The Playboy's Baby

The Playboy's Baby
14



Daniel yang tadinya sedang berbicara dengan Angga, datang menghampirinya.



"Man, liriknya dalem banget. Mang siapa si orangnya, Brand?" tanya Daniel tersenyum menyindirnya. Brandon bisa melihat dari mata temannya itu bahwa Daniel sangat penasaran mengenai sosok yang ada di lirik lagu terbaru yang ditulisnya itu.



"Siapa apa maksud lo, Dan?" Brandon balik bertanya, pura-pura tidak tahu akan maksud dari temannya itu. Dia ingin membuat Daniel itu semakin penasaran.



"Cieeciee, pake pura-pura kaga tau lagi. Bilang aja bro, siapa si tu cewek?" Daniel menyenggol bagian samping tubuh Brandon. Brandon hanya tersenyum menanggapi sahabatnya itu.



"Siapa juga yang bilang dia itu cewek" Brandon pura-pura serius.



"Lah, nggak perlu elo bilang aja gue tau kalo dia itu cewek" Daniel membalasnya terlihat sangat yakin dengan apa yang baru saja dia katakan.



Brandon diam. Dia hanya memainkan nada lagu dari lagu terbaru yang diciptakannya pada gitar elektronik yang dia pegang.



"Pantesan, akhir-akhir ini gue jarang ngeliat foto elo muncul lagi di majalah. Biasa kan tiap minggu, wajah elo bareng cewek pasti muncul menghiasi semua majalah di Indonesia ini" Daniel menjelaskan dengan merentangkan tangannya, melebih-lebihkan.



"Elo kalo ngomong ngaca dulu, Dan. Parahan elo daripada gue" Balas Brandon jujur setengah kesal. Dia kemudian berjalan mengambil botol air minum yang terletak diatas meja lalu meneguknya habis.



Bisa di bilang semua anggota bandnya itu termasuk dia, adalah pria yang selalu suka gonta-ganti pacar. Brandon tidak pernah merasa bangga akan hal itu. Dia tahu dia laki-laki bajingan dan brengsek. Brandon sudah tidak bisa lagi menghitung berapa mantan pacarnya.



Sikap mereka berempat yang sering gonta-ganti pacar membuat mereka menyandang predikat playboy cap buaya. Meskipun begitu, para wanita tetap saja ingin mendeketi dan menjadi pacar mereka. Jadi bukan salah mereka jika mereka banyak memiliki mantan pacar. Perempuan yang mendekati mereka banyak.



"Eitss, gue nggak parah kayak elo kali. Palingan gue sebulan baru muncul, kalo lo kan biasanya tiap minggu udah muncul di infotaiment gitu, Brand" bantah Daniel.



"Sotoy lu, Dan"



Parahan elo kali, Dan. Ya, memang elo eggak sering masuk majalah sama infoteiment. Tapi gue tau kalo elo itu orangnya lebih parah dari gue. Elo itu nggak pernah mau komit. Elo jalan sama cewek cuma mau manisnya doang. Setelah selesai, tu cewek elo tinggalin begitu aja.



Daniel hanya menertawainya. Brandon menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sifat teman bandnya itu.



"Btw, Laura nyariin lo kemarin pas gue ke tempat biasa" Daniel menaikan kedua alisnya berulang kali menatap Brandon tersenyum.



Brandon mengerutkan dahinya berusaha mengingat siapa Laura yang di maksudkan Daniel.




"Luara yang tinggi, putih, cantik, anaknya konglomerat itu" ucap Daniel menjelaskan ciri-ciri Laura pada Brandon. Sosok Yang digambarkan Daniel itu sama sekali tidak terlintas dipikirannya.



"Gue nggak inget"



"Cewek cantik begitu nggak lo inget. Kalo elo nggak mau, buat gue boleh?" tambah Daniel tersenyum licik, lalu mulai mengetik sesuatu pada ponsel yang dipegangnya itu.



Brandon melemparkan botol minuman yang sudah kosong ke wajah Daniel, "Perempuan itu bukan barang yang bisa lo minta, Dan"  Brandon menceramahi temannya itu.



"Huh? Lo Brandon Rivaldo Sutomo kan? Elo yang asli kan bukan KWnya?" tanya Daniel terlihat serius kebingungan.



Brandon sendiri juga bingung dengan dirinya. Dia tidak pernah sama sekali bersikap atau berbicara seperti apa yang dikatakannya tadi kepada Daniel.



Dia itu laki-laki brengsek. Tidak berhak menceramahi Daniel. Apalagi kalau sifat dan kelakuan mereka hampir sama. 11-12. Mana berhak dia menceramahi Daniel. Dirinya saja seperti itu.



"Gue yang asli, kampret"



"Beneran lu yang asli?"



"Lo cek aja sendiri" Brandon setengah jengkel dengan pertanyaan temannya itu. Daniel pun berjalan menghampiri Brandon dan mulai mengangkat baju Brandon.



"Lo ngapain sih?" tanya Brandon menepis tangan Daniel yang mulai mengangkat bajunya.



"Tadi kata elo di suruh cek. Ini juga mau gue cek" jawab Daniel berusaha menyembunyikan tawanya itu. Tidak tahan melihat ekspresi Brandon yang terlihat kesal, Daniel pun langsung tertawa terbahak-bahak.



Brandon menatap Daniel dengan tatapan tajam tidak suka, "Sialan lo, Dan"



"Sorry bro, gue cuma heran aja sama elo. Lo kayaknya berubah deh" ucap Daniel serius memperhatikan Brandon. Tawanya sudah berhenti.



"Berubah gimana maksud elo? tambah ganteng? atau kayak superman gitu ?" Brandon tersenyum bercanda menanggapi pernyataan Daniel.



"Idihh, maunya. Kaga kampret. Bukan superman. Elo kayak gollum di The lord of the rings " Sanggah Daniel cepat menatapnya jijik tidak lupa menyindir Brandon.