The Playboy's Baby

The Playboy's Baby
26



Selama lima tahun dia berada dalam naungan agensinya, dia jarang sekali bertemu dengan direktur agensinya itu. Selama Brandon terkena gosip seperti ini, direkturnya tidak pernah sampai memanggil Brandon ke ruangannya. Biasa direkturnya cuma memarahinya lewat mas Bima.



Mungkin ini ada hubungannya dengan pamor The Storm yang sedang naik daun. Gosip seperti ini bisa menjadi batu sandungan bagi grup mereka.



Brandon pun mengetuk pintu ruangan direkturnya itu.



"Masuk" Suara parau menjawabnya dari dalam ruangan tersebut.



Brandon masuk. Dengan tegap dan sopan Brandon berdiri di depan meja kerja direkturnya. Direkturnya saat ini sedang berbicara dengan seseorang di telepon.



Sementara direkturnya menelpon, mata Brandon sibuk memperhatikan ruang kerja bosnya itu. Ruangan tersebut terlihat begitu wahh. Hampir sebagian dari ruangannya di kelilingi oleh kaca. Pemandangan dari atas ruangan ini juga sangat bagus. Orang bisa melihat kota Jakarta dari sini dengan jelas. Ruangan ini sangat berbeda jauh dengan ruangan lain yang ada di agensi ini.



***********



Setelah selesai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Brandon pun pamit pulang ke apartementnya. Agensinya akan mengurus semuanya. Agensinya akan mengonfirmasikan kepada pihak media bahwa Brandon dan Sarah hanya berteman, tidak lebih.



Dia tidak memberitahukan kepada agensinya mengenai kehamilan Sarah. Dia cuma mengatakan bahwa Sarah dan dirinya adalah teman lama yang hanya sekedar bertemu untuk makan siang. Dia takut mengeluarkan statement yang bisa saja membuat Sarah marah padanya.



Dia dan Sarah belum menemukan jalan keluar yang pas bagi situasi yang dialami mereka berdua sekarang. Jadi Brandon harus hati-hati dalam membuat keputusan.



Sampai di apartement, Brandon mencoba menghubungi Sarah dengan alasan sekedar ingin mengetahui kondisi Sarah dan janin-nya. Padahal alasan sebenarnya Brandon menghubungi Sarah karena dia ingin sekali mendengar suara Sarah. Sarah mengangkat telponnya pada deringan kedua.



"Ya, Hallo?" jawab Sarah lembut.



"Ini gue Sar. Brandon. Gue cuma pengen ngecek kondisi elo sama anak kita" jelas Brandon tersenyum sendiri, "Hallo Sar? elo lagi di situ kan?" tanya Brondon ketika Sarah sudah hampir satu menit tidak menjawabnya.



"Gue disini. Gue baik-baik aja. Janin gue juga baik-baik. Gue cuma sedikit capek" b



"Elo tidur gi. Besok gue hubungin lo lagi. Good night, Sar" Dia sebenarnya masih ingin berbicara dengan Sarah tapi berhubung Sarah sedang kelelahan, dia bisa cari waktu lain untuk berbicara dengannya lagi.



"Good night, Brandon" Hati Brandon langsung berdebar-debar begitu mendengar Sarah menyebut namanya. Namanya itu terdengar sexy keluar dari mulut Sarah.



'Branden'



Dia tersenyum tipis mengingat bagaimana Sarah menyebut namanya.



Perutnya menggelitik ketika Sarah menyebutkan namanya. Sampai sekarang hanya Sarah wanita yang mampu membuat Brandon merasakan hal seperti ini.




Usut perusut, ternyata anak tersebut adalah hasil selingkuhannya dengan orang lain. Brandon marah besar begitu mengetahui kebenarannya. Dan itu membuat Brandon susah percaya dengan wanita.



Dia masih trauma dengan kejadian seperti itu. Dan itu membuatnya sedikit tidak percaya akan ucapan Sarah ketika Sarah mengatakan bahwa Brandon adalah ayah dari anak yang di kandungnya.



Brandon sebenarnya pernah berpikir mungkin Sarah sudah memiliki pacar atau sudah menikah. Tetapi mengingat Brandon tidak melihat cincin di jari manisnya, membuat Brandon yakin Sarah belum menikah. Dan sikap Sarah yang tidak perduli jika Brandon tidak akan bertanggung jawab, membuat Brandon percaya.



Cewek mana sih yang nggak mau cowok yang menghamilinya bertanggung jawab? Hell no!! Kalo itu memang anak gue, gue akan bertanggung jawab.



Mengingat Sarah yang tidak ingin menikahinya membuat kepala Brandon pusing.



Muka Brandon langsung merah padam ketika mendengar Sarah mengatakan hal itu. Dia akan bertanggung jawab. Dia akan bertanggung jawab sepenuhnya kepada anaknya itu. Orang tuanya tidak pernah mengajarkan Brandon untuk lari dari tanggung jawab. Apalagi hal seperti ini.



Bisa-bisa orang tua gue ngebunuh gue kalau tau gue akan punya anak tapi tidak akan menikah. Bopak bisa mikir gue ngelantarin anak gue.



Brandon juga sebenarnya sudah mengetahui kenapa dia bersikeras ingin menikahi Sarah. Walaupun alasan yang dipakainya kepada Sarah karena anak yang dikandung Sarah adalah anaknya, tetapi alasan sebenarnya karena dia sadar bahwa dia memang sudah jatuh cinta pada pandang pertama pada Sarah. Apalagi saat ini mereka berdua sudah memiliki sesuatu yang spesial, yang merupakan darah daging dari mereka sendiri.



Walaupun menurut Brandon, Sarah sepertinya tidak merasakan hal yang sama seperti yang dirasakannya. Tapi Brandon bertekad akan membuat jatuh cinta kepadanya.



Elo pasti akan jatuh cinta sama gue. Gak ada cewek yang tahan sama pesona gue. Ucap Brandon dalam hati sangat yakin akan ucapannya itu.



Bibirnya tanpa sadar mulai menyunggingkan senyum penuh makna. Ada kilatan misterius di mata hitamnya itu. Dia punya rencana.



Tunggu saja Sarah, elo pasti akan jadi milik gue. Apapun caranya akan gue lakukan. Just wait my dearest soon to be wife. You'll be mine Sarah. Only mine.



********



Vote, komen, kritik dan sarannya di tunggu.



love



ilz_