
Melihat kepergian Feli, dan dengan ekspresi acuh, tidak bersalah, Brandon menyisir rambutnya dengan jari-jarinya yang panjang. Dan hal itu tidak terlewatkan oleh Angga.
"Lo kenapa si Brand? nggak biasanya elo nolak Feli" ucap Angga heran dengan perubahan Brandon.
Brandon juga sebenarnya tidak tahu kenapa dia bisa seperti ini. Dia tahu begitu Feli memeluk pinggangnya, dia merasa tidak nyaman. Dia ingin secepatnya melepaskan tangan Feli dari tubuhnya.
"Gue cuma nggak enak badan, Ga" Brandon setengah jujur. Dia masih belum tahu dengan jelas mengapa dia bereaksi seperti itu terhadap Feli. Tidak biasa dia begitu.
"Sebaiknya elo istirahat aja, Brand. Elo pulang duluan aja" ucap Angga prihatin menatap Brandon.
"Elo beneran nggak apa-apa gue tinggal sendirian?"
"Gue udah biasa kali elo tinggalin, kampret"
"Sialan lo, Ga" Brandon menonjok lengan atas Angga pelan, "Gue cabut dulu, man"
****
Brandon tidak langsung pulang ke apartementnya. Dia singgah sebentar di supermarket. Brandon berencana untuk mengisi kulkasnya yang sudah hampir 1 minggu ini kosong.
Sementara melihat-lihat apa yang akan di belinya, dia menangkap punggung wanita yang begitu kelihatan familiar. Wanita tersebut sementara melihat sesuatu. Wajahnya tidak terlihat karena membelakangi Brandon.
Brandon menyipitkan matanya. Di tatapnya wanita tersebut dari ujung kepala sampai kaki. Ada banyak persamaan dari wanita supermarket ini dengan wanita yang sudah mencampakan-nya.
Brandon berjalan mendekat, dia ingin melihat wanita itu lebih jelas lagi. Dia ingin wanita itu berbalik dan memperlihatkan wajah. Tiba-tiba wanita tersebut seakan mendengar permintaannya, dia pun berbalik.
Tepat tidak jauh di depannya berdiri adalah wanita yang sudah dua minggu ini ada di pikirannya.
Wajahnya juga bersih alami, tanpa memakai make up sedikit pun. Brandon semakin di buat kagum olehnya.
Bagaikan orang bodoh, Brandon tersenyum memandangi wanita tersebut. Terlalu senang, dia tidak sadar bahwa wanita tersebut sudah berjalan keluar dari supermarket.
Begitu dia Sadar, wanita tersebut sudah jauh meninggalkannya. Brandon pun langsung meletakan barang belanjaannya di lantai dan berlari mengejar wanita itu.
Ketika sampai di luar, sosok wanita tersebut sudah tidak ada. Brandon kesal dengan dirinya. Dia menendang angin dan mengacak-acak rambutnya sendiri karena kebodohan-nya itu.
Setidaknya dia merasa bersyukur. Dia tahu bahwa wanita itu tinggal di Jakarta. Walaupun Jakarta luas, tapi Brandon yakin bahwa takdir akan mempertemukan mereka berdua lagi.
Buat Brandon, jika dia menyukai seorang wanita, dan tanpa sengaja tiga kali bertemu dengan wanita itu, Brandon dengan segenap hatinya akan mengejar wanita tersebut.
Persetan dengan tiga kali bertemu.
Brandon sudah memutuskan untuk mendapatkan wanita itu dengan cara apapun. Senyum licik pun tebentuk di bibir merahnya.
Sambil bersiul senang, dia berjalan masuk ke dalam supermarket.
***
Vote, komen, kritik dan sarannya di tunggu.
Love
ilz