The Playboy's Baby

The Playboy's Baby
36



Papinya yang pertama tersadar dan menatap Brandon aneh, "Benar ini rumah orangtua Sarah, Brand?"



"Bener" Jawab Brandon bingung.



"Kamu gak salah alamat-kan, Brand?" Maminya kali ini yang bertanya.



"Salah alamat? aku kemarin kesini kok. Gak mungkin salah alamat. Emang kenapa?" Sesuatu terbesit di benak Brandon, tapi itu tidak mungkin.



Masa iya? yang Benar? Gak mungkin, ah!



"Kalau kamu memang gak salah alamat, ini mah rumah teman papi. Oh, Astaga. Jangan bilang bahwa anak perempuan yang kamu hamili itu anak teman Papi, Sarah?" Papinya menatap Brandon lekat-lekat menunggu konfirmasi jawaban dari dirinya, "Muka Papi mau di taruh dimana, Brand. Kamu ini"



Informasi yang diberikan oleh Papinya bukan hanya membuat orang-tua Brandon terkejut tapi dia juga sangat terkejut mengetahui bahwa orang tua Sarah berteman baik dengan orang-tuannya. Brandon menelan ludah khawatir akan informasi yang baru di dapatnya ini.



Maminya yang dari tadi mendengarkan malahan tersenyum lebar kepada Brandon dan Papinya itu. Brandon heran dengan Maminya itu. Maminya kemudian menyelipkan tangan kanannya ke lengan Papinya lalu menatap Papinya itu dengan mata yang berbinar-binar.



"Ini berita bagus, pi. Kita bisa besanan sama mereka. Mami seneng. Apalagi sebentar lagi Mami bisa gendong cucu Mami" Brandon mengerti sekarang kenapa Maminya terlihat begitu bahagia.



Ternyata pemikiran pria dan wanita sangatlah berbeda. Papinya akhirnya tersenyum kepada Maminya itu. Melihat orang-tuanya senang membuat hati Brandon ikut senang.



"Ingat umur mi, pi" Sindir Brandon tersenyum pada Mami dan Papi-nya.



"Kamu juga nanti akan seperti Mami dan Papi, Brand. Tunggu aja" Balas Mami melepaskan tangannya dari Papi.



Mereka bertiga akhirnya keluar dari mobil dan memutuskan untuk masuk ke rumah orang tua Sarah.




Brandon berharap bahwa dia tidak akan mengacaukan pertemuan ini. Dia berharap bahwa hal ini tidak akan merusak perteman antara orangtua Sarah dan orangtua-nya.



Ternyata pertemuan tersebut berjalan dengan lancar. Orang tua Sarah bahkan sangat bahagia begitu mengtahui bahwa Brandon adalah anak dari teman baik mereka. Kedua orang tua mereka pun mulai membicarakan tentang pernikahan Sarah dan Brandon. Maminya dan Mami Sarahlah yang akan mengatur semuanya. Mereka berdua hanya perlu menambahkan jika merasa kurang atau tidak suka dengan sesuatu.



**********



Seminggu semenjak pertemuan dari orang-tua Brandon dan orang-tua Sarah tersebut, Brandon dan Sarah pun mulai di sibukan dengan urusan pernikahan mereka.



Pernikahan mereka akan dilaksanakan dalam waktu dua minggu depan lagi. Brandon meminta cuti pada pihak managementnya karena ingin mempersiapkan pernikahannya itu. Jadwalnya selama satu bulan telah di kosongkan.



Usia kehamilan Sarah juga sudah hampir memasuki bulan ke-enam. Brandon sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin anak-nya. Dia ingin anaknya itu seorang laki-laki. Tapi apapun yang Tuhan berikan, Brandon akan tetap bersyukur.



Saat ini Brandon sedang berada di tempat biasa dia dan teman-teman bandnya makan. Brandon tadi mengirim pesan kepada Sarah untuk datang ke tempat ini. Dia ingin memperkenalkan Sarah kepada teman-temannya ini. Sarah sekarang masih dalam perjalannya kemari.



Hubungan Sarah dan Brandon dalam dua minggu ini sudah mulai sedikit dekat. Sarah mulai membuka dirinya kepada Brandon. Sarah mulaiĀ  mempercayai Brandon.



Brandon tidak mengatakan tentang pernikahannya ke media masa dan publik. Hanya keluarga dan orang terdekatnya yang mengetahui pernikahan Brandon.



Dia takut komentar dari publik akan membuat Sarah tidak nyaman.