
Sejujurnya Brandon tidak mengerti dengan perasaannya. Terkadang, Brandon sangat ingin bertemu dengan wanita itu. Tetapi ada kalanya juga dia ingin melupakan wanita itu. Dan itu membuatnya bingung setengah mati.
Tidak berhasil dengan usahanya itu, Brandon memutuskan menonton filem. Rudy adalah pelihannya. Brandon sudah tidak ingat lagi berapa kali dia menonton filem ini. Yang pasti sudah lewat dari sepuluh kali. Dan dia tidak pernah merasa bosan.
Sean Astin sangat baik dalam memerankan karakternya sebagai Rudy. Sebagai pria, Brandon kagum dengan sosok Rudy. Walaupun orang lain menertawai mimpinya bahkan tidak mempercayainya, Rudy dengan kukuh berjuang meraih mimpinya itu.
Filem inilah yang mengantarkan Brandon sampai disini. Dia termotivasi begitu melihat Rudy berjuang keras mengejar mimpi.
Sementara asik menonton, mulut Brandon tiba-tiba ingin mengunyah sesuatu. Brandon pun berdiri dan berjalan ke dapur.
Begitu Brandon membuka kulkasnya, ternyata cemilannya sudah habis. Isi kulkasnya juga banyak dengan makanan yang sudah kadaluarsa. Dia menggaruk kepala, merasa kasihan dengan dirinya sendiri. Brandon pun mulai membersihkan isi kulkasnya dengan membuang makanan yang sudah kadaluarsa dan tidak bisa di makan lagi.
Berhubung hari ini Brandon tidak memiliki rencana, dia pun memutuskan untuk mengisi kulkasnya dengan berbelanja.
********
Brandon membawa mobilnya dengan mulus dan lihai. Tanpa Brandon sadari, dia sudah berada di parkiran supermarket tempat terakhir kali dia melihat wanita tersebut.
Sebenarnya, karena dulu terlalu sering datang ke supermarket ini, Brandon jadi terbiasa berbelanja kebutuhan sehari-harinya di sini.
Mengingat dirinya yang dulu dengan bodohnya menunggu wanita itu setiap hari, Brandon tersenyum miris.
"F*cking moron" umpatnya dalam hati.
Masih duduk di dalam mobilnya, dengan pandangan kosong Brandon mulai mengetuk-ngetukan jarinya di setir mobil.
Berada di tempat ini membuat Brandon berpikir. Mungkin ini saatnya dia melupakan wanita itu. Benar-benar melupakan. Dengan tekad bulat, Brandon pun memutuskan untuk menjadi dirinya yang dulu.
Brandon yang brengsek. Brandon yang hanya ingin bersenang-senang. Brandon yang hanya memikirkan musiknya.
Sebelum keluar dari mobil, Brandon memeriksa kembali penampilannya. Dia mengambil topi baseball-nya di kursi belakang lalu memakainya. Kacamata hitam ray ban pun tidak lupa dipakainya.
Merasa puas dengan penampilannya, Brandon turun dari mobil. Dengan kedua tangan di letakan di kantung celananya, Brandon berjalan ke pintu depan supermarket.
Karena tidak memperhatikan apa yang ada di depan, Brandon bertabrakan dengan seseorang.
"Sorry" ucap orang yang bertabrakan dengannya.
Dia tahu suara itu. Dengan cepat Brandon mengangkat pandangan-nya.
"Elo" ucap Brandon kaget tanpa sadar.
Dia tidak percaya dengan penglihatannya saat ini.
"Giliran gue pengen ketemu, guenya nggak pernah ketemu. Eeh, sekarang giliran gue nggak mau lagi ngeliat ni cewek, ehh ni cewek malah nongol di depan gue. Maksudnya apa coba?" ucap Brandon dalam hati.
Tuhan sepertinya sedang mempermainkan dirinya, pikir Brandon.
Perut wanita tersebut menangkap perhatian Brandon. Tubuh-nya seketika membeku.
"Elo hamil?" tanya Brandon kaget tidak percaya.