerah kan langsung.beberapa penyelam-penyelam hebat dari TNI angkatan laut,juga turut andil mencari keberadaan korban.
Menurut radar, pesawat hilang kontak tepat di tengah-tengah laut.kapal-kapal besar,di terjun kan.
Tangis keluarga korban memecah kepadatan manusia yang berdesak-desakan ingin melihat secara langsung pencarian korban.
Di antara orang-orang,terdapat dua sosok yang langsung mendapat perhatian dari awak media.karena mereka di kawal langsung,oleh dua petugas polisi.
“pak max,nona lily.sedang apa kalian di sini?atau kalian adalah salah satu keluarga korban.”semua reporter lapangan mendekat,dari berbagai stasiun TV.
Sebagai public figur,max mematut diri untuk pandai menentu kan sikap di berbagai tempat.
“max.”ujar Lily pelan.
“maaf kami harus pergi!.”pamit max, menarik pelan tangan Lily untuk menerobos kerumunan.
“evan...”tubuh Lily luruh ke tanah,tangis nya terdengar kencang.
“di mana kau sekarang?.”gumam Lily pelan,menatap hamparan laut biru di hadapan nya.
Aku takut Devan,aku takut kau meninggalkan ku seorang diri.hanya kau yang ku punya,jangan pergi.
Isak Lily lirih.
“semua akan Baik-baik saja.jangan seperti ini,kau harus berdoa agar Devan baik-baik saja.”max berjongkok,memeluk pelan bahu Lily.
“ta-tapi pesawat nya jatuh, bagaimana bisa dia baik-baik saja?.berhenti membohongi ku.”lily terisak kencang,menepis pelukan di bahu nya.
Devan kau di mana sekarang?apa kau tidak sadar sahabat mu kini tengah meng-khawatir kan kondisi mu.seharus nya kau tidak pergi,dan mendengar kan perkataan Lily kemarin.
max memandang sendu ke hamparan laut biru, yang sangat luas,entah di mana ujung nya.
“lily ini sudah isya,kita pulang dulu ya?.”ajak max.
seharian ini mereka sudah menunggu,tapi tanda-tanda di temu kan nya korban juga belum di temu kan.
Lily hanya akan beranjak ketika adzan untuk shalat, mendoakan sosok Devan.
untuk makan saja dia tidak bernafsu sedikit pun.
“aku mau devan.”hanya itu jawaban Lily.
“iya,aku tau.tapi kau harus beristirahat,kita bisa cari hotel.jika kau sakit siapa yang akan berdoa untuk keselamatan Devan?. siapa yang akan menunggu nya kembali.dia sahabat mu,dia pasti sedih melihat kondisi mu sekarang.”
Lily mendongak,lalu mengangguk pelan dan berdiri di bantu oleh max,mereka berdua berjalan keluar dari kerumunan.
“lily!!!.”
max dan Lily secara serentak menoleh ke belakang.mama dan papa Devan,berlari ke arah nya.
“mama!.”lily menghambur kedalam dekapan wanita yang sudah melahirkan sang sahabat.
“ma...Devan ma...”isak Lily, menunjuk-nunjuk ke arah laut.
“sayang,sabar ya?.mama tau,tapi insyaallah dia baik-baik saja.kita harus berfikir baik agar Malaikat mencatat nya.”di tengah sesak yang menghantam ulu hati,mama Devan menyemangati Lily.
“ta-tapi sampai sekarang Devan belum ketemu, ma.lily sudah nunggu dari siang.”tangis Lily semakin pecahan.
“hanya Allah yang tau nak.jangan seperti ini,Devan pasti sedih melihat mu menangis.kau satu-satu nya sahabat nya,jangan menangis.terus lah berdoa agar Devan selamat.jangan berhenti berdoa,sampai Devan kembali atau mayat nya di temu kan.”ujar mama Devan getir.
sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan dan membesar kan Devan dengan penuh kasih sayang.tentu saja, dia lah yang paling sedih.
“mayat?!apa maksud mama mayat?Devan ku pasti akan baik-baik saja.dia akan kembali dengan nyawa yang utuh, karena dia ingin melihat ku menikah.ingin mengantar ku ke pelaminan,dan menyerah kan ku pada suami ku!.”teriak Lily tidak terima.
# Like, komen and vote ya readers kesayangan author bidadari ayah.