The Playboy's Baby

The Playboy's Baby
2



Sarah semula sedang bersantai, tidur di kursi tidur kolam renang yang letaknya tidak jauh dari pantai. Dengan hanya memakai tank top hitam dan hotpants-nya, Sarah tidur menikmati suara ombak, angin dan suasana bali.



"Hey" suara parau seorang pria membuat Sarah membuka matanya. Mata cokelat-nya kemudian bertatapan dengan mata hitam lekat seorang pria yang sekarang ini sedang berdiri di sampingnya.



Sarah mengernyit bingung, "Saya?"



Pria itu tersenyum memamerkan gigi putihnya yang rapih, "Iya, kamu"



"Ada yang bisa di bantu?" tanya Sarah bangun berusaha untuk duduk.



Pria tersebut hanya diam menatap Sarah. Dan Sarah tidak mau kalah, balik menatapnya.



Ternyata bukan cuma Sarah yang melakukannya, hampir seluruh wanita yang ada di area kolam renang diam-diam juga memperhatikan pria tampan yang ada di depannya ini.



Ya, tampan. Dan hal itu membuat Sarah semakin tidak mengerti dengan alasan kenapa pria tampan bak model ini tiba-tiba menghampirinya.



Sarah sama sekali tidak mengenal pria ini. Dia tidak mungkin melupakan wajah setampan pria tampan ini. Walaupun ingatannya tidak terlalu baik, tapi Sarah menyukai hal-hal yang indah. Dan pria ini termasuk dalan katagori indah.



Keberadaan pria adonis ini di samping Sarah, membuat Sarah seperti menjadi sasaran dari tatapan-tatapan para wanita yang ada di sekitar mereka. Tatapan mereka seperti ingin melahap Sarah hidup-hidup.



Hal itu membuat Sarah merasa tidak nyaman.



Wanita-wanita itu ada yang menatap Sarah dengan penasaran, iri, cemburu dan bahkan ada yang menatap Sarah dengan tatapan tidak suka. Membuat Sarah merinding dan merasa sedikit terintimidasi.



Sarah bingung kenapa juga pria tampan ini menghampirinya.



Kenal juga tidak, ngomong juga enggak. Ini orang maunya apa sih?. Gerutu Sarah dalam hati.



Sarah memberengut. Pria tampan tersebut, tersenyum kepadanya.




Ini orang ngapain juga senyam-senyum sendiri? Ada yang lucu? aneh.



Semakin di perhatikan pria yang tidak di kenalnya, Sarah menjadi sedikit gelisah dan salah tingkah.



Muka gue gak ada kotoran cicak-kan? Lipstik gue gak belepotan-kan?



Pria itu sedikit-sedikit diam dan tersenyum memperhatikan Sarah. Dan hal itu membuat Sarah merasa di permainkan.



Merasa sudah tidak tahan dan canggung karena di perhatikan pria tersebut, Sarah langsung meneguk minuman tequila yang diletakannya di meja samping dia berbaring.



"Kamu maunya apa sih? kenal saya?" tanya Sarah sambil melipat kedua tangannya di dada.



Pria tersebut malah mengerutkan dahinya. Ekspresi raut wajahnya berubah. Seolah pertanyaan Sarah adalah pertanyaan yang bodoh.



"Elo ngapain liatin gue kayak gitu?" tanya Sarah jengkel. Sikap ramahnya langsung hilang.



"Huh? Siapa juga yang ngeliatin elo. Lo kali yang ngeliatin gue" Sanggah pria tersebut tidak tahu malu.



"Ih, Buta kali ya. Siapa juga yang ngelihatin elo" ucap Sarah geram ingin sekali menonjok pria tampan yang ada di hadapannya ini.



Pria tersebut malah menertawainya, "Hey, santai aja kali" ucapnya acuh tak acuh kemudian duduk di kursi tidur yang ada di sebelah Sarah.



Sarah tambah kesal dengan sikap pria tersebut. Berbicara dengan pria tersebut bisa membuat Sarah darah tinggi.



Ganteng-ganteng, aneh. Gumam Sarah akhirnya merebahkan dirinya kembali, tidak perduli dengan pria yang sudah ikut berbaring di sebelah kursi tidur Sarah.



Dua jam kemudian amarah Sarah sudah ada di atas puncak. Sedikit lagi akan meledak. Pria tersebut masih tetap memperhatikannya. Dan lebih parahnya lagi, pria tersebut tidak menyembunyikan apa yang dia lakukan. Dengan terang-terangnya dia memperhatikan Sarah dengan cara berbaring sambil tubuhnya menghadap Sarah.