
Sarah saat ini sedang berada di Rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin kandungannya. Kandungannya sekarang memasuki usia lima bulan. Sarah duduk diam sambil menunggu giliran namanya dipanggil. Bosan karena lama menunggu, dia pun mengeluarkan Iphone keluaran terbaru yang baru di belinya. Dia mulai mengecek sosial medianya dan membaca status yang di update teman-temannya. Tidak lupa juga dia membalas pesan dari Reno dan Erin.
Selesai membalas pesan, Sarah lalu membuka aplikasi game dan mulai memainkan permainan angry birds miliknya. Sementara asik membidik salah satu angry birds, namanya tiba-tiba di panggil.
"Sarah Indira. Ibu Sarah Indira" ucap seorang suster memanggil namanya kencang sambil melihat ke arah kursi tempat pasien duduk menunggu.
"Ya. Saya" Sarah mengangkat tangannya, berdiri dan berjalan ke arah suster yang baru saja memanggil namanya.
Sarah pun langsung memasukan handphonenya ke dalam tas dan mengikuti suster tersebut.
Begitu Sarah masuk ke ruangan dokter, dokter kandungan Sarah, Dokter Mila tersenyum menyambutnya.
"Silahkan duduk, Bu Sarah"
"Terima kasih dokter" Balas Sarah yang duduk di depan meja dokter Mila.
"Bagaimana kondisi anda? ada yang tidak nyaman?" tanya dokter kandungan Sarah tesenyum begitu bertatapan dengan Sarah.
"Saya baik-baik saja, dok" jawab Sarah kemudian mulai memeriksakan kondisi janin-nya.
"Janin-nya sehat. Wajahnya mulai terbentuk. Pergerakannya juga mulai aktif. Dia juga sudah bisa mendengar" jelas dokter kandungan Sarah sambil memeriksa perut Sarah.
Ujung bibir Sarah terangkat, tersenyum mendengarkan.
Dokter Mila, dokter kandungan-nya merupakan salah satu dokter kandungan terbaik di Indonesia. Sarah ingin anak dalam kandungannya ini, mendapatkan yang terbaik.
Tiga bulan lalu setelah Sarah mengetahui bahwa dia sedang mengandung, orangtuanya menyarankan Sarah untuk langsung memeriksakan kandungan-nya ke dokter. Semula Sarah memang berniat untuk pergi ke dokter kandungan. Dia ingin memeriksakan keakuratan kehamilannya itu.
Dari hasil pemeriksaan, dokter Mila mengatakan bahwa kondisi kesehatan janinnya baik-baik saja. Sarah juga disuruh untuk datang kembali melalukan pemeriksaan bulan depan. Dan untuk selalu menjaga kesehatan Sarah dan janin-nya.
***
Setelah selesai melakukan check up, Sarah tidak berlama-lama di rumah sakit. Dia langsung berjalan ke arah tempat mobilnya di parkir dan tancap gas, pergi.
Tiga bulan lalu ketika dia memberitahukan kepada Dimas bahwa dirinya sedang hamil, Dimas sangat kecewa. Dimas marah tapi hal itu tidak terlalu diperlihatkan-nya.
Hubungan Sarah dan Dimas sebenarnya bukan seperti hubungan sepasang kekasih pada umumnya.
Ya, walaupun bisa di bilang mereka berdua berpacaran, tapi mereka berdua tahu dengan benar kalau mereka berdua sama sekali tidak saling mencintai.
Dan itu tidak masalah bagi mereka berdua yang merupakan seorang workaholic. Yang hidupnya lebih mementingkan karir mereka daripada kehidupan pribadi mereka.
Tiba-tiba siaran radio yang sedang Sarah dengar ternyata akan memutar lagu terbarunya The Storm lagi. Seorang pendengar meminta untuk diputarkan lagu terbaru dari The Storm.
Sarah seketika mengerutkan keningnya begitu mendengar band tersebut. Dia tidak tahu bahwa penggemar mereka ternyata banyak juga.
Sampai sekarang, Sarah masih penasaran dengan vokalis band The Storm yang suaranya terdengar familiar di telinga Sarah. Tapi Sarah bukan tipe orang yang mau membuang waktu berharganya hanya untuk hal sepele seperti mencari tahu vokalis dari band The storm.
Sorry, dia tidak punya waktu untuk hal itu.
Tapi ketika penyiar radio tersebut menjelaskan tentang lagu terbarunya The Storm, Sarah dengan sedikit tertarik mulai mendengarkan.