
"Gue serius, man. Semenjak lo balik dari Bali, lo itu kayak berubah. Lo nggak pernah gue liat jalan lagi sama perempuan, diajakin ke tempat biasa juga elo-nya malah nolak. Kerjaan lu itu cuma di studio mulu. Angga sama Ferrel juga, mikirnya sama kayak gue. Apa lagu baru elo itu ada hubungan sama perubahan lo ini?" Daniel tiba-tiba bertanya dengan wajah serius dan penasaran. Brandon pun langsung meletakan gitar yang dia pegang di kursi.
Brandon mendesah. Dia mengusap wajahnya yang lelah dengan tangannya. Dia ingin sekali mengatakan semuanya. Dia ingin mencurahkan isi hatinya.
Mungkin ni anak bisa bantu, gue. Siapa tau aja pas gue cerita sama ni anak, gue bisa dapat solusi yang bagus mengenai apa yang terjadi sama diri gue selama dua bulan ini.
Melihat Daniel yang terus memperhatikannya, akhirnya Brandon memutuskan untuk menceritakan semuanya.
***********
"Itu cewek cantik banget ya, Brand?"
"Menurut mata gue sih begitu" jawab Brandon seadanya.
"Pantesen aja elo kayak orang linglung begini"
"Nyesel gue ngomong sama elo, Dan" omel Brandon.
"Gue serius kali, Brand. Mungkin aja elo jatuh cinta pada pandangan pertama. Wah, ini berita besar kalo beneran" Daniel tersenyum lebar. Matanya bersinar. Daniel sudah tidak sabar ingin memberitahukan berita besar ini pada Angga dan Ferrel.
Brandon mulai memijat pelipisnya, pusing dengan temannya ini. Bukannya solusi yang dia dapatkan dari Daniel, malah omong kosong yang keluar dari mulut temannya ini.
"Gak mungkin, Dan. Gue gak mungkin jatuh cinta sama itu cewek" bantah Brandon, tertawa tidak percaya.
"Elo yakin, Brand?"
Pertanyaan Daniel membuat Brandon berpikir kembali.
Dia sebenarnya tidak pernah percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Menurut Brandon, hal itu terlalu klise. Cuma orang yang sangat desperate banget dengan cinta yang bisa seperti jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Nggak. Nggak mungkin gue jatuh cinta sama cewek itu"
"Terus yang terjadi sama elo ini karena apaan? Nggak mungkin kan itu cewek santet elo sampe elo eggak bisa ngelupain dia? kalo bukan jatuh cinta, terus ini namanya apaan?"
"Tertarik?"
Brandon mulai berdebat dengan hatinya. Dia masih tidak percaya bahwa dia sedang jatuh cinta. Mungkin jika dia bertemu lagi dengan wanita tersebut, pikirannya tidak akan kacau seperti ini. Ya, itu dia. Brandon bertekad untuk menemukan wanita tersebut. Cuma wanita itu satu-satunya cara agar Brandon bisa kembali seperti dirinya yang dulu lagi.
Reputusi gue bisa hancur kalo guenya kayak gini. Bayangin gue jatuh cinta aja, guenya aja udah merinding. Nggak mungkin banget gue yang seorang playboy bisa jatuh cinta, apalagi pada pandangan pertama.
Dia berpikir jika dia bertemu dengan wanita tersebut perasaannya akan jelas. Dia bertekad menemukan wanita tersebut agar dia bisa terbebas dari perasaannya yang tidak karuan ini. Dia hanya butuh bertemu dengan wanita tersebut satu kali saja. Dia hanya ingin memastikan semuanya. Dia berharap setelah dia bertemu dengan wanita itu, dia bisa kembali seperti sebelum dia mengenal wanita itu.
Gue musti ketemu sama tu cewek !!
********
Please vote and comment
love
ilz_