
"Lo kenapa sih? kalo nggak ada kerjaan mending pergi deh sana! Jangan ganggu gue" Sarah yang sudah berdiri, marah menatap tajam pria tersebut.
Pria yang kena amukannya itu malah menunjukan ekspresi bingung dan memberengut. Ada rasa tidak percaya terlintas di matanya. Dan hal itu tidak lewat dari pandangan Sarah. Diperhatikannya ekspresi Sarah dengan jelas.
"Elo nggak kenal gue?" tanya pria tersebut terlihat serius.
"Emang elo selebriti? Kalo gue tau, ngapain juga gue nanya ke elo. Aneh"
"Lo beneran nggak kenal siapa gue?" tanya pria itu lagi sepertinya masih tidak percaya.
"Hee!! Elo budek atau apa sih. Sudah gue bilangin dari tadi kalo gue nggak kenal elo. Gue juga enggak mau tau siapa elo. Please, cari orang lain yang mau dengan senang hati ngikutin permainan elo. Jangan ganggu gue"
Mata pria tersebut menatap Sarah tanpa berkedip. Sibuk mencari sesuatu. Melihat ekspresi Sarah yang tidak berubah dan tidak main-main membuat pria tersebut malah tertawa.
"Wah benar-benar sudah gila ternyata" Sarah menggelengkan kepalanya merasa kasihan pada pria ini.
Perasaan Sarah menjadi tidak enak begitu dia menyadari bahwa area kolom renang yang tadinya ramai sudah mulai sepi. Dia takut. Dia takut ditinggalkan sendirian dengan pria aneh ini.
Baru saja Sarah berjalan pergi, pria tersebut tiba-tiba menarik pergelangan tangan Sarah dengan kuat sehingga membuat tubuh Sarah tersentak dan berbalik, langsung berhadapan dengan pria aneh tersebut.
"Lo ngapain pegang-pegang....?" Belum selesai Sarah menyelesaikan kalimatnya, bibir dingin pria tersebut sudah menempel di bibirnya.
Sarah terkejut matanya terbuka lebar.
Pria aneh ini sedang menciumnya.
Tidak terima, Sarah memberontak, dia memukul-mukul tubuh pria tersebut ingin melepaskan diri. Tapi sayang sekali. Tubuh pria tersebut keras layaknya sebuah tembok. Sarah tidak bisa bergerak.
Merasakan Sarah tidak membalas ciumannya, pria tersebut menggigit bibir Sarah.
Kaget, Sarah reflex membuka mulutnya. Hal itu membuat pria tersebut senang dan langsung ******** lidah Sarah. Dan mulai menyelusuri wilayahnya.
Perbuatan pria tersebut membuat Sarah kehabisan nafasnya. Mungkin sadar akan Sarah yang mulai kehabisan nafas, pria tersebut melepaskan bibirnya dari bibir Sarah.
Belum lama Sarah mengambil nafas, pria tersebut kembali menciumnya sekali lagi. Kali ini ciumannya berbeda dengan ciuman kasar tadi. Ciuman kali ini lembut. Bisa Sarah rasakan kalau pria ini menciumnya dengan hati-hati. Dan itu membuat Sarah lemas dan tanpa sadar ikut membalas ciuman pria yang tidak kenalnya itu.
Sejujurnya, tidak ada atau belum ada pria yang menciumnya seperti bagaimana pria ini menciumnya. Bahkan Dimas pacarnya saja tidak pernah membuat Sarah merasakan sebuah ciuman ternyata bisa kasar, agresif, lembut dan manis seperti ini.
Ya Tuhan. Kuatkan dirimu Sarah, elo masih punya pacar di Jakarta sana. Ingat Dimas, Sar.
Tapi, sialan. The man can kiss.
Bibir pria itu terasa hangat dan lembut di bibir Sarah.
Mungkin karena efek dari alkohol yang sudah ada di tubuhnya, dengan berani Sarah melingkarkan lengannya di leher pria tersebut dan mulai membalas ciuman pria itu. Bibir pria yang sedang di ciumnya itu terasa sangat pas di bibir Sarah. Dan seakan-akan terkena sihir pria tersebut, Sarah pun semakin tenggelam di buatnya.
"Holly shit" umpat Sarah begitu mengingat peristwa mengerikan itu.
"Gue mikir apaan sih waktu itu. Ugggh, ini semua gara-gara tequila sialan itu"