The Playboy's Baby

The Playboy's Baby
4



Setelah kembali ke kamar hotelnya, Sarah memilih untuk mengurung dirinya di kamar hotel. Dia takut berpapasan dengan pria brengsek itu. Sampai sekarang Sarah merasa bahwa dia masih dalam keadaan sedang bermimpi buruk.



Bali yang di harapkannya bisa menjadi tempatnya untuk bersantai dan refreshing dari kehidupannya yang super sibuk malah membuatnya semakin stress dan frustasi.



Hatinya merasa bersalah, dia tidak tenang. Dia tidak tahu harus berkata apa pada Dimas nanti.



Tapi belum lama juga Sarah berada di kamar, dia sudah mulai merasa bosan. Dengan banyak pertimbangan, Sarah akhirnya memutuskan untuk keluar. Dia sudah jauh-jauh datang ke Bali. Dan dia tidak mau menyianyiakan kesempatan ini hanya karena takut bertemu dengan pria brengsek itu lagi.



Dengan memberanikan dirinya, Sarah melangkah keluar dari kamarnya. Sebelum Sarah mulai menelusuri indahnya pulau dewata Bali, dia berencana untuk mengisi perutnya yang sudah dari tadi berbunyi. Dengan sikap optimis dan pikiran positif, Sarah berjalan menuju restoran hotel. Dalam pikiran Sarah, pria tersebut mungkin saja sudah tidak ada ada di hotel ini.



Ya, bisa saja.



Dengan setengah tersenyum dan perasaan yang ringan Sarah melangkahkan kaki-nya yang panjang sambil memperhatikan orang-orang yang ada di hotel. Begitu Sarah masuk ke dalam restoran, badannya langsung membeku di tempat. Dia terkejut melihat pria yang sangat ingin di hindarinya, saat ini sedang duduk santai sedang menikmati makan siangnya.



Pria tersebut terlihat segar. Rambutnya di sisir rapih, tidak lagi berantakan seperti yang terakhir kali dilihat Sarah. Kaos putih polos dan celana jeans pendek yang di pakai pria tersebut membuat pria itu terlihat lebih muda.



Sarah tersenyum miris ketika melihat wanita-wanita yang ada di dalam restoran tiap detik melirik pria tersebut dan pria itu bahkan tidak menyadarinya.



"Ckckckk" decak Sarah tidak habis pikir lalu berjalin berbalik.



Untung saja pria itu tidak sempat melihat Sarah.



Rencana untuk menikamati keindahan Bali, dibatalkan Sarah begitu mengetahui bahwa pria tersebut masih ada di hotel. Sarah akhirnya kembali ke kamarnya.



Setelah sampai di kamarnya, dia langsung menghubungi Dina sekretarisnya. Dia meminta Dina untuk mengganti penerbangannya yang semula dijadwalkan besok menjadi sore ini. Dia tidak mau berlama-lama di Bali. Sarah takut jika terlalu lama berada disini, dia bisa saja tidak sengaja berpapasan dengan pria itu lagi.



Sungguh liburan yang tidak terduga.



Liburannya kali ini merupakan liburannya dalam 3 tahun. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya, ayah Sarah selaku bosnya, memaksa Sarah untuk mengambil cuti dan berlibur.




Dia mau keberadaannya di bali merupakan liburan semata. Dia tidak mau ada orang lain yang mengenalnya selama dia liburan di bali.



Setelah selesai packing, Sarah langsung menelpon taxi untuk menjemputnya di hotel. Saat keluar kamar, mata Sarah sibuk memperhatikan keadaan di sekelilingnya.



Kanan, kiri, depan, belakang.



Aman.



Tapi sialnya, ketika dia sampai di lobby, pria tersebut ternyata sedang berada di lobby. Sarah reflex berbalik dan mencari tempat persembunyian.



Dari balik tembok Sarah bersembunyi, dia mengintip pria tersebut. Pria tersebut terlihat sedang mencari sesuatu atau seseorang. Sarah berharap bukan dia orang yang dicari pria tersebut.



Jantung Sarah seperti baru saja habis lari maraton. Takut pria tersebut berjalan ke arah-nya. Tempat persembunyiannya itu buka tempat yang bagus. Orang bisa saja langsung melihat Sarah ketika melewatinya.



Tapi, Tuhan ternyata masih sayang dengannya. Pria itu berjalan ke arah yang berlawan dari Sarah bersembunyi.



Melihat punggung pria tersebut menjauhi-nya, Sarah berdoa agar tidak di pertemukan lagi dengan pria tersebut. Seandainya bertemu, dia berharap bahwa pria tersebut tidak mengingatnya dan sudah melupakan kejadian semalam.



Tiba-tiba ponsel Sarah berbunyi. Dimas mengirimkan sebuah pesan. Sarah tersenyum sedih ketika membaca isi pesan Dimas.



Maafin aku, Dim.



Dimas:


Miss you :(



Sarah tidak berharap bahwa Dimas bisa memaafkan perbuatannya itu. Sarah hanya berharap bahwa Dimas tidak terlalu terluka.