
Brandon membalas mereka dengan memberikan senyuman terbaiknya. Dia lalu duduk di kursi tidur sambil memperhatikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Wanita lebih tepatnya.
Matanya berhenti pada sosok wanita yang sedang berbaring di kursi tidur kolam renang, tidak jauh dari tempatnya duduk.
Dia lalu memandangi wanita tersebut dengan teliti. Rambutnya pendek sebahu. Kulitnya putih mulus. Kakinya panjang. Badannya juga cukup proporsional dengan lekukan-lekukan tubuh yang pas berada di tempatnya.
Brandon mengangkat sebelah alisnya, ketika melihat pakaian wanita tersebut. Wanita itu tidak memakai bikini. Dia lebih memilih memakai tank top hitam dan hotpants. Sangat berbeda sekali dengan para wanita yang sekarang sedang terang-terangan menantap Brandon dengan tatapan panas mereka.
Tertarik, penasaran dan kagum, itulah yang di rasakan Brandon ketika melihat wanita itu. Rasa berburunya pun muncul.
"I want this woman" ucapnya pelan bertekad.
Dengan percaya diri, Brandon pun menghampiri wanita tersebut.
Brandon menyapanya. Dan ketika mata hitamnya bertemu dengan mata cokelat wanita tersebut, perut Brandon seakan menggelitik. Brandon merasa sedikit aneh, tetapi dalam arti yang baik.
Wanita itu bingung menatapnya.
Brandon berpikir bahwa wanita itu bingung karena tidak percaya seorang selebriti seperti Brandon menghampirinya.
Brandon pun mengeluarkan senyum terbaiknya. 1 detik, 2 detik, 5 detik, 8 detik, dan wanita itu masih menatapanya bingung. Tidak mengenalinya.
"What the? Serius?"
Lama memperhatikan wanita tersebut, Brandon akhirnya percaya. Wanita itu sama sekali tidak mengenalinya. Dan itu membuat Brandon semakin tertarik dan penasaran.
Brandon terus-terusan memandangi wajah cantik wanita tersebut. Dia bahkan sampai membuat wanita itu marah kepadanya.
Ekspresi kesal wanita tersebut begitu menggemaskan. Pipinya merona. Tapi, begitu wanita tersebut berbalik ingin meninggalkannya, seketika Brandon merasa kecewa. Dia merasa kehilangan. Dia tidak ingin wanita itu pergi. Tanpa berpikir panjang, Brandon menarik pergelangan wanita itu. Dan menempelkan bibirnya dengan bibir wanita tersebut.
Wanita itu sontak terkejut dan langsung memberontak. Berusaha ingin melepaskan diri darinya. Tapi sayang, usahanya itu berakhir dengan sia-sia.
Dari bibir wanita tersebut Brandon bisa merasakan manisnya tequila yang baru saja di minum wanita itu. Entah ciuman wanita itu atau tequila yang di minum wanita itu, Brandon tidak bisa berhenti. Dia ketagihan.
Yang ada di pikirannya sekarang yang itu ingin bagaimana dia bisa kembali ke kamarnya dengan cepat dan merobek baju yang di pakai wanita ini. Dengan nafas terburu-buru, dan entah bagaimana, mereka berdua sampai di kamar Brandon.
***
Sudah dua minggu Brandon kembali ke Jakarta. Dan sampai detik ini, bayangan wanita itu masih menghantui pikirannya. Mungkin karena terlalu ingin bertemu dengan wanita itu, Brandon kemarin sampai memimpikan-nya.
"Hellow, Brandon, hellow. Elo kenapa sih, man? mikirin apa sih?" tanya Angga dengan tatapan aneh.
"Mikirin nyokap lo" jawab Brandon dengan wajah begitu serius.
Angga adalah salah satu teman baiknya. Dia juga merupakan drummer, band mereka.
"Emang kenapa nyokap gue?" tanya Angga percaya.
"Gue kasihan sama nyokap lo, Ga" balas Brandon sedih.
"Kasihan kenapa, Brand? Nyokap gue kenapa?" tanya Angga khawatir.
"Kasihan punya anak kayak elo" jawab Brandon tertawa keras.
"Sialan lo, Brand" umpat Angga terbawa emosi Brandon, "Tapi jujur deh, Brand. Elo mikirin apa sih? atau siapa sih yang elo pikirin? Ngelamun terus kerjaannya. Jiwa lo ketinggalan di Bali ya, Brand?" sindir Angga yang di balas tatapan tajam Brandon.